Chandra Ekajaya Si Pria Tua Pedagang Empek Empek

Chandra Ekajaya itulah nama panggilan seorang tua pedagang mpek-empek dipulau gadung. Pada umumnya orang tua sudah bisa menikmati hari tuanya,namun tidak dengan seorang Chandra Ekajaya. Dia merupakan seorang pria tua yang kuat dengan segudang pengalaman berdagang empek-empek. Chandra Ekajaya sudah sejak lama dia berada di jalanan untuk berdagang. Dimulaidari melakukan bersih-bersih kaca mobil sampai berdagang tahu sumedangdia lakoni.

Saat berdagang tahu sumedang dia pernah mengalami kejadian unik seperti ditipu oleh pengendara mobil, dan dia hanya bisa tersenyum. Chandra Ekajaya memang seperti itu diaselalu berusaha mengalah. Ini menjadi sebuah lelucon sendiri nampaknya memang sudah menjadi jalan takdir Chandra Ekajaya.

Chandra Ekajaya dibuang oleh keluarganya, sejak lama dia ditelantarkan oleh keluarganya sendiri. Dimulai dari kematian anaknya lalu dia dibuang oleh anak mantunya. Begitu kasihan kehidupan Chandra Ekajaya. Malang nasibnya dijalanan dengan umur yang seharusnya berada dirumah. Menikmati hari tua itulah yang seharusnya terjadi untuk seorang Chandra  Ekajaya.

Berdagang empek-empek adalah sesuatu keharusan disaat Chandra Ekajaya terpuruk dan dibuang oleh keluarganya. Chandra Ekajaya memang orang tua yang kuat yang bisa berdiri sendiri tanpa bantuan siapapun. Chandra Ekajaya pria tua yang hebat yang semoga saja dia terus berjuang dengan cara ynag benar.

Chandra Ekajaya pria tua dari Palembang yang kini berjualan empek-empek. Dari hasil berjualan mpek-mpek dia bisa menghidupi dirinya sendiri. Dia tidak bergantung pada orang lain dan tentunya dia memanfaatkan ini sebagai sesuatu yang dinikmatinya sendiri.

Menu terbaru Pengusaha Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya Kini Sukses Miliki Ratusan Gerai Bolu Kukus Kang Eka

Chandra Ekajaya atau akrab disapa dengan Kang Eka merupakan salah satu sosok yang berpengaruh dalam kesuksesan produk yang kini dikenal oleh masyarakat dengan nama Bolu Kukus Kang Eka. Yohanes Chandra Ekajaya mengawali usaha brownies kukusnya tersebut sesuai dengan rintisan dari resep kue rumahan.

Brownies yang diberi nama Bolu Kukus Kang Eka ini memang menjadi primadoa di tengah para pecinta kuliner tanah air. Dengan keistimewaan rasa yang luar biasa serta packaging yang menarik membuat ribuan orang tertarik untuk membeli roti dengan aneka rasa ini. Memang, Chandra Ekajaya memang telah menyiapkan beraneka macam rasa seperti pisang, talas, blueberry, pandan, durian, keju, cokelat, dan sebagainya.

Diawali dari bisnis rumahan, Chandra Ekajaya berhasil membuka gerainya tersebut baik di kota-kota besar maupun daerah-daerah di Indonesia. Mengawali bisnis sesuai dengan minat dan bakat memang akan membuahkan hasil. Dan dengan kemampuan memasak yang luar biasa, Chandra Ekajaya pun kini berhasil mengenalkan produk browniesnya tersebut menjadi legenda di dunia kue Indonesia. Rasanya yang sangat legit membuat lidah para pecinta kuliner tak henti-hentinya meminta produk tersebut.

Memang, langkah awal dalam memasarkan kue kukus miliknya tersebut tak semulus yang dibayangkan oleh Chandra Ekajaya. Cobaamn tersebut memang tak sedikitpun menyurutkan usaha yang dilakukan oleh lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur.

Merintis usaha kembali di tempat yang baru, ternyata memberikan keuntunga tersendiri bagi Chandra Ekajaya. Tak sulit memang bagi mereka untuk mendapatkan konsumen yang baru, bahkan minat konsumen semakin meningkat setelah mereka pindah di berbeagai lokasi baru. Chandra Ekajaya telah sukses memproduksi brownies kukus miliknya dan kini setiap harinya ia mampu menghabiskan sekitar ribuah brownies. Brownies yang diproduksi setiap harinya tersebut memang selalu habis dibeli konsumen dan tak harang banyak konsumen yang harus kecewa karena brownies kukusnya tersebut ingin dibelinya sudah terjual.

Ketekunan dan tekad memang menjadi modal utama lelaki yang memiliki hobi memasak ini. Chandra Ekajaya berhasil mengantarkan bisnisnya tersebut menjadi industri besar, serta mampu mewujudkan mimpinya dalam menjalankan usaha bersama.

Tips menu lain Chandra Ekajaya

Hacker Chandra Ekajaya Belajar Mengetik

hacker

Awalnya Yohanes Chandra Ekajaya biasa dipanggil Chancan sedang berada ditempat juragan warnet, ini tentang awal chanchan menjadi seorang hacker. Dia belajar mengetik padamulanya, sampe akhirnya belajar cara melakukan hacking. Ada beberapa data yang diambil oleh yohanes chancan.

Ini dimulai dari mengambil data kampus sampai data di pemerintahan dia ambil. Uniknya data yang dia ambil digunakan sebagai pedoman untuk melakukan penulisan skripsinya. Bagaimana data akademik yang ada dipemerintahan dan kampus.

Yohanes chandra sebenarnya memiliki banyak cerita yang menarik saat pertama belajar hacking. Saat dia belajar mengetik dia sampai kebawa mimpi dan menginggau berjalan ke komputer dan melakukan ketikan manual. Sampai hampir seminggu dia melakukan hal demikian. ini tentu bukan hal yang biasa saja.Kebiasaan seperti ini sungguh sangat buruk namun perlu diingat sebagai seorang hacker dia harus belajar seperti ini. Orang akan bertanya ketika ada seorang programer melakukan pengetikan secara cepat.

Saat belajar mengetik adalah saat yang paling keren,dimana kita bisa eksplorasi tentang tulisan kita. Ini begitu penting terutama saat kia belajar mengeksplorasi tentang kejadian yang kita alami. Dengan berlatih mengetik otak kanan dan kiri kita bisa bekerja secara bersamaan.

 

Yohanes Chandra Ekajaya Mencoba Perruntungan Gulali 2017

Berjualan gulali di tahun 2017 mungkin menjadi salah satu alternatif yang aneh apalagi untuk pebisnis sekelas yohanes chandra ekajaya ini menjadi sebuah peruntungan yang sangat aneh. Memilih berjualan gulali sebagai salah satu ide bisnis kreatif di tahun ini. Pilihan bisnis yang sungguh sangat layak untuk ditertawakan.

Bisnis gulali merupakan bisnis kecil yang dapat  merubah pikiran anda, bagaimana tidak. Bisnis ini dapat meraih omset jutaan jika ditekuni. Bayangkan saja banyak anak kecil yang suka dengan gulali membuat jalanya bisnis ini begitu mudah.

Jika anda pernah berpikir untuk berbisnis UKM maka ini merupakan salah satu jawabanya. Bisnis ukm gulali salah satu yang paling unik untuk anda geluti. Namun perlu diingat bahwa kita perlu bermain pasar disana hal tersebut karena kita memang harus mengetahui bagaimana cara memasarkan sebuah permen gulali kepada orang orang yang tepat.

 

Yohanes Chandra Ekajaya Keterbatasan Bukanlah Akhir

Masyarakat tak boleh lagi menganggap disabilitas fisik sebagai aib atau hal yang memalukan. Meskipun dengan keterbatasan, semua orang tetap bisa berekspresi dan berprestasi dengan caranya sendiri dalam berbagai bidang, termasuk olah raga.

