Tak Ada Makan Siang Presiden Jokowi Suguhi Lumpia

Presiden Jokowi Temui SBY

Pertemuan yang dinanti-nantikan itu akhirnya terjadi. Kemarin (9/3), Presiden Jokowi  ( Joko Widodo ) menerima Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Merdeka. Pertemuan itu dipandang sangat bermakna secara politis, meskipun belum akan membuat hubungan antar-tokoh-tokoh politik di kedua belah pihak membaik.

SBY tiba di Istana Merdeka sekitar pukul 12.15. Mengenakan batik cokelat, SBY hadir didampingi mantan Menkopolhukam Djoko Suyanto. Usai berbincang secara tertutup hampir setengah jam, Jokowi dan SBY keluar menuju beranda belakang Istana Merdeka. Keduanya duduk di sofa tempat Presiden Jokowi biasa menjamu pemimpin negara lain dalam sesi veranda talk.

Tidak ada sesi makan siang dalam pertemuan tersebut. Jokowi dan SBY hanya minum teh di beranda belakang sembari mengudap lumpia. Cuaca cukup terik kemarin siang. Namun, itu tidak menghalangi burung-burung betet di halaman dalam kompleks Istana Kepresidenan berkicau mengiringi percakapan keduanya.

Percakapan selama lima menit itu berlangsung serius dengan sesekali diiringi tawa. Baik oleh Jokowi maupun SBY. Kesan kaku memang masih tampak di antara keduanya, meskipun tidak terlalu kentara. Keriuhan baru dimulai ketika Jokowi mepersilakan wartawan mendekat ke meja dia dan SBY untuk sesi doorstop.

Saat sesi tersebut, tampak SBY sedikit canggung, meski sebelumnya sempat tertawa lepas bersama Presiden. Bagi awak media, itu tidak mengherankan karena SBY memang terbilang jarang menyampaikan statemen dengan cara doorstop. Meskipun demikian, SBY tampak berupaya menutupi rasa canggung tersebut.

Menurut Jokowi, dia sudah berulang kali menyampaikan kepada publik bahwa pertemuan dnegan SBY tinggal diatur. “Direncanakan, tapi kadang saya ada waktu, pak SBY beliau waktunya tidak ada, beliau ada (waktu), saya pas barengan acara. Waktunya sekarang,” terang Jokowi. Menurut Presiden, keduanya membicarakan banyak hal mengenai ekonomi dan politik di tingkat nasional. “Dan masih banyak hal-hal lainnya, namanya diskusi,” lanjut ayah tiga anak itu, lantas tersenyum.

Pertemuan Sby Dan Presiden Jokowi

Sementara, SBY mengaku bersyukur karena akhirnya mereka bisa bertemu. “Pertemuan ini sudah digagas dan dirancang cukup lama. Alhamdulillah berlangsung,” tuturnya. Dia mengapresiasi keberhasilan pemerintahan Jokowi dalam menjamu Raja Saudi, maupun saat menjadi tuan rumah KTT IORA baru-baru ini.

SBY menuturkan, karena jarang bertemu, akhirnya muncul informasi-informasi yang menurut dia tidak patut didengar. “Tadi suasananya baik sekali karena dapat dijadikan sebagai ajang tabayyun,” lanjutnya. Apalagi, sebelumnya proses transisi dari pemerintahan dia ke pemerintahan Jokowi berlangsung dengan lancar. Mantan Menkopolkam itu meyakinkan bahwa setelah ini tidak ada lagi miskomunikasi antara pihaknya dengan pihak Presiden.

“Saya bisa menjelaskan, beliau (Jokowi) mendengar dengan seksama. Saya juga mendengar dari beliau,” tutur ayah dua anak itu. Pertemuan itu menjadi awal yang baik, karena tidak pas bila antara pemimpin dengan mantan pemimpin ada miskomunikasi.

Sementara itu, disinggung mengenai rencana SBY blak-blakan saat bertemu Presiden , Presiden pun menyela. “Masa blak-blakan diblak-kan (disampaikan) ke kamu,” canda Presiden, seraya tertawa.

SBY menegaskan, dia datang ke istana dalam kapasitas sebagai mantan presiden. Dia tidak ingin pertemuan tersebut dikaitkan dengan politik yang sifatnya lebih teknis. Peluang kerjasama antar parpol pun masih terbuka bila itu memang bisa menyelamatkan negeri. SBY hanya tertawa ketika disinggung apakah bakal ada pertemuan berikutnya.

Jokowi menambahkan, budaya transisi dan estafet antar pemerintahan harus dibiasakan. “Pembangunan yang sebelumnya diteruskan oleh pembangunan presiden berikutnya,” ucap Jokowi. hal itu akan baik untuk rakyat. Selain itu, pemerintahan baru jadi tidak harus memulai segalanya dari awal..

Meskipun demikian, pertemuan itu tidak bisa serta merta menjadi ajang rekonsiliasi antar tokoh politik. “Itu masih jauh, apalagi kalau dikaitkan antara pak SBY dengan bu Mega,” ucapnya. Dia hanya bisa menyebut pertemuan itu sangat bermakna bagi SBY maupun Presiden Jokowi.