Pengusaha Borong Tiket Bola

Pengusaha Borong Tiket Bola 2

Laga antara Persema dan Persibo membuat para pengusaha berbondong-bondong membeli tiket pertandingan. Pertandingan ini sangat penting bagi kedua belah pihak. Untuk wilayah Bojonegoro jelas saja ini merupakan pertandingan yang penting. Apalagi pertandingan ini dilaksanakan di kabupaten tersebut. Jelas saja, antusiasme seluruh warga sangat tinggi. Terlebih para pengusaha yang mempunyai uang berlebih, pasti mereka memborong tiket dan memberikan tiket tersebut kepada rekan serta para tetangganya. Tujuan mereka adalah memberikan dukungan kepada Persibo dan Persema. Sangat wajar jika melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi, karena ini merupakan laga perdana di kandang setelah persibo dikenai sanksi oleh PSSI. Para pengusaha yang memborong tiket kebanyakan berasal dari pebisnis yang bergerak di sektor olahraga, baik alat maupun fasilitasnya. Mereka tidak ingin melewatkan fenomena langka ini. Pebisnis, baik dari industri hulu dan hilir sangat mendukung pertandingan ini. Mereka pun menyiapkan berbagai macam atribut dan alat-alat musik marching band untuk memeriahkan semangat.

Pengusaha Borong Tiket Bola

Salah satu pebisnis yang memborong tiket sekaligus memberikan sumbangan untuk persiapan atribut itu adalah Chandra Ekajaya. Beliau adalah salah satu tokoh pengusaha muda Bojonegoro. Pria kelahiran Malang, Jawa Timur ini sebelumnya melebarkan sayap usahanya di kabupaten Wonosobo. Tetapi setelah sukses di kabupaten tersebut ia pindah ke kabupaten Bojonegoro. Di sini ia mulai berbisnis dengan mendirikan sebuah toko olahraga yang berisi alat-alat olahraga, seperti alat fitnes, bola, dan sebagainya. Ia pun mendukung segala macam bentuk olahraga yang diadakan di kabupaten tersebut terlebih lagi ada  Pengusaha Chandra Ekajaya tidak pernah absen dari penyelenggaraan olahraga. Selain karena ingin mempromosikan tokonya, gairah untuk menyukseskan dunia olahraga di kabupaten ini sangat tinggi. Salah satu yang bisa dilakukannya dalam mendukung laga perdana persibo adalah memborong tiket dan memberikannya kepada suporter persibo. Tujuannya supaya mereka semua dapat menonton laga pertandingan yang selama ini dinantikannya. Apalagi jumlah tiketnya pun sangat terbatas. Dengan membeli tiket, maka secara materi ia juga memberikan dukungan kepada tim sepak bola kebanggaan kabupaten, yaitu persibo.

Yohanes Chandra Ekajaya Keterbatasan Bukanlah Akhir

Masyarakat tak boleh lagi menganggap disabilitas fisik sebagai aib atau hal yang memalukan. Meskipun dengan keterbatasan, semua orang tetap bisa berekspresi dan berprestasi dengan caranya sendiri dalam berbagai bidang, termasuk olah raga.

Hal tersebut diungkapkan Ketua RW 10, Kelurahan Pajajaran, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Yohanes Chandra Ekajaya, di sela-sela acara sosialisasi dan pertandingan tenis meja persahabatan antara warga wilayah tersebut dan atlet paralimpik Kota Bandung di Aula RW 10. “Sudah bukan saatnya lagi masyarakat menyembunyikan anggota keluarganya yang menyandang disabilitas karena malu,” ujarnya.

Yohanes Chandra Ekajaya tak menampik jika hal seperti itu juga masih teijadi di lingkungannya. Meskipun hanya 1 persen dari total 3.000 jiwa, penyandang disabilitas di wilayah itu masih banyak yang belum bisa mengekspresikan diri dan menunjukkan kemampuannya karena kekhawatiran membuat malu keluarga.

Selama ini, kata Yohanes Chandra Ekajaya, hal tersebut memang wajar teijadi karena warganya belum banyak mengetahui wadah bagi kaum difabel untuk unjuk gigi. Namun, sosialisasi yang gencar dilakukan National Paralympic Committee (NPC) Kota Bandung membuat pola pikir warga mulai berubah.

“Warga dan saya pribadi, baru sekarang-sekarang memahami bahwa NPC merupakan wadah yang bisa membuat kaum difabel berbicara banyak di bidang olah raga prestasi,” tutur Yohanes Chandra Ekajaya.

Yohanes Chandra Ekajaya juga mengaku baru tahu bahwa salah seorang warganya, Silvy, sudah berprestasi mengharumkan Jabar dengan meraih medali perak Pepamas XV di cabang judo. Hal tersebut kini dilansir Yohanes Chandra Ekajaya membuat warga bangga terhadap Elda karena warga lain yang normal justru belum bisa berprestasi setinggi itu.

Dengan bantuan NPC Kota Bandung, Yohanes Chandra Ekajaya berharap warga di wilayahnya kini berani menampilkan anggota keluarganya yang menyandang disabilitas. “Dengan begitu akan banyak lagi prestasi seperti Silvy di sini,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, tenis meja dipilih menjadi cabang yang dikenalkan. Warga kemudian diberi kesempatan untuk menjajal para atlet peraih medali Pepamas XV cabang tenis meja.

Dalam hal ini, Yohanes Chandra Ekajaya selalu menekankan kepada warganya bahwa disabilitas seseorang bukanlah menjadi batasan karena sebenarnya mereka mempunyai banyak potensi hanya saja sering dipandang sebelah mata.