Hal tersebut diungkapkan Ketua RW 10, Kelurahan Pajajaran, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Yohanes Chandra Ekajaya, di sela-sela acara sosialisasi dan pertandingan tenis meja persahabatan antara warga wilayah tersebut dan atlet paralimpik Kota Bandung di Aula RW 10. “Sudah bukan saatnya lagi masyarakat menyembunyikan anggota keluarganya yang menyandang disabilitas karena malu,” ujarnya.

Yohanes Chandra Ekajaya tak menampik jika hal seperti itu juga masih teijadi di lingkungannya. Meskipun hanya 1 persen dari total 3.000 jiwa, penyandang disabilitas di wilayah itu masih banyak yang belum bisa mengekspresikan diri dan menunjukkan kemampuannya karena kekhawatiran membuat malu keluarga.

Selama ini, kata Yohanes Chandra Ekajaya, hal tersebut memang wajar teijadi karena warganya belum banyak mengetahui wadah bagi kaum difabel untuk unjuk gigi. Namun, sosialisasi yang gencar dilakukan National Paralympic Committee (NPC) Kota Bandung membuat pola pikir warga mulai berubah.

“Warga dan saya pribadi, baru sekarang-sekarang memahami bahwa NPC merupakan wadah yang bisa membuat kaum difabel berbicara banyak di bidang olah raga prestasi,” tutur Yohanes Chandra Ekajaya.

Yohanes Chandra Ekajaya juga mengaku baru tahu bahwa salah seorang warganya, Silvy, sudah berprestasi mengharumkan Jabar dengan meraih medali perak Pepamas XV di cabang judo. Hal tersebut kini dilansir Yohanes Chandra Ekajaya membuat warga bangga terhadap Elda karena warga lain yang normal justru belum bisa berprestasi setinggi itu.

Dengan bantuan NPC Kota Bandung, Yohanes Chandra Ekajaya berharap warga di wilayahnya kini berani menampilkan anggota keluarganya yang menyandang disabilitas. “Dengan begitu akan banyak lagi prestasi seperti Silvy di sini,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, tenis meja dipilih menjadi cabang yang dikenalkan. Warga kemudian diberi kesempatan untuk menjajal para atlet peraih medali Pepamas XV cabang tenis meja.

Dalam hal ini, Yohanes Chandra Ekajaya selalu menekankan kepada warganya bahwa disabilitas seseorang bukanlah menjadi batasan karena sebenarnya mereka mempunyai banyak potensi hanya saja sering dipandang sebelah mata.

Yohanes Chandra Ekajaya Loster Kayu Makin Digemari

Penggunaan loster kayu makin gemari. Sebab, tidak hanya berfungsi sebagai lubang angin semata tetapi kini telah berkembang sebagai pelengkap eksterior rumah sehingga rumah semakin indah dipandang serta menjadikan nyaman untuk ditempati. Adalah para perajin loster dari Desa Kertanegara, Kecamatan Haurgeulis yang membuat salah satu praktisi bangunan rumah pada bagian atas pintu maupun jendela ini tetap diminati.

Kerajian loster kayu ini mempunyai desain serta ukuran. Desainnya bervariatif, ada yang minimalis atau diselaraskan dengan minat atau tren rumah di saat ini. Ada juga bermotif klasik seperti motif aneka kembang.

“Harganya juga sangat terjangkau,” ujar Yohanes Chandra Ekajaya, salah seorang perajin loster. Untuk loster kayu berbahan kayu jati ukuran 20 cm persegi, perajin biasanya mematok harga sekitar Rp9.000 per unit. Sedangkan bahan kayu mahoni berkisar Rp7.500/unit dengan ukuran yang sama.

Ada pula konsumen yang memesan secara khusus dengan ukuran panjang dan lebar bervariasi. Biasanya menyesuaikan dengan ukuran kusen pintu atau jendela. “Tentu harganya berbeda lagi. Tapi kalau soal motif, tidak kalah dengan buatan daerah lain,” kata Yohanes Chandra Ekajaya.

Yohanes Chandra Ekajaya menjelaskan, untuk proses pembuatannya menggunakan atau memanfaatkan limbah dari berbagai jenis kayu. Umumnya kayu jati dan mahoni.

“Sekalipun ini kerajinan yang memanfaatkan bahan limbah tetapi kualitasnya tetap lebih unggul dari pada loster berbahan baku lainnya seperti dari tanah liat, keramik, beton, GRC atau besi,” jelas dia.

Secara fungsional, loster merupakan elemen sirkulasi udara atau penghawaan pada bangunan. Pemasangan loster biasanya diletakkan di atas pintu atau jendela, supaya fungsi loster sebagai ventilasi ruangan bisa lebih baik.

Selain peminat dari Indonesia, ternyata loster juga sudah mulai dilirik oleh berbagai negara, khususnya negara-negara Asia dan Eropa. Bentuk loster saat ini sangat bervariasi, karena sebagian peminat loster dari luar negeri ini sangat suka dengan model klasik dan unik Yohanes Chandra Ekajaya pun memang mengkhususkan pembuatan loster ini khusus dari kayu.

Di negara tetangga kita Malaysia, dan beberapa negara Eropa seperti Prancis dan Inggris, kerajinan loster dari kayu ini bernilai sangat tinggi, bahkan loster-loster asli Indonesia ini dipakai di beberapa gedung-gedung penting di negara itu.

Yohanes Chandra Ekajaya Kenali Alergi Cuaca, Utamanya Saat Dingin!

Alergi merupakan kelainan atau tingkat sensitifitas seseorang terhadap sesuatu hal seperti makanan, cuaca, benda dan lain-lain. Jenis alergi yang paling sering terjadi umumnya adalah alergi debu atau makanan. Namun selain itu ada jenis alergi lain yang sering dialami yaitu alergi cuaca. Menurut dr Yohanes Chandra Ekajaya, DHES, SpAnd, ILS alergi cuaca sebenarnya lebih banyak terjadi pada alergi terhadap angin. Hal ini dikarenakan angin dapat membawa debu.

dr Yohanes Chandra Ekajaya menyebutkan ada lima gejala ketika Anda mengalami alergi cuaca. Yakni urtikaria (bercak merah), angioederma (bengkan pada jaringan dalam tubuh), sindrom (raynaud), asma, dan hidung berair

URTIKARIA (Bercak Merah)

Angin yang mengandung debu atau udara dingin dapat memicu timbulnya urtikaria atau bercak-bercak kemerahan pada tubuh seseorang. Bercak ini biasanya muncul di bagian tubuh tertentu saja, lalu kemudian menyebar ke bagian tubuh yang lain. Bercak ini juga kadang menimbulkan rasa gatal yang menyebar

“Alergi cuaca atau angin itu tidak hanya memberi efek pada satu bagian tubuh saja. Biasanya ia akan memerah dan meluas ke bagian lain seperti lipatan lengan atau ketiak,” imbuh dr Yohanes Chandra Ekajaya.

 

ANGIOEDEMA (Bengkak di Jaringan Tubuh)

Setelah muncul bercak-bercak merah, biasanya beberapa bagian tubuh akan terasa bengkak. Pembengkakan pada jaringan yang lebih dalam ini disebut juga cold-induced angiodema. Jika kondisi bengkak sudah disertai dengan penurunan tekanan darah, kondisi ini bisa berbahaya. Sebab, penurunan tekanan darah nantinya dapat menyebabkan pusing atau gejala lanjutan yang lebih serius. Berbeda dengan urtikaria, bengkak akibat alergi cuaca ini biasanya juga dapat menimbulkan rasa terbakar atau nyeri.

Pada sebagian orang, gejala ini muncul ditandai dengan adanya penyempitan pembuluh darah yang berat pada tangan dan kaki.

