Kisah Sukses Slamet Pria Kelahiran Malang Beternak Bebek

Pria Kelahiran Malang Beternak Bebek

Seorang pengusaha memang harus mempunyai prinsip yang kuat dan tahan banting dalam menjalankan setiap usahanya. Ketika datang masa-masa sulit tentunya seorang pengusaha tidak boleh menyerah dan haruslah bangkit dengan cepat ketika terjadi sesuatu yang membuat usahanya down. Slamet Riyadi merupakan salah seorang pengusaha yang dapat dijadikan contoh dalam hal ini. Berawal dari 2 ekor bebek yang dipeliharanya dalam beternak bebek ketika awal menikah dengan istrinya ia berhasil mempunyai sebuah peternakan bebek yang besar.

Pria kelahiran Malang sekitar 35 tahun yang lalu ini bukanlah orang yang mempunyai basic peternakan. Slamet hanya iseng saja ketika memelihara sepasang bebek ini dan mencoba beternak bebek. Suatu ketika bebek kepunyaannya bertelur. Dari telur ini Slamet mendapatkan sebuah ide untuk menjualnya ke pasar karena harganya yang masih lumayan tinggi. Tak lama ketika itu datanglah sebuah angin surga yang ternyata bukan hanya angin saja. Seorang pengusaha besar Chairul Tanjung yang merupakan pengusaha media sedang mempunyai sebuah program untuk membantu UKM yang ada di seluruh daerah di Indonesia.

Pria Kelahiran Malang Beternak Bebek

Ketika itu Slamet mengetahui program itu dan mengikuti program yang diselenggarakan oleh Chairul Tanjung tersebut. Selama 10 hari Slamet mengikuti pelatihan tersebut, banyak hal yang didapatkan dari pelatihan tersebut yang membuat niat Slamet semakin besar untuk beternak bebek. Setelah menempuh pelatihan selama 10 hari, pihak dari Chairul Tanjung memebrikan bantuan kepada semua peserta berupa uang sebesar 5 juta rupiah untuk mengembangkan usaha UKM yang ada.

Dari uang 5 juta ini, Slamet membelanjakan untuk membeli 20 pasang bebek dan pakan. Selama 1 bulan Slamet fokus untuk memperbanyak telur bebek yang ada. Dari awal yang hanya menghasilkan 100 butir telur per minggunya sekarang produksi telur bebek Slamet sudah mencapai 1000 butir telur dengan ratusan indukan yang ia miliki. Dalam memasarkan telur-telur ini awalnya Slamet menawarkan kepada para pedagang di pasar.

Setelah beberapa minggu menawarkan telur dipasar saat ini para tengkulak sudah mulai mengambil langsung ke rumah Slamet untuk tiap harinya. Dari usaha ternak bebek ini ternyata mempunyai banyak keuntungan yang tidak terduga. “Tidak hanya telurnya saja yang laku, tapi indukan afkirnya juga laku,” kata Slamet. Dari semula yang hanya bermodal 2 ekor bebek kini usaha Slamet sudah beromset hingga ratusan juta per bulannya.

Chandra Ekajaya Ketua RT Hanya Status

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Jadi Ketua RT tak hanya pandai mengayomi warga. Sejumlah nilai sosial seperti kemandirian juga patut diimplementasikan dalam kehidupan sehari-harinya. Demikian juga yang di lakukan Chandra Ekajaya. Dia rela menjadi peternak hanya demi mewujudkan kemandirian perekonomian keluarganya. Telur ayam arab yang di pelihara Chandra Ekajaya, ini banyak di beli penjual jamu untuk campuran seduhan jamunya.

Padahal awal merintis menjadi peternak coba-coba, dia hanya bermodal 15 ekor ayam arab. “Saya di beritahu teman dan awal di minta membeli 15 ekor,” ujar Chandra Ekajaya. Belasan ekor ayam petelur berkualitas nyaris sama dengan ayam kampung tersebut, kemudian dia jadikan indukan untuk di tetaskan. Berawal dari belasan induk ayam arab yang ia beli dari temannya itu, kemuadian menetas puluhan ekor hingga ratusan ekor. Namun karena kesediaan alat penetas yang masih rentan gagal, akhirnya dia lebih memilih bibit ayam arab hingga ekspansi hingga ke Probolinggo.

Dok.Chandra Ekajaya

Betapa tidak dengan uang sejumlah Rp 25 ribu, Chandra Ekajaya sudah bisa membawa pulang seekor ayam berumur 2 bulan. Sekali mendatangkan bibit ayam arab dari Probolinggo, dia order 200 ekor dengan biaya transaksi senilai Rp 5 Juta. Tinggal menunggu 2,5 bulan lagi, dia sudah bisa setiap hari panen telur ayam hingga 80 persen dari total ayam yang di ternakkan.

Bagi Chandra Ekajaya, beternak ayam Arab cukup menguntungkan. Apalagi bicara peluang pasar. Sejumlah pelanggannya sampai berebut membeli telur ayam arab produksinya. Bahkan mereka sampai rela datang langsung ke kandang miliknya. Bisnis seperti ini memang cukup menggiurkan. Jika sehari menghasilakan seribu telur, hitung-hitungan di atas kertas yang satu ini sudah mampu mengahsilkan omzet Rp. 1.250.000.

Meski pakan harus dioplos dengan makanan ternak lainnya, bapak tiga orang anak ini pun menjamin tak akan berpengaruh terhadap produktivitas ayam ternaknya.”Saya rasa khasiat telur nya semakin bagus jika komposisi konsetratnya semakin di kurangi. Saya pun hanya berani pakai konsntrat perangsang telur,” terangnya. Selain karena mutu, pengurangan komposisi konsentrat ternyata mengurangi bau kotoran dan relatih ramah lingkungan.

Tak hanya itu, saat ayam mulai tak produksi lagi, harga ayam arab yang sudah tergolong akfir lagi masih bernilai jual tinggi. Maklum saja, secara fisik ayam arab yang di ternaknya nyaris sama dengan ayam kampung. “Ayam sudah tidak produktif lagi jika sudah berumur 2 tahun labih,” ucap Chandra Ekajaya. Belum lagi limbah kotoran ayam nya jika di jual bisa laku perkarung Rp 10 ribu.

Artikel lain tentang tips Pengusaha Chandra Ekajaya 

Chandra Ekajaya, Pengusaha Sukses Warung Burjo Sejak Mahasiswa

dok.chandraekajaya

Warung Burjo atau yang lebih dikenal sebagai warung bubur kacang ijo adalah tempat makan murah untuk kalangan mahasiswa. Pengusaha Chandra Ekajaya memulai bisnisnya ini dengan alasan bagaimana saat kita makan dengan harga yang terjangkau dan membuat kenyang diperut. Dengan menu andalan yaitu Nasi telur, nasi dengan telur, sedikit sayur dan sambal, berbagai macam indomie. Pengusaha Chandra ekajaya melihat peluang ini saat berlibur ke Jogja dan mengembangkannya di sekitar kampus tempat dia menimba ilmu di Kota Semarang.

Mencoba dengan menyewa ruko kecil didekat kampus pengusaha sukses Chandra ekajaya memulai bisnis ini. Bermodalkan sedikit uang pemberian orang tua dan membulatkan niat Chandra ekajaya dan di temani satu orang pegawainya yang dibawanya dari kampung untuk diajaknya berjualan. Minggu pertama chandara ekajaya sudah melihat bisnis ini akan sangat menguntungkan. Dengan melihat perkembangan konsumen yang datang kewarung Chandra ekajaya berani menambah karyawan satu orang lagi.

Tidak diragukan lagi keahlian dari Pengusaha Chandra Ekajaya ini. Dia mengatakan ” bisnis ini sangat menguntungkan karena anda hanya menjual nasi yang banyak. Menjual es sachet, dan rokok batangan ”. Dari sini melihat bisnis tidak harus yang mewah, dengan sedikit mental dan kenekatan Pengusaha Chandra ekajaya sudah merasakan hasil dari warung burjonya tersebut. Memiliki satu mobil Honda Jazz dari hasil usahanya Pengusaha Chandra ekajaya jadi incaran wanita dikampusnya. Pria yang masih muda dan memiliki tampang lumayan membuatnya menjadi sala satu idola.

Tidak hanya para lelaki, perempuan yang menjadi konsumen dari warung Chandra ekajaya masyarakat setempatpun turut menikmatinya. Warungnya yang buka 24 jam membuat warga yang ngeronda bisa juga menikmati kopi geratis sambil menonton TV dan menjaga keamanan. Tidak hanya pandai berbisnis Chandra ekajaya juga mempunyai budi yang baik pula. Dengan menyediakan tempat ngopi geratis untuk warga setempat yang ngeronda. Hal ini telah di apresiasi oleh masyarakat setempat dan RT setempat.

Saat ini sudah ada tiga warung Burjo yang Chandra ekajaya miliki di tempat berbeda di Solo.

Chandra Ekajaya is Great Oil Entrepreneur

dok.chandraekajaya

PT Chandra Ekajaya Oil officially submits development proposals of two oil and gas field (oil and gas) in Iran, i.e. Ab-Teymour and Mansouji, that have each reserves estimation more than 1.5 billion barrels. The filling of a proposal is a follow-up of the memorandum of understanding (MoU) that both signed on 8 August 2016.

 

The submission of proposals was done by The Director, Yohanes Eka Jaya Chandra to Deputy on Engineering and Development National Iranian Oil Company (NIOC), Gholamreza Manoucherhri, witnessed by Minister of economy, Darmin Nasution, The Petroleum Minister of Iran, Bijan Namzar Zanganeh, Deputy Minister of energy and mineral resources, Arcandra Tahar, also the Ambassador of the Republic of Indonesia for the Islamic Republic of Iran, Octavino Alimudin.

 

Based on the MoU, PT Chandra Ekajaya Oil is given the opportunity to submit proposals development for Ab-Teymour and Mansouri at the end of February this year. For over four months, it performs technical evaluations of both places and now has been completed the development proposals of both places to be submitted to NIOC.

 

“We very expect this proposal be a cornerstone of both companies to direct negotiation on the management of both places,” said Syamsu through his statement in Jakarta, Thursday, (28/2).

 

The result of the technical evaluation by PT Chandra Ekajaya Oil shows that both places in Bangestan, South Iran have each reserve more than 1.5 billion barrels with potential production of each unit more than 200 thousand barrels per day (bpd).

 

As it known, Iran is a country with the 4th largest oil reserves in the world, about 157 billion barrels or 9,3 percent of total reserves oil in the world. Not only it, Iran also has the largest gasoil reserve, about 1,200 TCF or about 18,2 percent of total potential in the world.

Click Chandra Ekajaya for the latest information

Chandra Ekajaya Oil Businessman of Bontang

dok.chandraekajaya

PT Chandra Ekajaya Oil collects dozens of prospective strategic partners for project grass root refinery Bontang in project expose. The company’s potential partners are requested to collects request for information at the upcoming April 2th.

 

The director, Yohanes Eka Jaya Chandra explains that project expose GRR Bontang has been responded with quite enthusiastic. Among the 95 companies, 12 companies are large oil and gas company.

 

“There are currently 95 companies from around the, both United States of America, Europe, East Asia, Middle East, even Indonesia that participate on this project expose. Certainly, we want to partner with companies that have high commitment to completing the project on 2023,” he said when on Hotel Grand Hyatt, Jakarta, yesterday.

 

The prospective partner companies are refiner companies, trading companies, and financial institutions. According to him, there are main four characteristics of prospective partners that desired PT Chandra Ekajaya Oil.

 

Namely, have trusted track records for the oil processing industry, mainly operational reliability and projects execution. Also, can adjust the structure and the business model that desired by PT Chandra Ekajaya Oil.

 

It has target to get that strategic partners on April 2017, 28th. Soon after being elected, it with strategic partners will start the progress of bankable feasibility study (BFS) that targeted completion on the beginning of 2018 cum to complete the formation of the Consortium. After that, Preliminary-Investment Decision 1 will be set to describe the estimated initial investment project of GRR Bontang.

 

As for the production of the refinery will be allocated for export market with two countries for destination, that is Philippines and Australia. Now, there is a trader that interested in doing a long-term contract to buy solar from Bontang refinery for sent to the both countries.

 

GRR Bontang is targeted to able to processing of crude oil about 300 thousand barrels per day with the capacity of gasolin product at least 60 thousand barrels per day and diesel at least 124 thousand barrels per day. Production results have specifications of Euro V.

Click Chandra Ekajaya for the latest information

Kisah Tobatnya Chandra Ekajaya Dari Jalan Sesat

dok.chandraekajaya

Kisah ini hanyalah setitik dari cerita kehidupan Chandra Ekajaya yang di share untuk di ambil ibroh dengan penuh keikhlasan dan keimanan. Waktu Chandra Ekajaya sudah bertaubat dan menghancurkan ilmu ilmu sesatnya , beberapa bulan Chandra Ekajaya masih di rudung kegelisahan dan mimpi mimpi yang memberikan makna bahwa Chandra Ekajaya bukan hanya harus memohon ampunan kepada sang Illahi tetapi juga harus meminta maaf kepada orang orang yang telah disakiti dengan ilmu ilmu sesatnya.

Banyak orang orang yang wafat syahid dengan ilmu-ilmu Chandra Ekajaya. Banyak keluarga yang teradu domba karena ulah ilmu ilmu sesatnya. Dari sekian banyak nya orang yang terdzholimi, ada ratusan orang orang yang terdaftar beserta alamat alamatnya. Dengan niat taubatan nasuha yang bersungguh sungguh Chandra Ekajaya harus secepatnya dan harus secepat pada hari itu juga untuk minta maaf kepada orang orang yang ana dzholimi beserta keluarganya walaupun itu harus memakan waktu lama dan biaya yang besar.

Ada sebagian orang orang yang memaafkan dengan ikhlas dan memberikan maafnya tanpa harus menghakimi Chandra Ekajaya. Tapi kebanyakan orang yang menghakiminya tanpa ampun seperti digantung diatas pohon dengan telanjang , dengan posisi kaki di atas dan kepala dibawah selama 4 hari, dan bukan hanya itu setiap saat orang orang melampiaskan kemarahan nya dengan memukul dengan kayu, besi, dll. Sakit seluruh badan dari ujung kaki hingga kepala, lebam sangat, darah berceceran tapi subhanallah Allah maha besar hati ini terasa tenang dan damai bahkan bibir Chandra Ekajaya tersenyum tanpa ia sadari.

Chandra Ekajaya merasa ikatan ana terlepas dan dari situ ia sudah tidak merasakan apa apa lagi dan ia sadar kembali setelah seminggu setelah pembebasannya itu. Dan waktu Chandra Ekajaya sadar ia sudah dirumah sakit dan orang yang pertama ana lihat adalah seorang berbaju putih dan berjanggut penuh wibawa. Saat ini Chandra Ekajaya sudah benar-benar bertaubat dan membuka sebuah warung makan yang menjadi pokok mata pencahariannya.

Info lain tentang Pengusaha Chandra Ekajaya

Yohanes Eka Jaya Chandra Perluas Bisnis Property

Dok.Yohanes Eka Jaya Chandra

Dok.Yohanes Eka Jaya Chandra

Yohanes Eka Jaya Chandra saat ini menjadi pengusaha muda dengan pendapatan perbulan mencapai ratusan juta rupiah. Pria kelahiran Malang Jawa Timur 30 tahun yang lalu ini, menjadikan bisnis merupakan hidup bagi dirinya. Bisnis sudah menjadi keluarga kedua dan tujuan hidup yang harus digeluti saat ini.

Berbagai macam bisnis sudah Yohanes Eka Jaya Chandra dirikan dan kembangkan. Mulai dari bisnis kuliner, bisnis fashion, dan juga bisnis property. Untuk bisnis fashion dan kuliner, Yohanes Eka Jaya Chandra menjadikan bisnisnya ini sebagai bisnis keluarga, ada beberapa anggota keluarga yang sengaja di beri tanggung jawab oleh dirinya untuk mengembangkan bisnisnya tersebut.

Saat ini Yohanes Eka Jaya Chandra sedang fokus dengan bisnis barunya di dunia property. Bisnis property sendiri saat ini merupakan bisnis yang sangat menjanjikan dari segi keuntungan yang dihasilkan. Perusahaan yang diberi nama Eka Jaya Group ini bergerak di bidang penjualan asset tanah dan bangunan, mulai dari perumahan, apartemen dan juga hotel.

Dok.Yohanes Eka Jaya Chandra

Eka Jaya Group sendiri berdiri sejak tahun 2014 dan sudah memilki karywan hingga ribuan orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Kantor pusatnya berada di Jakarta dan memiliki beberapa cabang di kota-kota besar di Indonesia.

Yohanes Eka Jaya Chandra juga bersama-sama dengan pemerintah mewujudkan rumah hunian layak dan murah untuk masyarakat Indonesia melalui program KPR. Program KPR sendiri adalah merupakan Kredit Perumahan Rakyat yang digagas oleh pemerintah untuk memberikan hunian yang layan dan murah bagi masyarakat golongan menengah kebawah.

Pada tahun 2017 ini Yohanes Eka Jaya Chandra melalui Eka Jaya Group telah bekerjasama dengan pengembang apartement ternama dari Singapura untuk mengembangkan bisnis property nya di mancanegara. Salah satu agenda pada tahun 2017  adalah ikut dalam pembangunan apartement di Singapuran dan beberapa negara Asia Tenggara lainya. Proyek ini merupakan langkah maju yang diambil oleh Yohanes Eka Jaya Chandra untuk memajukan perusahaan agar mampu dikenal di kancah bisnis propert global.

Bagi Yohanes Eka Jaya Chandra, potensi dan peluang bisnis harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Bagi dirinya kesempatan tidak akan datang untuk kedua kalinya, untuk itulah kesempatan yang baik tersebut tidak disia siakan oleh Yohanes Eka Jaya Chandra.

Uji Kualitas Asap PT Chandra Ekajaya Oil Belum Keluar

asap

Dok.Chandra Ekajaya

Sudah lebih satu bulan hasil uji kualitas asap PT Chandra Ekajaya Oil yang dijanjikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota dan Provinsi, sampai Rabu (22/2) belum keluar. Hal itu diakui owner PT Chandra Ekajaya Oil, Chandra Ekajaya saat ditemui di kantornya. Chandra Ekajaya menyatakan, DLH menjanjikan mengeluarkan hasil uji kualitas asap pabrik satu bulan lalu terhitung tanggal 17 Februari 2017, baik di dalam bangunan maupun di luar. “Namun, sampai sekarang hasil uji kualitas asap pabrik juga belum keluar,” tambahnya.

Ia berharap, hasil uji kualitas asap yang dilakukan dinas terkait segera keluar. Menurutnya, jika nanti hasil pengujian mengungkapkan asap PT Chandra Ekajaya Oil sudah sesuai baku mutu, maka sudah tidak ada yang perlu dipersoalkan oleh masyarakat. “Namun bila memang belum sesuai standar baku mutu, pihaknya akan meminta saran lagi dari DLH untuk melakukan pembenahan lebih lanjut.” Papar Chandra Ekajaya.

Dok.Chandra Ekajaya

Saat ini, pihaknya juga telah melakukan perbaikan dan pembenahan agar asap tak sampai ke pemukiman warga. Filter bag pada dust collector (mesin penghisap asap dan debu) yang sebelumnya terbakar, sudah diganti. “Kami juga sudah mengoperasikan dua mesin dust collector,” jelas Chandra Ekajaya. Diungkapkan, saat ini asap pabrik industri PT Ria terkadang masih mencemari lingkungan, terutama pada pagi dan sore hari. “Namun jika dibandingkan sebelumnya, sudah jauh berkurang,” jelas Chandra Ekajaya.

Sementara itu, PT Chandra Ekajaya Oil saat dikonfirmasi membenarkan, hasil uji kualitas asap, PT Chandra Ekajaya Oil belum keluar dan masih menunggu hasil yang terbaik. Dan semoga dengan adanya hasil uji kualitas ini dapat membuat hubungan antara masyarakat, pegawai, dan PT Chandra Ekajaya Oil menjadi lebih baik kedepannya.

Info lain tentang Chandra Ekajaya

Meski Drop Out, Kini Yohanes Chandra Menjadi Jutawan

  Tak ada pepatah yang mengatakan bahwa kerja keras adalah hal yang sia-sia. Yohanes Chandra Eka telah membuktikan kenyataan tersebut. Tumbuh dari keluarga sederhana, prestasi akademik tidak pernah ia dapatkan, bahkan ia pun harus gagal di bangku kuliah karena lebih memilih untuk fokus dalam melakoni usaha yang tengah dirintisnya. Namun, ia meyakini bahwa dengan kegagalannya di bangku akademik berarti memiliki masa depan suram.

Yohanes Chandra Ekajaya menceritakan bahwa hinaan dari kerabat dan tetangganya di Malang menjadi lecutan dirinya untuk sukses dalam dunia bisnis. Keinginan itu pun akhirnya terjawab, dimana kini lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur ini menjadi pemilik dari sebuah produk kuliner terkemuka di Indonesia bernama Q Pizza.

Yohanes Chandra Ekajaya pebisnis yang kini sukses tersebut mengawali karir  bisnisnya dengan merintis sebuah usahanya untuk mendistribusikan produk-produknya ke beberapa kantin sekolah. Dengan bekal ilmu bisnis yang ia peroleh dari pamannya, ia pun mulai merintis usaha-usahanya di berbagai kota. Kini Yohanes Chandra Ekajaya berhasil mengembangkan dan mengelola puluhan ruko di seluruh provinsi di Indonesia.
Yohanes Chandra Ekajaya yang memiliki hobi kuliner ini kemudian mendirikan Q Pizza dengan sistem waralaba yang telah dinobatkan sebagai salah satu dari sembilan waralaba kuliner terlahir di tahun 2015 versi Waralaba Magazine.

Selain itu, Yohanes Chandra Ekajaya juga mendirikan Jaringan Pengusaha Muda Nusantara (JPMN). “Lembaga ini harapannya dapat mengubah pola pikir anak muda di Indonesia yang memiliki minat dalam bisnis agar dapat menciptakan lapangan pekerjaan serta mendukung program pemerintah untuk ekonomi mandiri,” ujar Yohanes Chandra Ekajaya.

Kini, Yohanes Chandra Ekajaya tengah menulis sebuah buku motivasi bisnis. Buku tersebut rencananya akan diterbitkan pada bulan Februari mendatang.

Semua Data Analisis Keberhasilan Yohanes Chandra Ekajaya dalam Bisnis Udang Windu

Dok. Yohanes Chandra Ekajaya

Yohanes Chandra Ekajaya dikenal sebagai seorang pengusaha muda sukses yang baru-baru ini tengah menjalankan sebuah bisnis yang menjadi percontohan di desa wisata Banyutengen. Desa Banyutengen merupakan sebuah desa yang memiliki potensi alam yang sangat cocok untuk dijadikan sebagai industri perikanan. Salah satunya adalah, udang windu. Komoditi udang windu terus menjadi idola bagi para pengusaha tambak karena tingginya permintaan pasar pada jenis udang tersebut sangat besar di pasar.

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya sangatlah yakin bahwa dengan ukuran besar dan rasa udang yang manis mampu menciptakan komoditi udang windu yang banyak disenangi oleh pasar dalam negeri dan luar negeri. Dengan kisaran harga sekilo udang windu ditaksir seharga Rp 150 ribu dengan 10 hingga 15 ekor. Seiring dengan perkembangan zaman, masyarakat dan dunia pertanian meyukai makanan organik, berdampak pada peningkatan permintaan hasil budidaya udang windu di tambak. Berikut adalah beberapa hal yang harus direalisasikan secara baik mengenai budidaya udang windu:

  1. Memilih lokasi tambak yang baik
  2. Menyiapkan peralatan-peralatan pembantu yang dibutuhkan
  3. Membuat tambak dengan ukuran 2500-3000 m2
  4. Memupuk tambak
  5. Menebarkan benih udang dengan ukuran 15 hingga 20 ekor untuk setiap m2

Dengan melakukan bisnis udang windu, maka ada beberapa keuntungan yang tentu memiliki peluang yang besar dalam melakukan budidaya, diantaranya dari segi manfaat adalah sebagai berikut:

  1. Bergizi tinggi
  2. Dapat diolah menjadi beberapa produk
  3. Cepat Produksi

Dok. Yohanes Chandra Ekajaya

Dalam melakuakan berbagai macam usaha, ketekunan adalah kunci utama dari sukses. Namun, untuk mencapai tersebut diperlukan sebuah penghitungan maupun analisa keberhasilan suatu produk untuk melihat keefektifan produk tersebut di pasaran. Berikut adalah analisa keberhasilan produk udang windu yang dilakukan oleh Yohanes Chandra Ekajaya, sebagai berikut:

Usaha budidaya udang windu secara polikultur merupakan salah satu jenis usaha di bidang perikanan dan kelautan yang dalam pelaksanaannya untuk menghasilkan produksi, pendapatan dan keuntungan diperlukan berbagai macam anggaran biaya  yang mencakup biaya tetap (Fix cost) atau anggaran biaya tidak tetap (Variable Cost). Keuntungan/laba dalam melakukan suatu usaha, merupakan visi  bagi pelaku usaha, agar usaha yang ditekuninya terus berkembang. Oleh sebab  itu, para pelaku seharusnya melakukan penerapan prinsip ekonomi dalam menjalankan usahanya harus dijalankan. Pengertian prinsip ekonomi dalam menjalankan usaha adalah upaya menjalankan usaha untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dengan biaya yang dikeluarkan sekecil-kecilnya. Maka berikut ini adalah Analisa Data Keberhasilan tersebut.

Dok. Yohanes Chandra Ekajaya

Yohanes Chandra Ekajaya mengukur indeks keberhasilan tersebut diperoleh bahwa dari diagram tersebut diketahui beberapa anggaran yang diperhatikan yaitu berupa investasi, biaya tetap, biaya tidak tetap, dan yang terakhir adalah total penerimaan.  (Fix cos) dan biaya tidak tetap (variabel cost). Biaya-biaya usaha yang dikeluarkan antara lain biaya tetap (biaya penyusutan asset dan pajak), biaya operasional (pembelian benih dan BBM), dan biaya tenaga kerja (tenaga kerja persiapan,pemeliharaan dan juga tenaga panen). Harga jual untuk udang windu tergantung ukuran udang, untuk size 30 harga jualnya sebesar 70.000/Kg.

Dari seluruh biaya tidak tetap, biaya yang paling besar dikeluarkan adalah biaya untuk pakan, disusul oleh biaya benih. Tingginya harga pakan sering menjadi kendala utama bagi para pembudidaya sehingga tak jarang pembudidaya memberikan pakan alternatif lain yang harganya lebih terjangkau untuk menekan pengeluaran biaya pakan yang cukup besar.

Penerimaan/pendapatan adalah hasil kali jumlah produksi dikalikan dengan harga ikan/ udang. Adapun total penerimaan/pendapatan usaha budidaya tambak tahun 2012 untuk luasan lahan 5 ha Rp. 246.420.000,-. Keuntungan adalah selisih dari total penerimaan dikurangi total seluruh biaya yang dikeluarkan. Keuntungan yang diperoleh dari usaha polikultur udang per siklus dengan luasan lahan 5 ha dalam satu tahun mencapai Rp. 86.886.600,-. R/C rasio usaha budidaya polikultur udang per siklus adalah sebesar 1.69 dan usaha budidaya polikultur udang pertahun adalah sebesar 1.5.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kelayakan ekonomis usaha budidaya polikultur udang  yang ada. Budidaya udang windu memberikan keuntungan dalam dua belas bulan sebesar Rp. 83.763.710,- dengan perhitungan R/C ratio >1. Hal tersebut berarti bahwa usaha budidaya udang windu layak untuk diusahakan. Perhitungan analisis sensitifitas pada usaha budidaya udang windu untuk umur proyek 10 tahun diperoleh NPV sebesar Rp. 93.664.893,-, Net B/C sebesar 2,70 dan nilai IRR Sebesar 33% yang menunjukkan bahwa usaha budidaya polikultur udang windu layak untuk diusahakan selama umur proyek. Peluang Pengembangan Budidaya Udang Windu cukup besar terutama dilihat dari faktor pendukung berupa aspek teknis, keinginan masyarakat yang cukup besar, aspek finansial dan aspek pasar dan dapat meminimalisir faktor penghambat usaha tersebut.