Pengusaha Nakal “Diawasi” BPJS Kesehatan

Para pengusaha nakal harus segera memperbaiki diri. Mereka perlu waspada dan gentar, karena BPJS Kesehatan melalui direktur hukim, komunikasi, dan hubungan antar lembaganya menyatakan bahwa terdapat beberapa perusahaan yang belum mematuhi administrasi kepesertaan program jaminan kesehatan nasional (JKN). Administrasi yang dimaksudkan meliputi pendaftaran dan tunggakan. Hal ini bukanlah hal yang sepele, sebab untuk ukuran perusahaan besar, nilai tunggakan mereka biasanya mencapai angka miliaran. Bila ini dikalikan dengan tiga atau lima perusahaan pasti nilainya bisa membengkak, padahal uang dengan nilai miliaran bisa dipergunakan untuk membantu rakyat miskin dan orang yang tidak punya. Sehingga mereka bisa mendapatkan jaminan kualitas kesehatan yang bermutu. BPJS Kesehatan mengingatkan para pengusaha untuk mendaftarkan pegawai atau karyawannya dalam kepesertaan program JKN. Hal ini sesuai dengan undang undang badan penyelenggara jaminan sosial, supaya para karyawan juga melaksanakan kewajibannya. Hal ini pun juga pernah dihimbau oleh menteri-menteri terkait supaya pelayanan kesehatan dapat menjangkau seluruh masyarakat.

Pengusaha Nakal “Diawasi” BPJS Kesehatan

Pengusaha Chandra Ekajaya mengatakan bahwa saat ini BPJS Kesehatan bekerja sama dengan beberapa kejaksaan tingi di berbagai wilayah. Sebagai pebisnis, ia sangat mendukung langkah yang ditempuh oleh BPJS Kesehatan. Hal ini dilakukan guna perusahaan dan para pengusaha semakin meningkat tingkat kepatuhannya terhadap program-program pemerintah terkait dengan kepesertaan program JKN. Dalam pelaksanaannya, BPJS Kesehatan akan menyerahkan data-data badan usaha atau perusahaan yang menunggak dan belum menyerahkan daftar karyawannya untuk mengikuti program JKN. Nantinya kejaksaan tinggi akan melakukan mediasi terlebih dahulu. Mungkin saja ini terkait masalah miss komunikasi atau kesalah pahaman. Chandra Ekajaya adalah salah satu pengusaha yang termasuk patuh dan taat terhadap aturan-aturan. Ia sangat mendukung kebijakan pemerintah melalui program BPJS Kesehatan, maka dari itu saat ada regulasi yang mengharuskan pengusaha untuk mendaftarkan karyawannya supaya turut serta dalam program jaminan kesehatan nasional maka ia segera mendaftarkan mereka. Kini di saat BPJS Kesehatan akan tegas menindak pengusaha yang nakal, maka ia sudah merasa aman karena sudah mengikuti segala macam peraturan yang sudah ditentukan pemerintah.

Chandra Ekajaya Kemas Sate Padang

Kemas Sate Padang Chandra Ekajaya

Pengusaha Chandra Ekajaya selalu memegang prinsip ana rega ana rupa, yang artinya ada harga ada bentuk. Prinsip ini berasal dari falsafah kebudayaan Jawa. Dengan prinsip ini, maka kualitas dan estetika akan disesuaikan dengan harga atau biayanya. Maka dari itu, di zaman yang modern seperti ini kemasan menjadi hal yang penting. Indonesia mempunyai banyak potensi kuliner, baik dari ujung barat hingga ujung timur. Dari apem, sate padang, gudeg, rawon, dan lain-lain. Ini membuat negara ini banyak dikunjungi oleh banyak wisatawan, baik asing mapupun domestik.

Kekayaan budaya kuliner inilah yang membuat Chandra Ekajaya merasa optimis untuk membuat makanan-makanan kemasan. Tetapi bukan sembarang kemasan, karena makanan yang dihadirkan adalah makanan tradisional Indonesia. Saat ini pebisnis kelahiran Malang, Jawa Timur ini menghadirkan sate padang dalam kemasan. Sate ini cukup direbus dengan air mendidih, kemudian dicampur dengan bumbu-bumbu pilihan asli Nusantara, lalu ditiriskan. Maka sate padang siap disantap para konsumen.

Kemas Sate Chandra Ekajaya

Kini, Indonesia sudah dikenal di manca negara karena produk-produk dari Chandra Ekajaya. Segala jenis makanan yang bikin kangen dengan negara Indonesia dijual oleh dirinya. Terutama bagi masyarakat Sumatera Barat yang bekerja di luar negeri. Selain itu produk ini juga dijual di seluruh wilayah Indonesia melalui toko-toko ritel. Respon dan apresiasi dari masyarakat sangat positif. Maka dari itu pengusaha Chandra Ekajaya akan meningkatkan kualitas produknya dan menambah varian-varian yang lain. Menurutnya masih banyak kuliner Nusantara yang pantas untuk dipopulerkan.

Para leluhur Nusantara memang sangat hebat. Mereka bisa membuat berbagai aneka masakan dan makanan yang sangat enak. Sungguh bangsa dan negara ini dikaruniai dengan anugerah yang luar biasa. Pebisnis ini sangat berharap makanan-makanan Indonesia bisa dikenal di seluruh dunia. Sebab makanan dari Indonesia, selain lezat, sedap, dan mengenyangkan, juga mempunyai manfaat bagi kesehatan. Hampir semua makanan Indonesia mempunyai anti tesisnya sendiri. Jadi jika ada makanan yang manis dan berpotensi diabetes, maka ada makanan yang bisa jadi pencegah sekaligus penyembuh diabetes. Inilah kehebatan makanan Nusantara tukas Chandra Ekajaya.