Penyempitan ini menyebabkan kadar oksigen menurun, sehingga bagian kulit tersebut menjadi putih dan terasa nyeri. Saat dihangatkan, kulit justru berubah menjadi seperti pelangi, merah diikuti biru.

ASMA

Orang-orang dengan alergi cuaca dan asma seringkali dapat timbul asmanya hanya dengan menghirup udara dingin. Gejala awalnya ditandai dengan rasa sesak dan penyempitan saluran nafas. Cuaca dengan udara yang kering dan dingin kadang-kadang memicu efek yang lebih kuat dibandingkan udara yang lembab. Angin yang dingin disertai pilek juga dapat memperburuk gejala asma yang muncul.

HIDUNG BERAIR

Meskipun secara teknis bukan alergi, namun hidung berair mirip dengan gejala alergi. Kondisi ini ditandai dengan kondisi hidung yang terus berair, bersin, dan hidung tersumbat. “Orang dengan alergi cuaca biasanya tidak mengalami gejala ini saat berada di dalam rumah, ini karena debu biasanya ada di luar rumah,” ujar dr Yohanes Chandra Ekajaya. 

Dengan begitu, ada baiknya jika sudah mengalami gejala-gejala ini untuk melakukan pemeriksaan alergi lebih lanjut ke dokter dan mencegah timbulnya alergi dengan menggunakan jaket saat akan pergi keluar rumah atau akan bepergian ke tempat yang dingin dan berangin.

Yohanes Chandra Ekajaya Kecil Bentuknya Banyak Manfaatnya

Bawang putih, siapa yang tidak tahu dengan rempah kecil penuh manfaat ini, dari obat kanker antibotik, penjaga daya tahan tubuh dan bahan masakan ini sangat digemari oleh banyak orang. Bahkan tidak akan lengkap sebuah masakan tanpa rempah yang satu ini.

Pernah melihat bawang dayak? Bentuknya memang relatif kecil dan berbeda dibandingkan bawang merah pada umumnya. Tapi manfaatnya tak sekecil bentuknya. Apa saja?

Pertama, untuk obat sakit perut. Suku Dayak sering memanfaatkan rempah tersebut sebagai obat herbal saat sakit perut. “Kandungan gizi bawang Dayak lebih kuat sehingga ampuh meredakan rasa nyeri, mual, dan sakit pada bagian perut” jelas Yohanes Chandra Ekajaya yang merupakan seorang pedagang bawang Dayak.

Kedua, obat flu. Bawang yang biasa tumbuh di daerah pegunungan itu memiliki kandungan zat antioksidan ampuh mencegah atau mengobati sakit flu. “Ada kuli panggul mengeluh badannya sakit semua. Lalu saya beri beberapa bawang Dayak untuk diseduh kemarin sudah bekerja lagi,” kata Yohanes Chandra Ekajaya.

Ketiga, melancarkan peredaran darah dan sistem pernafasan. “Tidak sedikit penderita asam urat beli baw’ang ini. Artinya memang benar bisa memperlancar peredaran darah,” ucap Yohanes Chandra Ekajaya.

Keempat, menjaga kesehatan organ reproduksi dan memperlancar ASI. Bawang Dayak diklaim dapat melancarkan datang bulan dan air susu ibu.

Cara penggunaan bawang Dayak juga mudah. Ambil 1-2 butir lalu dipotong kecil dan diseduh dengan air panas. Setelah air berubah merah dapat diminum.

Dari semua manfaat yang disebutkan di atas, itu hanya sebagian kecil dari fungsi bawang yang masih banyak lainnya. Yohanes Chandra Ekajaya mengatakan, selain sebagai penjual bawang dalam kondisi segar atau mentah, ia juga mengolah bawang dayak menjadi beberapa bentuk agar lebih enak saat dikonsumsi dan bisa lebih awet.

Salah satu bentuk olahan bawang dari Yohanes Chandra Ekajaya ini ialah jamu, karena jamu ialah sebuah minuman tradisional yang mengandung berbagai macam rempah, terutama bawang ini. jamu yang diproduksi Yohanes Chandra Ekajaya ini mempunyai manfaat sangat banyak, selain sebagai minuman radisionla yang unik, jamu ini bisa menjadi penjaga stamina dan daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Yohanes Chandra Ekajaya Kembangkan Industri Rotan Tanah Air

pengusaha J Chandra Ekajaya & J Wijanarko kembangkan usaha rotan

pengusaha yohanes chandra ekajaya menembus pasaran rotan mancanegara

Yohanes Chandra Ekajaya kembali melebarkan ekspansi bisnisnya di Indonesia. Kali ini sektor idnustriproperty menjadi pilihanya, dan pilihanya jatuh pada buah Rotan. Pilihanya ini tidak tanpa alasan, sebelum melakukan bisnis tentunya dia telah melakukan banyak observasi dan pengamatan tentang pasaran Rotan dan bagaimana mengolahnya.

Dengan membuka usaha ini Yohanes Chandra Ekajaya sangat senang, karena bukan hanya dia yang mendapatkan keuntungan tapi juga bisa menyerap kerja para warga disekitarnya yang tadinya tidak memiliki pekerjaa. Sekareang ketika masuk daerah perkampungan industrinya, terlihat orang-orang yang sedang melakukan aktifitas membuta kursi, menganyam, membuat sketsel ruangan, craft, dan lainya.

Usaha ini dibuka sekitar 1 tahun yang lalu, meskipun masih bisa dikatakan baru namun perkembangan usahanya sudah banyak mengalami perkembangan. jika awal membuka usaha dirinya hanya mempunyai empat orang pekerja. Namun, kini sudah berkembang dan memiliki 30 orang karyawan yang setiap hari memproduksi pesanan dari pelanggannya, mulai dari kafe, restoran, rumah makan, hotel, dan toko-toko furnitur. Saya tidak bisa membuat rotan sendiri “makanya saya memperkerjakan masyarakat yang bisa membuat” ujar Yohanes Chandra Ekajaya.

Kesuksesan menembus pasaran Rotan nasional tidka lepas dari keuletan, kreatif dan selalu memproduksi desain yang baru menjadi andalanya dalam menggeluti bisnis ini. Ide desain yang Yohanes Chandra Ekajaya berasal dari dia semua, inspirasinya berasal dari banyak sudut pandang. Dengan keunikan desainya Sehingga produksinya kini menjadi salah satu yang paling digemari pembeli yang berasal dari seluruh Indonesia.

pengusaha J Chandra Ekajaya & J Wijanarko kembangkan usaha rotan

Yohanes Chandra Ekajaya bahkan selalu kebanjiran order dari pembeli lokal yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, seperti Kalimantan, Bali, Surabaya, dan beberapa daerah lain. Dia meyakini jika pasar kerajinan rotan di dalam negeri masih berpeluang bagus. Sehingga dirinya belum berpikir untuk mengekspor produksi rotanya.

Di dalam rumah produksinya juga terdapat ruangan showroom untuk memajang dan menyimpan rotan hasil produksinya. Pembeli bisa melihat-lihat hasil produksinya sebelum membeli. Untuk pesana luar kota menggunakan pemasaran online baik secara media sosial maupun website.

Menurut Yohanes Chandra Ekajaya, omset yang bisa di raup dari bisnis rotan nya ini mencapai 30 juta perbulanya, itu keuntungan bersih sudah dipotong dengan gaji karyawan dan keperluan lainya. Keuntungan itu di dapat dari produksinya dalam sepekan saja untuk penyekat ruangan bisa mencapai 200 unit, dengan harga per pintunya rata-rata Rp100 ribu. Belum dari olahan rotan lainya.

Mungkin hal yang nantinya akan dia kembangkan adalah dari segi pemasaran yang bukan hanya di kawasan Indonesia saja, melainkan mampu merambah ekspor ke mancanegara. Sehingga semakin menambah omset penghasilan dan tentunya semakin mengharumkan nama Indonesia sebagai penghasil olahan rotan terbaik di Dunia.