Chandra Ekajaya Kenalkan Produk Baru Q Pizza

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Salah satu perusahaan kuliner bernama Chandra Ekajaya semakin melebarkan sayapnya dalam dalam industri bisnis kuliner tanah air. Perusahaan yang bergerak di bidang kuliner ini menawarkan kepada para konsumen uuntuk beraneka macam produknya seperti junk food, susu, hingga sayur organik.

Pemilik perusahaan tersebut yaitu Chandra Ekajaya mengaku baru-baru ini ia melakukan ekspansi dengan membuka gerai ke 37 di  Jakarta. Salah  satu produk perusahannya yaitu Q Pizza yang kini menjadi produk yang ia kenalkan kepada masyarakat hari ini.

“Q Pizza memberikan tawaran kepada masyarakat sebagai upaya menyediakan kebutuhan pangan masyarakat yang lambat laun mengalami perubahan selera.” ujar Chandra Ekajaya saat melakukan launching warung Q Pizza di Mall Tangerang.

Dok.Chandra Ekajaya

Ini adalah gerai perdana yang dibuka dan menampilkan sebuah konsep Pizza Mini Theater. Konsep tersebut diadopasi dari bentuk gerai junkfood di Amerika yang mengajak para pelanggan untuk melihat langsung proses pembuatan makanan khas Italia ini.

Dengan ekspansinya tersebut, Chandra Ekajaya berhasil membawa perusahaannya dikenal oleh masyarakat luas. Ia bererncana bahwa nantinya Q Pizza dapat dikembangkan menjadi cabang-cabang yang tersebar di berbagai daerah.

Kini ia masih memfokuskan diri untuk membuat promo-promo menarik untuk Q Pizza serta mulai mengembangkan dan berinovasi khususnya untuk menambah varian-varian agar pelanggan terpuaskan dengan produk yang ditawarkan oleh Q Pizza. Selaku pemilik perusahaan, Chandra Ekajaya pun juga akan membuat sistem franchaise agar setiap orang dapat memanfaatkan secara maksimal peluang bisnis yang ada.

Info peluang Bisnis Pengusaha Chandra Ekajaya

Yohanes Chandra Ekajaya Loster Kayu Makin Digemari

Penggunaan loster kayu makin gemari. Sebab, tidak hanya berfungsi sebagai lubang angin semata tetapi kini telah berkembang sebagai pelengkap eksterior rumah sehingga rumah semakin indah dipandang serta menjadikan nyaman untuk ditempati. Adalah para perajin loster dari Desa Kertanegara, Kecamatan Haurgeulis yang membuat salah satu praktisi bangunan rumah pada bagian atas pintu maupun jendela ini tetap diminati.

Kerajian loster kayu ini mempunyai desain serta ukuran. Desainnya bervariatif, ada yang minimalis atau diselaraskan dengan minat atau tren rumah di saat ini. Ada juga bermotif klasik seperti motif aneka kembang.

“Harganya juga sangat terjangkau,” ujar Yohanes Chandra Ekajaya, salah seorang perajin loster. Untuk loster kayu berbahan kayu jati ukuran 20 cm persegi, perajin biasanya mematok harga sekitar Rp9.000 per unit. Sedangkan bahan kayu mahoni berkisar Rp7.500/unit dengan ukuran yang sama.

Ada pula konsumen yang memesan secara khusus dengan ukuran panjang dan lebar bervariasi. Biasanya menyesuaikan dengan ukuran kusen pintu atau jendela. “Tentu harganya berbeda lagi. Tapi kalau soal motif, tidak kalah dengan buatan daerah lain,” kata Yohanes Chandra Ekajaya.

Yohanes Chandra Ekajaya menjelaskan, untuk proses pembuatannya menggunakan atau memanfaatkan limbah dari berbagai jenis kayu. Umumnya kayu jati dan mahoni.

“Sekalipun ini kerajinan yang memanfaatkan bahan limbah tetapi kualitasnya tetap lebih unggul dari pada loster berbahan baku lainnya seperti dari tanah liat, keramik, beton, GRC atau besi,” jelas dia.

Secara fungsional, loster merupakan elemen sirkulasi udara atau penghawaan pada bangunan. Pemasangan loster biasanya diletakkan di atas pintu atau jendela, supaya fungsi loster sebagai ventilasi ruangan bisa lebih baik.

Selain peminat dari Indonesia, ternyata loster juga sudah mulai dilirik oleh berbagai negara, khususnya negara-negara Asia dan Eropa. Bentuk loster saat ini sangat bervariasi, karena sebagian peminat loster dari luar negeri ini sangat suka dengan model klasik dan unik Yohanes Chandra Ekajaya pun memang mengkhususkan pembuatan loster ini khusus dari kayu.

Di negara tetangga kita Malaysia, dan beberapa negara Eropa seperti Prancis dan Inggris, kerajinan loster dari kayu ini bernilai sangat tinggi, bahkan loster-loster asli Indonesia ini dipakai di beberapa gedung-gedung penting di negara itu.

Yohanes Chandra Ekajaya Kecil Bentuknya Banyak Manfaatnya

Bawang putih, siapa yang tidak tahu dengan rempah kecil penuh manfaat ini, dari obat kanker antibotik, penjaga daya tahan tubuh dan bahan masakan ini sangat digemari oleh banyak orang. Bahkan tidak akan lengkap sebuah masakan tanpa rempah yang satu ini.

Pernah melihat bawang dayak? Bentuknya memang relatif kecil dan berbeda dibandingkan bawang merah pada umumnya. Tapi manfaatnya tak sekecil bentuknya. Apa saja?

Pertama, untuk obat sakit perut. Suku Dayak sering memanfaatkan rempah tersebut sebagai obat herbal saat sakit perut. “Kandungan gizi bawang Dayak lebih kuat sehingga ampuh meredakan rasa nyeri, mual, dan sakit pada bagian perut” jelas Yohanes Chandra Ekajaya yang merupakan seorang pedagang bawang Dayak.

Kedua, obat flu. Bawang yang biasa tumbuh di daerah pegunungan itu memiliki kandungan zat antioksidan ampuh mencegah atau mengobati sakit flu. “Ada kuli panggul mengeluh badannya sakit semua. Lalu saya beri beberapa bawang Dayak untuk diseduh kemarin sudah bekerja lagi,” kata Yohanes Chandra Ekajaya.

Ketiga, melancarkan peredaran darah dan sistem pernafasan. “Tidak sedikit penderita asam urat beli baw’ang ini. Artinya memang benar bisa memperlancar peredaran darah,” ucap Yohanes Chandra Ekajaya.

Keempat, menjaga kesehatan organ reproduksi dan memperlancar ASI. Bawang Dayak diklaim dapat melancarkan datang bulan dan air susu ibu.

Cara penggunaan bawang Dayak juga mudah. Ambil 1-2 butir lalu dipotong kecil dan diseduh dengan air panas. Setelah air berubah merah dapat diminum.

Dari semua manfaat yang disebutkan di atas, itu hanya sebagian kecil dari fungsi bawang yang masih banyak lainnya. Yohanes Chandra Ekajaya mengatakan, selain sebagai penjual bawang dalam kondisi segar atau mentah, ia juga mengolah bawang dayak menjadi beberapa bentuk agar lebih enak saat dikonsumsi dan bisa lebih awet.

Salah satu bentuk olahan bawang dari Yohanes Chandra Ekajaya ini ialah jamu, karena jamu ialah sebuah minuman tradisional yang mengandung berbagai macam rempah, terutama bawang ini. jamu yang diproduksi Yohanes Chandra Ekajaya ini mempunyai manfaat sangat banyak, selain sebagai minuman radisionla yang unik, jamu ini bisa menjadi penjaga stamina dan daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Yohanes Chandra Ekajaya Kembangkan Industri Rotan Tanah Air

pengusaha J Chandra Ekajaya & J Wijanarko kembangkan usaha rotan

pengusaha yohanes chandra ekajaya menembus pasaran rotan mancanegara

Yohanes Chandra Ekajaya kembali melebarkan ekspansi bisnisnya di Indonesia. Kali ini sektor idnustriproperty menjadi pilihanya, dan pilihanya jatuh pada buah Rotan. Pilihanya ini tidak tanpa alasan, sebelum melakukan bisnis tentunya dia telah melakukan banyak observasi dan pengamatan tentang pasaran Rotan dan bagaimana mengolahnya.

Dengan membuka usaha ini Yohanes Chandra Ekajaya sangat senang, karena bukan hanya dia yang mendapatkan keuntungan tapi juga bisa menyerap kerja para warga disekitarnya yang tadinya tidak memiliki pekerjaa. Sekareang ketika masuk daerah perkampungan industrinya, terlihat orang-orang yang sedang melakukan aktifitas membuta kursi, menganyam, membuat sketsel ruangan, craft, dan lainya.

Usaha ini dibuka sekitar 1 tahun yang lalu, meskipun masih bisa dikatakan baru namun perkembangan usahanya sudah banyak mengalami perkembangan. jika awal membuka usaha dirinya hanya mempunyai empat orang pekerja. Namun, kini sudah berkembang dan memiliki 30 orang karyawan yang setiap hari memproduksi pesanan dari pelanggannya, mulai dari kafe, restoran, rumah makan, hotel, dan toko-toko furnitur. Saya tidak bisa membuat rotan sendiri “makanya saya memperkerjakan masyarakat yang bisa membuat” ujar Yohanes Chandra Ekajaya.

Kesuksesan menembus pasaran Rotan nasional tidka lepas dari keuletan, kreatif dan selalu memproduksi desain yang baru menjadi andalanya dalam menggeluti bisnis ini. Ide desain yang Yohanes Chandra Ekajaya berasal dari dia semua, inspirasinya berasal dari banyak sudut pandang. Dengan keunikan desainya Sehingga produksinya kini menjadi salah satu yang paling digemari pembeli yang berasal dari seluruh Indonesia.

pengusaha J Chandra Ekajaya & J Wijanarko kembangkan usaha rotan

Yohanes Chandra Ekajaya bahkan selalu kebanjiran order dari pembeli lokal yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, seperti Kalimantan, Bali, Surabaya, dan beberapa daerah lain. Dia meyakini jika pasar kerajinan rotan di dalam negeri masih berpeluang bagus. Sehingga dirinya belum berpikir untuk mengekspor produksi rotanya.

Di dalam rumah produksinya juga terdapat ruangan showroom untuk memajang dan menyimpan rotan hasil produksinya. Pembeli bisa melihat-lihat hasil produksinya sebelum membeli. Untuk pesana luar kota menggunakan pemasaran online baik secara media sosial maupun website.

Menurut Yohanes Chandra Ekajaya, omset yang bisa di raup dari bisnis rotan nya ini mencapai 30 juta perbulanya, itu keuntungan bersih sudah dipotong dengan gaji karyawan dan keperluan lainya. Keuntungan itu di dapat dari produksinya dalam sepekan saja untuk penyekat ruangan bisa mencapai 200 unit, dengan harga per pintunya rata-rata Rp100 ribu. Belum dari olahan rotan lainya.

Mungkin hal yang nantinya akan dia kembangkan adalah dari segi pemasaran yang bukan hanya di kawasan Indonesia saja, melainkan mampu merambah ekspor ke mancanegara. Sehingga semakin menambah omset penghasilan dan tentunya semakin mengharumkan nama Indonesia sebagai penghasil olahan rotan terbaik di Dunia.