Yohanes Chandra Ekajaya Keterbatasan Bukanlah Akhir

Masyarakat tak boleh lagi menganggap disabilitas fisik sebagai aib atau hal yang memalukan. Meskipun dengan keterbatasan, semua orang tetap bisa berekspresi dan berprestasi dengan caranya sendiri dalam berbagai bidang, termasuk olah raga.

Hal tersebut diungkapkan Ketua RW 10, Kelurahan Pajajaran, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Yohanes Chandra Ekajaya, di sela-sela acara sosialisasi dan pertandingan tenis meja persahabatan antara warga wilayah tersebut dan atlet paralimpik Kota Bandung di Aula RW 10. “Sudah bukan saatnya lagi masyarakat menyembunyikan anggota keluarganya yang menyandang disabilitas karena malu,” ujarnya.

Yohanes Chandra Ekajaya tak menampik jika hal seperti itu juga masih teijadi di lingkungannya. Meskipun hanya 1 persen dari total 3.000 jiwa, penyandang disabilitas di wilayah itu masih banyak yang belum bisa mengekspresikan diri dan menunjukkan kemampuannya karena kekhawatiran membuat malu keluarga.

Selama ini, kata Yohanes Chandra Ekajaya, hal tersebut memang wajar teijadi karena warganya belum banyak mengetahui wadah bagi kaum difabel untuk unjuk gigi. Namun, sosialisasi yang gencar dilakukan National Paralympic Committee (NPC) Kota Bandung membuat pola pikir warga mulai berubah.

“Warga dan saya pribadi, baru sekarang-sekarang memahami bahwa NPC merupakan wadah yang bisa membuat kaum difabel berbicara banyak di bidang olah raga prestasi,” tutur Yohanes Chandra Ekajaya.

Yohanes Chandra Ekajaya juga mengaku baru tahu bahwa salah seorang warganya, Silvy, sudah berprestasi mengharumkan Jabar dengan meraih medali perak Pepamas XV di cabang judo. Hal tersebut kini dilansir Yohanes Chandra Ekajaya membuat warga bangga terhadap Elda karena warga lain yang normal justru belum bisa berprestasi setinggi itu.

Dengan bantuan NPC Kota Bandung, Yohanes Chandra Ekajaya berharap warga di wilayahnya kini berani menampilkan anggota keluarganya yang menyandang disabilitas. “Dengan begitu akan banyak lagi prestasi seperti Silvy di sini,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, tenis meja dipilih menjadi cabang yang dikenalkan. Warga kemudian diberi kesempatan untuk menjajal para atlet peraih medali Pepamas XV cabang tenis meja.

Dalam hal ini, Yohanes Chandra Ekajaya selalu menekankan kepada warganya bahwa disabilitas seseorang bukanlah menjadi batasan karena sebenarnya mereka mempunyai banyak potensi hanya saja sering dipandang sebelah mata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *