Chandra Ekajaya Idolakan Bob Sadino

Pengusaha Chandra Ekajaya sangat mengidolakan Mustari Sadino atau akrab dipanggil Bob Sadino. Pria yang gemar memakai celana pendek ini adalah seorang pengusaha di bidang pangan dan peternakan. Saat tutup usia pada umur 81 tahun, lika-liku kehidupannya hingga menjadi seorang pengusaha handal banyak menginspirasi. Dari tokoh seperti inilah maka Chandra Ekajaya memilih untuk keluar dari perusahaan yang membesarkan namanya. Bukan karena tidak memiliki prestasi, tetapi ia memilih untuk menjadi seorang pengusaha. Pada bulan November terakhir kemarin ia mengundurkan diri dan membuka usaha kerupuk berbasis tehnologi dengan menggunakan boiler dan teknologi canggih lainnya. Ia sudah merancang hal itu jauh sebelum dirinya memutuskan untuk resign. Bukan tanpa prestasi ia keluar dari perusahaan ternama itu. Dia berhasil meningkatkan output perusahaan tempatnya bekerja saat itu. Yang produksi dari awal hanya tiga kontainer perbulan menjadi 50 kontainer per bulan. Tak hanya itu saja, ia juga membawa perusahaan tempatnya bekerja sebagai industri yang peduli pada hutan rakyat.

Chandra Ekajaya Idolakan Bob Sadino

Karena itu pria yang lahir di Malang, Jawa Timur ini memilih untuk memutar balik karirnya menjadi seorang pengusaha. “Saya merasa bahwa top karir sudah saya dapatkan dan ingin menjadi usaha mandiri,” tambahnya. Selain itu dia juga ingin menyisihkan sedikit kerja kerasnya dengan orang lain. Tentunya dengan membuka lapangan pekerjaan. Sehingga, orang yang kurang mampu bisa bekerja dan menjadi bagian dari perusahaan yang dipimpinya saat ini. Pengusaha Chandra Ekajaya ini juga terinspirasi pada motivasi seorang pengusaha hebat itu, Bob Sadino. Dia mengatakan setinggi-tingginya jabatannya, tetaplah karyawan. Tapi sekecil-kecilnya usahanya, dia adalah bosnya. Pesan itu yang membuat Chandra Ekajaya semakin mantap memilih meninggalkan perusahaan pada saat posisinya sendiri sudah nyaman. “Kata-kata Bob Sadino itu yang memberikan saya motivasi untuk menjadi seorang pengusaha,” akunya. Kendati harus memulai dari awal, ia yakin bahwa usaha pabrik kerupuk yang dia pimpin sendiri itu akan menjadi perusahaan terbesar di wilayahnya. “Yakin lah, karena saya memiliki visi ke depan untuk ekspor,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *