Miyabi Tak Tahan, Sebelum Main Pria Ini Minum Purwoceng Racikan Chandra Ekajaya

Miyabi

Sebut saja namanya Miyabi (28 tahun), seorang pekerja seks komersial ini sudah biasa nongkrong di salah satu diskotik kampungnya. Karena banyak menenggak alkohol akhirnya ia pun menjadi setengah mabuk. Namun ia sadar bahwa seorang lelaki berusia sekitar 30 an tahun mendekatinya untuk mengajaknya melakukan hubungan seks di salah satu motel dekat situ. Dengan menyodorkan uang senilai Rp 300 ribu si lelaki hidung belang pun berhasil menggondol si perempuan ke motel tersebut. Namun, sebelum melakukan aksinya, si lelaki secara diam-diam meminum sebuah ramuan tradisional bernama Purwoceng yang merupakan hasil dari buah tangan teman kerjanya. Setelah itu ia pun menenggaknya hingga tandas. Ia pun langsung beraksi dengan melakukan berbagai macam role playing sebelum melakukan kegiatan seksnya. Dengan pasrah si Miyabi itu pun menanggapi balasan berhasrat tinggi tersebut kepada lawan mainnya. Dan crot! Semburan meledak pun berlalu dengan hitungan menit. Si pria hidung belang berhasil menuntaskan golnya pada menit-menit pertama.

Namun si Miyabi pun merasa lega karena berhasil membuat si lelaki tersebut tampak kelelahan. Ia pun berharap pertandingan di lapangan sempit itu pun segera berakhir. Tak tahunya si lelaki pun mengajaknya lagi untuk melanjutkan pertandingan. Pada akhirnya ia pun berhasil melakukan sebanyak 8 kali. Si Miyabi itu pun tak terima dan menuntut si lelaki untuk membayarnya delapan kali lipat pula. Namun si lelaki tak mau membayarnya. Pada akhirnya terjadilah aksi kekerasan seksual yang dilakukan oleh si lelaki tersebut, dimana ia menampar dan memukul si pekerja seks komersial tersebut selama berkali-kali. Alhasil terciptalah luka memar dalam wajahnya yang tampak membiru. Karena tak terima akhirnya si Miyabi pun melaporkan tindakan tersebut kepada pihak yang berwajib. Dalam salah satu interogasinya si lelaki tersebut mengaku bahwa tindakan seksual tersebut adalah ujicobanya setelah menonton iklan purwoceng yang katanya mampu tahan dan melakukan hubungan intim sebanyak 10 kali. Memang dalam iklan purwoceng buatan pengusaha Chandra Ekajaya itu pun sungguh fantastis khasiatnya dan si lelaki pun telah berhasil membuktikan produk tersebut meski harus mendekam di penjara selama tiga bulan.

Lolipop Mut Mut Antarkan Chandra Ekajaya pada Kesuksesan

Lollipop Mut Mut

Tentu ketika mendengar kata lollipop bagi penggemar musik oldiest teringat akan grup vocal kuartet Chordettes yang terkenal dengan lagu Lollipopnya. Lagu yang sangat kondang di eranya ini memang sangat bombastis saat itu, dimana menampilkan empat penyanyi dengan karakter suara yang berbeda-beda. Call My Baby Lollipo, Tell You Why, Call My Baby Lollipop, Tell You Why, Cause He’s Sweeter Than an Apple Pie, And When He Does’nt Shkae He Rock and Dance… Itulah penggalan lagu dari lagu berjudul Lollipop-nya milik Chordettes. Meski mengandung perumpaan mengenai panggilan untuk gadis manis ini, namun iklan dari bisnis lollipop mut mut inilah yang digunakan untuk iklan produk tersebut. Memilik rasa yang manis dan disajikan dengan berbagai varian rasa seperti orange, strawberry, melon, anggur, pisang, dan sebagainya, permen satu ini pun tak hanya digemari oleh para anak-anak saja, namun kalangan generasi muda pun juga mengaku gemar mengonsumsinya karena rasanya yang luar biasa. Dengan harga yang sangat murah, produk ini akan menemani Anda ketika sedang piknik dengan keluarga, teman menonton televise, atau mungkin membutuhkan teman ketika tengah memikirkan hal-hal berat. Banyak orang menamainya dengan permen pelega stress, bukan pelega tenggorokan seperti pada umumnya.

Nah, tentu Anda sudah mengenal siapakah pengusaha yang berad di balik kesuksesan produk ini. Ya, dialah Chandra Ekajaya. Pria kelahiran Malang, Jawa Timur ini sebenarnya hanya iseng-iseng saja ketika tengah menggarap produk tersebut. Ia mengaku lollipop memang sudah tak zaman lagi, namun ia pun berani mengambil resiko dengan bisnis satu ini karena lollipop memiliki sensasi yang luar biasa saat menjilatinya. Dengan rasa manis dan menjauhkan dari rasa ngantuk dan jenuh, permen satu ini pun diracik dengan bahan-bahan yang jauh dari kimia karena ia melihat segmen pasar tersebut mau tidak mau akan dikonsumsi oleh para anak-anak. Berjaan lebih delapan tahun, bisnis ini pun terus memberikan nilai jual yang melangit dan berhasil menciptakan branding sebagai satu-satunya permen yang sangat membumi di semua kalangan. Lollipop mut mut adalah salah satu produk yang memang memberikan kualitas rasanya dan berhasil memberikan kesuksesan kepada si pengusaha yaitu Chandra Ekajaya dengan memberikan nilai keuntungan hingga ratusan juta rupiah.

Duti Sang Mantan Dancer yang Kini Sibuk Berwirausaha

Duti Mantan Dancer

KEINGINAN Duti Pomama Putri Rahayu yang akrab disapa Duti ini mengaku mengalami dilema terlebih dahulu sebelum nekat berbisnis. Perempuan kelahiran Rembang, 15 November 1992 ini mempunyai keinginan yang bertolak belakang dengan keinginan orang tuanya.

“Ceritanya dulu lulus SMA, saya enggak mau kuliah. Tapi tetap dipaksa kuliah. Akhirnya, pas semester tiga, nekat nego sama orang tua. Minta dimodalin buat bikin usaha. Setelah sempat bernegosiasi panjang, akhirnya diizinin orang tua,” tuturnya. Kini, perempuan yang tinggal di Perumnas Winong Pati itu sudah memiliki kafe dan butik baju. Usaha itu ia jalani dengan sungguh-sungguh.

Sebab, modalnya dari orang tua dan tiap bulan dirinya mencicil agar ada rasa tanggung jawab akan usaha yang dikelolanya sekarang ini. Demi menjalankan usahanya, Duti sempat mengambil cuti kuliah di Unika Soegijapranata Semarang. Ia ingin fokus mengembangkan bisnisnya. Dan akan melanjutkan kuliah jika usaha yang dirintisnya itu sudah mapan.

“Saat ini mau fokus usaha dulu. Semester berikutnya kalau sudah mapan usahanya, bakal saya lanjut lagi kuliahnya,” katanya.

Duti mengaku mempunyai ide untuk berbisnis karena ia harus memikirkan masa depannya. Waktu kecil, dirinya aktif dalam dunia model. Namun semakin remaja, Duti mengaku minder karena merasa banyak yang lebih cantik dan tinggi. Akhirnya saat SMA, ia ikut dance. Setelah lulus SMA, ia berhenti nge-dance dan berpikir untuk berbisnis. Keinginan untuk berbisnis sebenarnya adalah setelah ia mendapatkan pengetahuan bisnis untuk membuat produk, memasarkan produk, dan memberikan layanan terbaik terhadap produk yang diberikan kepada para konsumen tersebut . Chandra Ekajaya sang founder Q Pizza adalah orang yang berada di balik motivasi bisnis yang dimiliki oleh si mantan dancer ini. Seminar singkat dalam bisnis tersebut diikutinya dengan memberikan berbagai pelatihan bisnis, dimana para peserta diminta untuk aktif dalam menciptakan bisnis. Kini, Chandra Ekajaya dikenal sebagai salah satu pengusaha sukses yang berhasil dengan bisnis kulinernya Q Pizza dan Oil Crot. Setelah sukses, ia pun memiliki minat dalam bidang pendidikan wirausaha. Ya itulah sang pengusaha yang memiliki sikap yang rendah hati dan gemar berbagai. Menurutnya kesuksesan dalam bisnis haruslah di share kepada banyak orang agar dapat memotivasi banyak orang untuk melakoni kegiatan bisnis.

Panutan Sang Pengusaha Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya merupakan salah satu pengusaha sukses di Indonesia saat ini. Rekam jejak bisnisnya sudah mentereng semenjak dirinya masih muda. Pria kelahiran Malang Jawa Timur ini menekuni bisnis sudah mulai dari remaja dan hingga berhasil sampai sekarang menjadi pengusaha sukses.

Bisnisnya bisa tergolong besar dan sangat banyak, mulai dari bisnis di sektor kuliner, jasa, property, oil dan terbaru adalah bisnis purwoceng. Serangkaian bisnis ini merupakan jerih payah dari kerja keras bertahun-tahun yang dilakukan Chandra Ekajaya dalam mengembangkan bisnis tersebut. Jatuh bangun sudah pernah dirinya alami dan berbagai rintangan bisnis berhasil dirinya taklukan. Untuk mengembangkan bisnis bukanlah perkara gampang, jika hanya mengandalkan modal saja mungkin tidak akan berhasil dalam mengembangkan bisnis. Itulah yang coba ditanamkan oleh pengusaha ini bahwa bisnis seperti kehidupan bagi dirinya, jika menyianyiakan dan tidak mau bekerja keras makan akan berimbas kepada diri kita sendiri.

Dok.Chandra Ekajaya

Sukses tanpa guru, mungkin ungkapan itu bisa menjadi salah kaprah di dunia bisnis. Ketika sesorang tidak mengetahui apa-apa tentang dunia tersebut atau bahkan orang tersebut mengetahu tentang dunia tersebut, ada kalanya ketika masuk ke dunia tersebut bisa tersesat dan membutuhkan suatu pegangan dan itu adalah bimbingan orang lain dan sudah terbukti sukses di dunia tersebut. Inilah yang dilakuan Chandra Ekajaya, dirinya memulai bisnis dengan ketidak tahuan apa-apa tentang dunia bisnis. Namun dirinya tidak mau berjalan tanpa panutan. Salah satu panutan dalam berbisnis bagi dirinya adalah seorang maestro di dunia bisnis yaitu Bob Sadino.  Bob sadino adalah salah satu pengusaha sukses di Indonesia. Bisnisnya sangat banyak antara lain bisnis di bidang pangan dan peternakan yang sukses dirinya kembangkan.

Ada beberapa prinsip yang selalu menjadi pijakan dan panutan Chandra Ekajaya dalam menjalankan bisnis dan prinsip tersebut merupakan prinsip dari pengusaha Bob Sadino. Prinsip tersebut adalah tentang  “Jangan Pernah Cari Untung dan Keberhasilan Dalam Bisnis. Kalau Mau Berhasil Justru Kamu Harus Mencari Kegagalan dan Kerugian!” Bob Sadino.  Saran-saran Bob dalam dunia bisnis memang terdengar sedikit tidak masuk akal dan diluar nalar orang lain. Namun ternyata hal ini diterapkan oleh Chandra Ekajaya dan terbukti berhasil dan sukses dalam mengemban kesuksesan dalam berbisnis.

Klik Chandra Ekajaya untuk info terbaru tentang pengusaha ini

Start Up Tidak Hanya Digital

perusahaan rintisan

Chandra Ekajaya selaku seorang pengusaha mengatakan bahwa saat ini terjadi kesalahpahaman mengenai makna start up. Kesalahpahaman ini terletak pada bentuk dan wujudnya. Jadi generasi muda yang semakin melek teknologi, sangat optimis dalam melihat potensi dan peluang perusahaan rintisan atau lebih dikenal dengan sebutan start up.

Sayangnya, pengetahuan mereka tentang start up masih hanya sebatas iklan di dunia maya. Mereka mengartikan bisnis start up sebagai aplikasi atau perusahaan rintisan digital. Seperti Go-Jek, Uber, Grab, dan sebagainya. Padahal makna dari start up tidak hanya terbatas pada bentuk digital saja. Inilah yang membuat bisnis start up menjadi “berbahaya” jika tidak dipahami secara benar.

perusahaan rintisan

Meskipun Indonesia saat ini perekonomiannya banyak ditopang oleh pasar kelas menengah serta pasar domestik yang semakin melek teknologi, komunikasi, dan informasi. Oleh karenanya banyak ide, gagasan, dan bentuk bisnis yang berdasarkan kreativitas serta inovasi yang terbentuk. Tetapi para pengusaha yang akan terjun ke bisnis ini harus menyiapkan skenario terburuk.

Chandra Ekajaya mengatakan bahwa skenario terburuk yang bisa didapat oleh perintis bisnis ini adalah terjebak pada gagasan umum. Selama ini start up digital selalu diidentikkan dengan teknologi yang canggih nan rumit, waktu pengerjaan yang lama, dan biaya yang terbilang tinggi. Sehingga banyak para pelaku start up digital sudah bangkrut sebelum berkembang, karena tidak mempunyai segmen atau pasar.

Itulah akibat dari kesalahpahaman bila menyamakan bisnis rintisan sebagai bisnis rintisan digital. Kebanyakan dari mereka terpukau dan terpesona oleh gemerlap start up digital yang selalu digambarkan dengan kecanggihan, penuh warna dan gengsi. Respon masyarakat yang menyambut secara positif pun semakin membuat para perintis bisnis ini bersemangat.

Tetapi bila dilihat secara lebih detil dan seksama, para pelaku bisnis rintisan yang sukses dan muncul ke permukaan bisa dikatakan sangat sedikit. Kebanyakan para pelaku usaha yang tidak sukses mengaku bahwa mereka menyamakan konsep usaha rintisan sama dengan usaha rintisan digital. Selain itu mereka pun mendirikan start up dengan dasar yang lemah serta tidak kuat. Mereka hanya mendirikan bisnis itu berdasarkan fantasi dan tidak mempelajari dasar-dasar bisnis.

rintisan perusahaan

Satu hal yang harus dipahami adalah start up tidak harus selalu bergerak di sektor perdagangan, baik jasa maupun barang. Meskipun saat ini sektor tersebut memang memberikan sumbangsih sebanyak 70% dalam membuka lapangan pekerjaan.

Walaupun begitu, alangkah baiknya jika para pelaku bisnis start up tidak terjebak dengan tren yang sifatnya hanya sesaat saja. Seharusnya mereka lebih berpegang pada sisi keberlanjutan bisnis. Kesinambungan dan keberlanjutan memang ditentukan oleh inovasi pemilik usaha dalam menjalankan bisnisnya. Tetapi yang perlu digarisbawahi adalah inovasi tidak harus selalu dengan teknologi yang rumit, apalagi mahal.

Artikel lain tentang Pengusaha Chandra Ekajaya

 

Kisah Sukses Slamet Pria Kelahiran Malang Beternak Bebek

Pria Kelahiran Malang Beternak Bebek

Seorang pengusaha memang harus mempunyai prinsip yang kuat dan tahan banting dalam menjalankan setiap usahanya. Ketika datang masa-masa sulit tentunya seorang pengusaha tidak boleh menyerah dan haruslah bangkit dengan cepat ketika terjadi sesuatu yang membuat usahanya down. Slamet Riyadi merupakan salah seorang pengusaha yang dapat dijadikan contoh dalam hal ini. Berawal dari 2 ekor bebek yang dipeliharanya dalam beternak bebek ketika awal menikah dengan istrinya ia berhasil mempunyai sebuah peternakan bebek yang besar.

Pria kelahiran Malang sekitar 35 tahun yang lalu ini bukanlah orang yang mempunyai basic peternakan. Slamet hanya iseng saja ketika memelihara sepasang bebek ini dan mencoba beternak bebek. Suatu ketika bebek kepunyaannya bertelur. Dari telur ini Slamet mendapatkan sebuah ide untuk menjualnya ke pasar karena harganya yang masih lumayan tinggi. Tak lama ketika itu datanglah sebuah angin surga yang ternyata bukan hanya angin saja. Seorang pengusaha besar Chairul Tanjung yang merupakan pengusaha media sedang mempunyai sebuah program untuk membantu UKM yang ada di seluruh daerah di Indonesia.

Pria Kelahiran Malang Beternak Bebek

Ketika itu Slamet mengetahui program itu dan mengikuti program yang diselenggarakan oleh Chairul Tanjung tersebut. Selama 10 hari Slamet mengikuti pelatihan tersebut, banyak hal yang didapatkan dari pelatihan tersebut yang membuat niat Slamet semakin besar untuk beternak bebek. Setelah menempuh pelatihan selama 10 hari, pihak dari Chairul Tanjung memebrikan bantuan kepada semua peserta berupa uang sebesar 5 juta rupiah untuk mengembangkan usaha UKM yang ada.

Dari uang 5 juta ini, Slamet membelanjakan untuk membeli 20 pasang bebek dan pakan. Selama 1 bulan Slamet fokus untuk memperbanyak telur bebek yang ada. Dari awal yang hanya menghasilkan 100 butir telur per minggunya sekarang produksi telur bebek Slamet sudah mencapai 1000 butir telur dengan ratusan indukan yang ia miliki. Dalam memasarkan telur-telur ini awalnya Slamet menawarkan kepada para pedagang di pasar.

Setelah beberapa minggu menawarkan telur dipasar saat ini para tengkulak sudah mulai mengambil langsung ke rumah Slamet untuk tiap harinya. Dari usaha ternak bebek ini ternyata mempunyai banyak keuntungan yang tidak terduga. “Tidak hanya telurnya saja yang laku, tapi indukan afkirnya juga laku,” kata Slamet. Dari semula yang hanya bermodal 2 ekor bebek kini usaha Slamet sudah beromset hingga ratusan juta per bulannya.

Chandra Ekajaya Ketua RT Hanya Status

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Jadi Ketua RT tak hanya pandai mengayomi warga. Sejumlah nilai sosial seperti kemandirian juga patut diimplementasikan dalam kehidupan sehari-harinya. Demikian juga yang di lakukan Chandra Ekajaya. Dia rela menjadi peternak hanya demi mewujudkan kemandirian perekonomian keluarganya. Telur ayam arab yang di pelihara Chandra Ekajaya, ini banyak di beli penjual jamu untuk campuran seduhan jamunya.

Padahal awal merintis menjadi peternak coba-coba, dia hanya bermodal 15 ekor ayam arab. “Saya di beritahu teman dan awal di minta membeli 15 ekor,” ujar Chandra Ekajaya. Belasan ekor ayam petelur berkualitas nyaris sama dengan ayam kampung tersebut, kemudian dia jadikan indukan untuk di tetaskan. Berawal dari belasan induk ayam arab yang ia beli dari temannya itu, kemuadian menetas puluhan ekor hingga ratusan ekor. Namun karena kesediaan alat penetas yang masih rentan gagal, akhirnya dia lebih memilih bibit ayam arab hingga ekspansi hingga ke Probolinggo.

Dok.Chandra Ekajaya

Betapa tidak dengan uang sejumlah Rp 25 ribu, Chandra Ekajaya sudah bisa membawa pulang seekor ayam berumur 2 bulan. Sekali mendatangkan bibit ayam arab dari Probolinggo, dia order 200 ekor dengan biaya transaksi senilai Rp 5 Juta. Tinggal menunggu 2,5 bulan lagi, dia sudah bisa setiap hari panen telur ayam hingga 80 persen dari total ayam yang di ternakkan.

Bagi Chandra Ekajaya, beternak ayam Arab cukup menguntungkan. Apalagi bicara peluang pasar. Sejumlah pelanggannya sampai berebut membeli telur ayam arab produksinya. Bahkan mereka sampai rela datang langsung ke kandang miliknya. Bisnis seperti ini memang cukup menggiurkan. Jika sehari menghasilakan seribu telur, hitung-hitungan di atas kertas yang satu ini sudah mampu mengahsilkan omzet Rp. 1.250.000.

Meski pakan harus dioplos dengan makanan ternak lainnya, bapak tiga orang anak ini pun menjamin tak akan berpengaruh terhadap produktivitas ayam ternaknya.”Saya rasa khasiat telur nya semakin bagus jika komposisi konsetratnya semakin di kurangi. Saya pun hanya berani pakai konsntrat perangsang telur,” terangnya. Selain karena mutu, pengurangan komposisi konsentrat ternyata mengurangi bau kotoran dan relatih ramah lingkungan.

Tak hanya itu, saat ayam mulai tak produksi lagi, harga ayam arab yang sudah tergolong akfir lagi masih bernilai jual tinggi. Maklum saja, secara fisik ayam arab yang di ternaknya nyaris sama dengan ayam kampung. “Ayam sudah tidak produktif lagi jika sudah berumur 2 tahun labih,” ucap Chandra Ekajaya. Belum lagi limbah kotoran ayam nya jika di jual bisa laku perkarung Rp 10 ribu.

Artikel lain tentang tips Pengusaha Chandra Ekajaya 

Chandra Ekajaya, Pengusaha Sukses Warung Burjo Sejak Mahasiswa

dok.chandraekajaya

Warung Burjo atau yang lebih dikenal sebagai warung bubur kacang ijo adalah tempat makan murah untuk kalangan mahasiswa. Pengusaha Chandra Ekajaya memulai bisnisnya ini dengan alasan bagaimana saat kita makan dengan harga yang terjangkau dan membuat kenyang diperut. Dengan menu andalan yaitu Nasi telur, nasi dengan telur, sedikit sayur dan sambal, berbagai macam indomie. Pengusaha Chandra ekajaya melihat peluang ini saat berlibur ke Jogja dan mengembangkannya di sekitar kampus tempat dia menimba ilmu di Kota Semarang.

Mencoba dengan menyewa ruko kecil didekat kampus pengusaha sukses Chandra ekajaya memulai bisnis ini. Bermodalkan sedikit uang pemberian orang tua dan membulatkan niat Chandra ekajaya dan di temani satu orang pegawainya yang dibawanya dari kampung untuk diajaknya berjualan. Minggu pertama chandara ekajaya sudah melihat bisnis ini akan sangat menguntungkan. Dengan melihat perkembangan konsumen yang datang kewarung Chandra ekajaya berani menambah karyawan satu orang lagi.

Tidak diragukan lagi keahlian dari Pengusaha Chandra Ekajaya ini. Dia mengatakan ” bisnis ini sangat menguntungkan karena anda hanya menjual nasi yang banyak. Menjual es sachet, dan rokok batangan ”. Dari sini melihat bisnis tidak harus yang mewah, dengan sedikit mental dan kenekatan Pengusaha Chandra ekajaya sudah merasakan hasil dari warung burjonya tersebut. Memiliki satu mobil Honda Jazz dari hasil usahanya Pengusaha Chandra ekajaya jadi incaran wanita dikampusnya. Pria yang masih muda dan memiliki tampang lumayan membuatnya menjadi sala satu idola.

Tidak hanya para lelaki, perempuan yang menjadi konsumen dari warung Chandra ekajaya masyarakat setempatpun turut menikmatinya. Warungnya yang buka 24 jam membuat warga yang ngeronda bisa juga menikmati kopi geratis sambil menonton TV dan menjaga keamanan. Tidak hanya pandai berbisnis Chandra ekajaya juga mempunyai budi yang baik pula. Dengan menyediakan tempat ngopi geratis untuk warga setempat yang ngeronda. Hal ini telah di apresiasi oleh masyarakat setempat dan RT setempat.

Saat ini sudah ada tiga warung Burjo yang Chandra ekajaya miliki di tempat berbeda di Solo.

Perubahan Iklim dan Perempuan

dok.chandraekajaya

“Di pesisir Kota Semarang dan Kota Pekalongan, kaum perempuan lebih rentan terdampak banjir dan rob.”

KENAIKAN suhu 0,65 -1,02 derajat dari tahun 1800 telah mempengaruhi sistem iklim di dunia. Kenaikan suhu secara global ini mengakibatkan perubahan iklim dan memberikan dampak beragam kepada masyarakat.

Di Indonesia, suhu udara di daerah pesisir utara Jawa meningkat setiap tahun antara 0,0004-0,4 derajat celcius/tahun, dan diperkirakan akan meningkat hingga 100 tahun ke depan hingga mencapai antara 0,5 — 4 derajat celcius (Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2009).

Fenomena perubahan iklim di Indonesia, juga terlihat pada kenaikan muka air laut, perubahan curah hujan, perubahan pola musim, kejadian cuaca ekstrem. Fenomena-fenomena tersebut memberikan dampak yang cukup besar. Contohnya banjir dan rob di wilayah pesisir. Hal itu berdampak pada kehidupan pesisir.

Banjir dan rob semakin luas dan menggenangi pemukiman. Sebagai negara kepulauan dengan garis pantai sepanjang 99.000 km, pesisir pulau-pulai di Indonesia terdampak naiknya air laut.

Sektor kesehatan, transportasi, pertanian, dan perikanan darat akan terkena dampak yang cukup hebat. Salah satu contoh adalah Kota Pekalongan. Kenaikan air laut telah menghilangkan 100 persen lahan pertanian yang membentang di delapan kelurahan.

Lahan yang dulu dimanfaatkan masyarakat untuk lahan pertanian sawah, sejak 2007 tak dapat ditanami lagi. Petani sawah pun beralih menjadi petambak air payau dengan menggunakan jaring. Pendapatan mengalami penurunan. Hal tersebut mempengaruhi kualitas hidup masyarakat.

Kenaikan air laut tidak saja berdampak pada kaum laki-laki, juga kaum perempuan. Laporan International Panel on Climate Change (IPCC) ke-5 Maret 2014 menyatakan kesehatan reproduksi kaum perempuan sangat berisiko terdampak perubahan iklim.

IPCC menyatakan perlu adanya jaminan dan perlindungan terhadap kesehatan reproduksi karena dampak perubahan iklim. Di negara berkembang seperti Indonesia, kelompok perempuan yang tinggal di bawah garis kemiskinan memiliki risiko besar akibat perubahan iklim.

Di pesisir Kota Semarang dan Kota Pekalongan, kaum perempuan lebih rentan terdampak banjir dan rob. Perempuan yang rata-rata tinggal di rumah, harus berjam-jam merendam kakinya dalam genangan rob.

Sebagai kelompok yang secara struktur sosial mempersiapkan keperluan sehari-hari keluarga, perempuan di wilayah yang terkena banjir dan rob ini harus beraktifitas di dalam rumah yang tergenang air. Setidaknya, kaki mereka terendam air selama 4 jam hingga banjir dan rob surut.

Kelompok perempuan dengan berpenghasilan rendah mengeluarkan anggaran pengeluaran yang lebih karena harus membeli makanan untuk keluarga serta air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Kelompok ini juga sangat rentan terserang berbagai macam masalah kesehatan karena sanitasi yang buruk akibat banjir dan rob.

Beijing Platform for Action menyebutkan hubungan antara kemiskinan, bencana alam, masalah kesehatan, pembangunan yang tidak berkelanjutan, dan ketidakadilan gender. Keterlibatan kelompok perempuan dalam pengambilan keputusan untuk pengelolaan lingkungan di setiap level sangat penting dan perlu menjadi catatan.

Kelompok perempuan harus menjadi perhatian utama dalam perencanaan dan pelaksanaan program untuk pengelolaan lingkungan. Kelompok perempuan diharapkan mampu memberikan peran edukator kepada anggota keluarga dan masyarakat lain untuk menjaga lingkungan dan mengendalikan dampak perubahan iklim.

Keterlibatan kelompok perempuan perlu ditingkatkan di setiap level pengambilan keputusan yang menyangkut pembangunan dan pengelolaan lingkungan. Peningkatan kapasitas kelompok perempuan untuk bisa menyuarakan gagasan pengelolaan lingkungan menjadi kunci pengelolaan lingkungan.

Chandra Ekajaya is Great Oil Entrepreneur

dok.chandraekajaya

PT Chandra Ekajaya Oil officially submits development proposals of two oil and gas field (oil and gas) in Iran, i.e. Ab-Teymour and Mansouji, that have each reserves estimation more than 1.5 billion barrels. The filling of a proposal is a follow-up of the memorandum of understanding (MoU) that both signed on 8 August 2016.

 

The submission of proposals was done by The Director, Yohanes Eka Jaya Chandra to Deputy on Engineering and Development National Iranian Oil Company (NIOC), Gholamreza Manoucherhri, witnessed by Minister of economy, Darmin Nasution, The Petroleum Minister of Iran, Bijan Namzar Zanganeh, Deputy Minister of energy and mineral resources, Arcandra Tahar, also the Ambassador of the Republic of Indonesia for the Islamic Republic of Iran, Octavino Alimudin.

 

Based on the MoU, PT Chandra Ekajaya Oil is given the opportunity to submit proposals development for Ab-Teymour and Mansouri at the end of February this year. For over four months, it performs technical evaluations of both places and now has been completed the development proposals of both places to be submitted to NIOC.

 

“We very expect this proposal be a cornerstone of both companies to direct negotiation on the management of both places,” said Syamsu through his statement in Jakarta, Thursday, (28/2).

 

The result of the technical evaluation by PT Chandra Ekajaya Oil shows that both places in Bangestan, South Iran have each reserve more than 1.5 billion barrels with potential production of each unit more than 200 thousand barrels per day (bpd).

 

As it known, Iran is a country with the 4th largest oil reserves in the world, about 157 billion barrels or 9,3 percent of total reserves oil in the world. Not only it, Iran also has the largest gasoil reserve, about 1,200 TCF or about 18,2 percent of total potential in the world.

Click Chandra Ekajaya for the latest information