Pilih Pasokan Dari Pasar

Pilih Pasokan Dari Pasar 2

Para pengusaha di wilayah kabupaten Gresik mengaku bahwa mereka lebih sering mendapatkan pasokan ikan dari pasar. Meskipun kebanyakan dari pengusaha olahan ini mempunyai lokasi yang dekat dengan para petani tambak bandeng, tetapi mereka memilih menerima pasokan dari pasar. Hal ini disebabkan beberapa faktor, diantaranya banyak petani tambak bandeng yang tidak bisa memenuhi jumlah pasokan karena tidak setiap hari dapat panen. Selain itu pertimbangan para pebisnis adalah ikan bandeng dari tambak dan pasar mempunyai ukuran yang sama. Maka dari itu pilihan mereka jatuh kepada pasar ikan. Sebab para petani tambak biasanya tidak menyortir ikan-ikannya sesuai dengan ukuran, sedangkan di pasar ikan-ikan sudah disortir sesuai dengan ukurannya. Maka dari itu para pebisnis ikan olahan lebih suka menerima pasokan ikan bandeng dari pasar. Untuk ukuran normal, para pengusaha ikan bandeng olahan ini setiap belanja selalu membeli ikan bandeng sebanyak 20 kg. Tetapi pasokan ini tidak habis dalam sehari, sebab tergantung juga dengan musim.

Pilih Pasokan Dari Pasar

Salah satu pengusaha ikan olahan adalah Chandra Ekajaya. Ia menyatakan bahwa penjualan ikan olahan bandengnya sangat ramai jika memasuki libur lebaran dan libur sekolah. Sedangkan untuk hari-hari biasa maka penjualannya sangat standar Kebiasaan lain dari para pengusaha ikan olahan adalah mereka kerap membeli ikan bandeng di pada malam hari. Menurut mereka ikan bandeng yang distok pada malam hari merupakan ikan-ikan yang sangat segar. Ikan segar merupakan nilai plus bila dibandingkan dengan ikan stok lama. Sebab para pebisnis ikan olahan ini biasanya langsung mengeksekusi dan mengolah ikan-ikan yang baru dibelinya. Ikan bandeng tersebut biasanya diolah menjadi ikan bandeng presto, ikan bandeng pepes, ataupun otak-otak bandeng. Banyak sekali makanan yang bisa diciptakan dari bahan baku ikan bandeng. Tetapi kebanyakan masyarakat lebih menyukai bandeng presto. Pengusaha Chandra Ekajaya mengatakan bahwa proses membuat bandeng presto adalah yang paling mudah dan praktis. Sebab membuat bandeng presto hanya memerlukan waktu 5 jam penuh. Ini dimaksudkan untuk melunakkan tulang-tulang yang ada di dalam tubuh ikan bandeng.

 

 

Pengusaha Nakal “Diawasi” BPJS Kesehatan

Para pengusaha nakal harus segera memperbaiki diri. Mereka perlu waspada dan gentar, karena BPJS Kesehatan melalui direktur hukim, komunikasi, dan hubungan antar lembaganya menyatakan bahwa terdapat beberapa perusahaan yang belum mematuhi administrasi kepesertaan program jaminan kesehatan nasional (JKN). Administrasi yang dimaksudkan meliputi pendaftaran dan tunggakan. Hal ini bukanlah hal yang sepele, sebab untuk ukuran perusahaan besar, nilai tunggakan mereka biasanya mencapai angka miliaran. Bila ini dikalikan dengan tiga atau lima perusahaan pasti nilainya bisa membengkak, padahal uang dengan nilai miliaran bisa dipergunakan untuk membantu rakyat miskin dan orang yang tidak punya. Sehingga mereka bisa mendapatkan jaminan kualitas kesehatan yang bermutu. BPJS Kesehatan mengingatkan para pengusaha untuk mendaftarkan pegawai atau karyawannya dalam kepesertaan program JKN. Hal ini sesuai dengan undang undang badan penyelenggara jaminan sosial, supaya para karyawan juga melaksanakan kewajibannya. Hal ini pun juga pernah dihimbau oleh menteri-menteri terkait supaya pelayanan kesehatan dapat menjangkau seluruh masyarakat.

Pengusaha Nakal “Diawasi” BPJS Kesehatan

Pengusaha Chandra Ekajaya mengatakan bahwa saat ini BPJS Kesehatan bekerja sama dengan beberapa kejaksaan tingi di berbagai wilayah. Sebagai pebisnis, ia sangat mendukung langkah yang ditempuh oleh BPJS Kesehatan. Hal ini dilakukan guna perusahaan dan para pengusaha semakin meningkat tingkat kepatuhannya terhadap program-program pemerintah terkait dengan kepesertaan program JKN. Dalam pelaksanaannya, BPJS Kesehatan akan menyerahkan data-data badan usaha atau perusahaan yang menunggak dan belum menyerahkan daftar karyawannya untuk mengikuti program JKN. Nantinya kejaksaan tinggi akan melakukan mediasi terlebih dahulu. Mungkin saja ini terkait masalah miss komunikasi atau kesalah pahaman. Chandra Ekajaya adalah salah satu pengusaha yang termasuk patuh dan taat terhadap aturan-aturan. Ia sangat mendukung kebijakan pemerintah melalui program BPJS Kesehatan, maka dari itu saat ada regulasi yang mengharuskan pengusaha untuk mendaftarkan karyawannya supaya turut serta dalam program jaminan kesehatan nasional maka ia segera mendaftarkan mereka. Kini di saat BPJS Kesehatan akan tegas menindak pengusaha yang nakal, maka ia sudah merasa aman karena sudah mengikuti segala macam peraturan yang sudah ditentukan pemerintah.

Chandra Ekajaya Kemas Sate Padang

Kemas Sate Padang Chandra Ekajaya

Pengusaha Chandra Ekajaya selalu memegang prinsip ana rega ana rupa, yang artinya ada harga ada bentuk. Prinsip ini berasal dari falsafah kebudayaan Jawa. Dengan prinsip ini, maka kualitas dan estetika akan disesuaikan dengan harga atau biayanya. Maka dari itu, di zaman yang modern seperti ini kemasan menjadi hal yang penting. Indonesia mempunyai banyak potensi kuliner, baik dari ujung barat hingga ujung timur. Dari apem, sate padang, gudeg, rawon, dan lain-lain. Ini membuat negara ini banyak dikunjungi oleh banyak wisatawan, baik asing mapupun domestik.

Kekayaan budaya kuliner inilah yang membuat Chandra Ekajaya merasa optimis untuk membuat makanan-makanan kemasan. Tetapi bukan sembarang kemasan, karena makanan yang dihadirkan adalah makanan tradisional Indonesia. Saat ini pebisnis kelahiran Malang, Jawa Timur ini menghadirkan sate padang dalam kemasan. Sate ini cukup direbus dengan air mendidih, kemudian dicampur dengan bumbu-bumbu pilihan asli Nusantara, lalu ditiriskan. Maka sate padang siap disantap para konsumen.

Kemas Sate Chandra Ekajaya

Kini, Indonesia sudah dikenal di manca negara karena produk-produk dari Chandra Ekajaya. Segala jenis makanan yang bikin kangen dengan negara Indonesia dijual oleh dirinya. Terutama bagi masyarakat Sumatera Barat yang bekerja di luar negeri. Selain itu produk ini juga dijual di seluruh wilayah Indonesia melalui toko-toko ritel. Respon dan apresiasi dari masyarakat sangat positif. Maka dari itu pengusaha Chandra Ekajaya akan meningkatkan kualitas produknya dan menambah varian-varian yang lain. Menurutnya masih banyak kuliner Nusantara yang pantas untuk dipopulerkan.

Para leluhur Nusantara memang sangat hebat. Mereka bisa membuat berbagai aneka masakan dan makanan yang sangat enak. Sungguh bangsa dan negara ini dikaruniai dengan anugerah yang luar biasa. Pebisnis ini sangat berharap makanan-makanan Indonesia bisa dikenal di seluruh dunia. Sebab makanan dari Indonesia, selain lezat, sedap, dan mengenyangkan, juga mempunyai manfaat bagi kesehatan. Hampir semua makanan Indonesia mempunyai anti tesisnya sendiri. Jadi jika ada makanan yang manis dan berpotensi diabetes, maka ada makanan yang bisa jadi pencegah sekaligus penyembuh diabetes. Inilah kehebatan makanan Nusantara tukas Chandra Ekajaya.

Pengusaha Sambut May Day

Pengusaha Sambut May Day

Tanggal 1 Mei sudah menjadi kesepakatan bersama untuk diperingati sebagai hari buruh. Bahkan pemerintah Indonesia pun sudah menetapkan tanggal 1 Mei sebagai hari libur nasional. Hari libur tersebut diperuntukkan untuk para buruh yang sudah mengabdikan dirinya untuk mengembangkan perekonomian Indonesia. Peringatan ini juga memberikan peringatan kepada pengusaha supaya lebih memperhatikan kesejahteraan pegawai dan karyawannya. Bahkan di beberapa kabupaten peringatan Hari Buruh ini pun akan dirayakan secara besar-besaran. Serikat buruh bersama pemerintah akan menghelat banyak perayaan. Dalam hal ini pemerintah yang berperan aktif dalam perayaan tersebut adalah Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Acara ini pun akan diisi dengan berbagai penyuluhan dan perlombaan serta jalan sehat. Selain penyelenggaraan jalan sehat, kegiatan ini juga akan diisi dengan acara sepak bola, futsal, bulu tangkis, serta berbagai olah raga lainnya. Hal ini bertujuan untuk membangun kerja sama dan gotong royong antara para buruh dan pengusaha serta pemerintah. Ketiga elemen ini harus saling bahu membahu dalam membangun perekonomian bangsa dan negara.

Pengusaha Sambut May Day 2

Dinas sosial dan tenaga kerja mengingatkan kepada para pengusaha supaya tetap tunduk dan patuh terhadap kebijakan dan regulasi dari pemerintah. Bila aturan diterapkan, pasti tidak akan muncul konflik yang menyulut demonstrasi para buruh kepada pengusaha. Itu pun berlaku bagi pemerintah. Jika pemerintah membuat peraturan yang tidak sehat, maka pasti akan didemo oleh para buruh. Pengusaha Chandra Ekajaya menegaskan bahwa dirinya akan bersikap patuh dan taat kepada peraturan negara kesatuan republik Indonesia. Sebab ia dibesarkan oleh bangsa dan negara ini, begitu pun perusahaannya. Maka sudah sangat wajar jika ia mengikuti segala macam kebijakan yang diputuskan oleh pemerintah. Chandra Ekajaya juga memberikan petuah kepada para pengusaha muda supaya tidak mencoba untuk bertindak nakal. Karena yang akan menjadi korban adalah masyarakat kelas bawah. Tentu saja sebagai pengusaha pasti menginginkan bisnisnya bisa stabil tanpa harus ada kericuhan. Sehingga waktu yang digunakan untuk demonstrasi tersebut bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas.

Chandra Ekajaya Dapat Berkah

Chandra Ekajaya Berkah

Pengusaha Chandra Ekajaya menjalani bisnis pada awalnya karena kondisi ekonomi yang memaksanya. Ia terdesak kebutuhan ekonomi. Semua itu berawal di tahun 2008. Dia sempat mengalami kecelakaan saat pulang dari tempat kerjanya. Ia menabrak sebuah mobil angkutan barang, bahkan dirinya sampai terpental terbang dari motornya. Akibat kecelakaan tersebut, ia penyembuhan total selama beberapa waktu. Ia hanya bisa berbaring. Untungnya, ada sang istri yang setia merawat dan mendampingi. Saat itu peluang untuk sembuh dan sehat sangat jauh dari bayangan. Sedangkan uang dari kantornya pun terus menipis karena tidak bisa aktif bekerja. Melihat kondisi seperti ini, Chandra Ekajaya dan istrinya memutar otak bagaimana memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Apalagi, mereka saat itu telah dikaruniai tiga anak, yang tentu saja memerlukan uang untuk memenuhi kebutuhannya. Untuk menutupi kebutuhan keluarga, sang istri mau berjualan apa saja, terutama pakaian. Sampai suatu saat, pertolongan Allah itu tiba dengan cara yang luar biasa. Orang tua Chandra Ekajaya berkunjung dan mengajarkan istrinya beberapa resep makanan.

Chandra Ekajaya Dapat Berkah

Mereka pikir mungkin itu bisa membantu anaknya. Dari sekian resep yang diajarkan, entah kenapa istrinya memilih untuk serius belajar membuat kue bakpia. Padahal, membuat bakpia termasuk resep yang tersulit. Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya istrinya bisa membuat bakpia yang enak. Awalnya dipasarkan di lingkungan terdekat, terutama di kantor tempatnya bekerja. Ternyata responsnya sangat bagus. Juga, ketika dipasarkan ke koneksinya di restoran dan hotel. Setelah kondisi kesehatannya pulih, dan bisa kembali bekerja, Chandra Ekajaya meneruskan bisnis bakpianya. Karena merasa perlu fokus untuk mengembangkan bisnisnya tersebut, pada 2012 ia memutuskan berhenti dari pekerjaan lamanya dan total hijrah menjadi pengusaha. Kini Cepia menjadi salah satu makanan oleh-oleh favorit dari Kota Malang, Jawa Timur. Ternyata dari sebuah musibah, banyak hikmah yang bisa mengubah hidup seseorang. Untuk kawan yang ingin bersilaturahmi dengan Chandra Ekajaya, atau icip-icip Cepia bisa mendapatkannya di berbagai tempat belanja oleh-oleh atau langsung datang ke outlet mereka di daerah Batu, Malang.

Chandra Ekajaya Idolakan Bob Sadino

Pengusaha Chandra Ekajaya sangat mengidolakan Mustari Sadino atau akrab dipanggil Bob Sadino. Pria yang gemar memakai celana pendek ini adalah seorang pengusaha di bidang pangan dan peternakan. Saat tutup usia pada umur 81 tahun, lika-liku kehidupannya hingga menjadi seorang pengusaha handal banyak menginspirasi. Dari tokoh seperti inilah maka Chandra Ekajaya memilih untuk keluar dari perusahaan yang membesarkan namanya. Bukan karena tidak memiliki prestasi, tetapi ia memilih untuk menjadi seorang pengusaha. Pada bulan November terakhir kemarin ia mengundurkan diri dan membuka usaha kerupuk berbasis tehnologi dengan menggunakan boiler dan teknologi canggih lainnya. Ia sudah merancang hal itu jauh sebelum dirinya memutuskan untuk resign. Bukan tanpa prestasi ia keluar dari perusahaan ternama itu. Dia berhasil meningkatkan output perusahaan tempatnya bekerja saat itu. Yang produksi dari awal hanya tiga kontainer perbulan menjadi 50 kontainer per bulan. Tak hanya itu saja, ia juga membawa perusahaan tempatnya bekerja sebagai industri yang peduli pada hutan rakyat.

Chandra Ekajaya Idolakan Bob Sadino

Karena itu pria yang lahir di Malang, Jawa Timur ini memilih untuk memutar balik karirnya menjadi seorang pengusaha. “Saya merasa bahwa top karir sudah saya dapatkan dan ingin menjadi usaha mandiri,” tambahnya. Selain itu dia juga ingin menyisihkan sedikit kerja kerasnya dengan orang lain. Tentunya dengan membuka lapangan pekerjaan. Sehingga, orang yang kurang mampu bisa bekerja dan menjadi bagian dari perusahaan yang dipimpinya saat ini. Pengusaha Chandra Ekajaya ini juga terinspirasi pada motivasi seorang pengusaha hebat itu, Bob Sadino. Dia mengatakan setinggi-tingginya jabatannya, tetaplah karyawan. Tapi sekecil-kecilnya usahanya, dia adalah bosnya. Pesan itu yang membuat Chandra Ekajaya semakin mantap memilih meninggalkan perusahaan pada saat posisinya sendiri sudah nyaman. “Kata-kata Bob Sadino itu yang memberikan saya motivasi untuk menjadi seorang pengusaha,” akunya. Kendati harus memulai dari awal, ia yakin bahwa usaha pabrik kerupuk yang dia pimpin sendiri itu akan menjadi perusahaan terbesar di wilayahnya. “Yakin lah, karena saya memiliki visi ke depan untuk ekspor,” tutupnya.

Menkop Cetak Pengusaha

Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga selaku Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop) menghimbau kepada perguruan tinggi negeri maupun swasta supaya bisa menjadi instansi atau sumber utama dari munculnya para pengusaha muda atau lahirnya para wirausahawan baru. Sebab kondisi perekonomian Indonesia saat ini, sesuai dengan arahan pemerintahan presiden Joko Widodo masih sangat membutuhkan banyak wirausahawan baru. Apalagi, melihat kondisi pendidikan, terutama di instansi perguruan tinggi yang tidak bisa menjanjikan lulusannya mendapatkan pekerjaan. Sehingga banyak para diploma ataupun sarjana yang tidak tertampung di lapangan pekerjaan yang ada, baik di instansi pemerintah maupun swasta. Artinya perguruan tinggi justru menghasilkan banyak pengangguran baru. Tentu saja hal itu berkebalikan dari tujuan universitas. Maka dari itu para pemuda perlu diberikan kemampuan dan keahlian yang dinamakan softskill, supaya nantinya mereka bisa bertahan dengan jalur wirausaha. Oleh sebab itu sekarang muncul mata kuliah kewirausahaan di perguruan tinggi. Meskipun banyak mahasiswa yang mempertanyakan fungsi dari mata kuliah wirausaha, tetapi saat mereka lulus, pasti akan bermanfaat.

Menkop Pengusaha

Bila dibandingkan dengan tahun 2015, pada tahun 2016 rasio wirausaha Indonesia telah meningkat. Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016 menyebutkan bahwa peningkatan tersebut mencapai 3,10 persen. Padahal di tahun sebelumnya hanya mencapai 1,64 persen. Tetapi sayangnya, bila dibandingkan dengan negara tetangga, yakni Malaysia dan Singapura, Indonesia masih kalah. Malaysia meraih angka 5 persen, sedangkan Singapura 7 persen. Kemudian untuk negara Amerika Serikat mencapai 14 persen, Republik Rakyat Tiongkok 11 persen, dan Jepang mencapai 10 persen. Chandra Ekajaya sebagai seorang pengusaha sangat sepakat dengan keputusan Puspayoga dalam memberikan pelatihan kewirausahaan bagi mahasiswa. Karena mahasiswa merupakan penyumbang terbesar angka pengangguran, maka wajar jika kementerian koperasi dan usaha kecil menengah menekankan program kewirausahaan kepada perguruan tinggi. Pengusaha Chandra Ekajaya merupakan salah satu hasil nyata dari program tersebut. Ia menjadi pengusaha berawal dari seorang wirausahawan. Bila ditarik sebelumnya, ia adalah seorang mahasiswa yang rajin mengikuti program kewirausahaan yang diadakan oleh universitasnya. Meskipun tidak berhubungan dengan jurusannya, tetapi ia mengaku bahwa program tersebut sangat bermanfaat.

Duti Sang Mantan Dancer yang Kini Sibuk Berwirausaha

Duti Mantan Dancer

KEINGINAN Duti Pomama Putri Rahayu yang akrab disapa Duti ini mengaku mengalami dilema terlebih dahulu sebelum nekat berbisnis. Perempuan kelahiran Rembang, 15 November 1992 ini mempunyai keinginan yang bertolak belakang dengan keinginan orang tuanya.

“Ceritanya dulu lulus SMA, saya enggak mau kuliah. Tapi tetap dipaksa kuliah. Akhirnya, pas semester tiga, nekat nego sama orang tua. Minta dimodalin buat bikin usaha. Setelah sempat bernegosiasi panjang, akhirnya diizinin orang tua,” tuturnya. Kini, perempuan yang tinggal di Perumnas Winong Pati itu sudah memiliki kafe dan butik baju. Usaha itu ia jalani dengan sungguh-sungguh.

Sebab, modalnya dari orang tua dan tiap bulan dirinya mencicil agar ada rasa tanggung jawab akan usaha yang dikelolanya sekarang ini. Demi menjalankan usahanya, Duti sempat mengambil cuti kuliah di Unika Soegijapranata Semarang. Ia ingin fokus mengembangkan bisnisnya. Dan akan melanjutkan kuliah jika usaha yang dirintisnya itu sudah mapan.

“Saat ini mau fokus usaha dulu. Semester berikutnya kalau sudah mapan usahanya, bakal saya lanjut lagi kuliahnya,” katanya.

Duti mengaku mempunyai ide untuk berbisnis karena ia harus memikirkan masa depannya. Waktu kecil, dirinya aktif dalam dunia model. Namun semakin remaja, Duti mengaku minder karena merasa banyak yang lebih cantik dan tinggi. Akhirnya saat SMA, ia ikut dance. Setelah lulus SMA, ia berhenti nge-dance dan berpikir untuk berbisnis. Keinginan untuk berbisnis sebenarnya adalah setelah ia mendapatkan pengetahuan bisnis untuk membuat produk, memasarkan produk, dan memberikan layanan terbaik terhadap produk yang diberikan kepada para konsumen tersebut . Chandra Ekajaya sang founder Q Pizza adalah orang yang berada di balik motivasi bisnis yang dimiliki oleh si mantan dancer ini. Seminar singkat dalam bisnis tersebut diikutinya dengan memberikan berbagai pelatihan bisnis, dimana para peserta diminta untuk aktif dalam menciptakan bisnis. Kini, Chandra Ekajaya dikenal sebagai salah satu pengusaha sukses yang berhasil dengan bisnis kulinernya Q Pizza dan Oil Crot. Setelah sukses, ia pun memiliki minat dalam bidang pendidikan wirausaha. Ya itulah sang pengusaha yang memiliki sikap yang rendah hati dan gemar berbagai. Menurutnya kesuksesan dalam bisnis haruslah di share kepada banyak orang agar dapat memotivasi banyak orang untuk melakoni kegiatan bisnis.

Panutan Sang Pengusaha Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya merupakan salah satu pengusaha sukses di Indonesia saat ini. Rekam jejak bisnisnya sudah mentereng semenjak dirinya masih muda. Pria kelahiran Malang Jawa Timur ini menekuni bisnis sudah mulai dari remaja dan hingga berhasil sampai sekarang menjadi pengusaha sukses.

Bisnisnya bisa tergolong besar dan sangat banyak, mulai dari bisnis di sektor kuliner, jasa, property, oil dan terbaru adalah bisnis purwoceng. Serangkaian bisnis ini merupakan jerih payah dari kerja keras bertahun-tahun yang dilakukan Chandra Ekajaya dalam mengembangkan bisnis tersebut. Jatuh bangun sudah pernah dirinya alami dan berbagai rintangan bisnis berhasil dirinya taklukan. Untuk mengembangkan bisnis bukanlah perkara gampang, jika hanya mengandalkan modal saja mungkin tidak akan berhasil dalam mengembangkan bisnis. Itulah yang coba ditanamkan oleh pengusaha ini bahwa bisnis seperti kehidupan bagi dirinya, jika menyianyiakan dan tidak mau bekerja keras makan akan berimbas kepada diri kita sendiri.

Dok.Chandra Ekajaya

Sukses tanpa guru, mungkin ungkapan itu bisa menjadi salah kaprah di dunia bisnis. Ketika sesorang tidak mengetahui apa-apa tentang dunia tersebut atau bahkan orang tersebut mengetahu tentang dunia tersebut, ada kalanya ketika masuk ke dunia tersebut bisa tersesat dan membutuhkan suatu pegangan dan itu adalah bimbingan orang lain dan sudah terbukti sukses di dunia tersebut. Inilah yang dilakuan Chandra Ekajaya, dirinya memulai bisnis dengan ketidak tahuan apa-apa tentang dunia bisnis. Namun dirinya tidak mau berjalan tanpa panutan. Salah satu panutan dalam berbisnis bagi dirinya adalah seorang maestro di dunia bisnis yaitu Bob Sadino.  Bob sadino adalah salah satu pengusaha sukses di Indonesia. Bisnisnya sangat banyak antara lain bisnis di bidang pangan dan peternakan yang sukses dirinya kembangkan.

Ada beberapa prinsip yang selalu menjadi pijakan dan panutan Chandra Ekajaya dalam menjalankan bisnis dan prinsip tersebut merupakan prinsip dari pengusaha Bob Sadino. Prinsip tersebut adalah tentang  “Jangan Pernah Cari Untung dan Keberhasilan Dalam Bisnis. Kalau Mau Berhasil Justru Kamu Harus Mencari Kegagalan dan Kerugian!” Bob Sadino.  Saran-saran Bob dalam dunia bisnis memang terdengar sedikit tidak masuk akal dan diluar nalar orang lain. Namun ternyata hal ini diterapkan oleh Chandra Ekajaya dan terbukti berhasil dan sukses dalam mengemban kesuksesan dalam berbisnis.

Klik Chandra Ekajaya untuk info terbaru tentang pengusaha ini

Start Up Tidak Hanya Digital

perusahaan rintisan

Chandra Ekajaya selaku seorang pengusaha mengatakan bahwa saat ini terjadi kesalahpahaman mengenai makna start up. Kesalahpahaman ini terletak pada bentuk dan wujudnya. Jadi generasi muda yang semakin melek teknologi, sangat optimis dalam melihat potensi dan peluang perusahaan rintisan atau lebih dikenal dengan sebutan start up.

Sayangnya, pengetahuan mereka tentang start up masih hanya sebatas iklan di dunia maya. Mereka mengartikan bisnis start up sebagai aplikasi atau perusahaan rintisan digital. Seperti Go-Jek, Uber, Grab, dan sebagainya. Padahal makna dari start up tidak hanya terbatas pada bentuk digital saja. Inilah yang membuat bisnis start up menjadi “berbahaya” jika tidak dipahami secara benar.

perusahaan rintisan

Meskipun Indonesia saat ini perekonomiannya banyak ditopang oleh pasar kelas menengah serta pasar domestik yang semakin melek teknologi, komunikasi, dan informasi. Oleh karenanya banyak ide, gagasan, dan bentuk bisnis yang berdasarkan kreativitas serta inovasi yang terbentuk. Tetapi para pengusaha yang akan terjun ke bisnis ini harus menyiapkan skenario terburuk.

Chandra Ekajaya mengatakan bahwa skenario terburuk yang bisa didapat oleh perintis bisnis ini adalah terjebak pada gagasan umum. Selama ini start up digital selalu diidentikkan dengan teknologi yang canggih nan rumit, waktu pengerjaan yang lama, dan biaya yang terbilang tinggi. Sehingga banyak para pelaku start up digital sudah bangkrut sebelum berkembang, karena tidak mempunyai segmen atau pasar.

Itulah akibat dari kesalahpahaman bila menyamakan bisnis rintisan sebagai bisnis rintisan digital. Kebanyakan dari mereka terpukau dan terpesona oleh gemerlap start up digital yang selalu digambarkan dengan kecanggihan, penuh warna dan gengsi. Respon masyarakat yang menyambut secara positif pun semakin membuat para perintis bisnis ini bersemangat.

Tetapi bila dilihat secara lebih detil dan seksama, para pelaku bisnis rintisan yang sukses dan muncul ke permukaan bisa dikatakan sangat sedikit. Kebanyakan para pelaku usaha yang tidak sukses mengaku bahwa mereka menyamakan konsep usaha rintisan sama dengan usaha rintisan digital. Selain itu mereka pun mendirikan start up dengan dasar yang lemah serta tidak kuat. Mereka hanya mendirikan bisnis itu berdasarkan fantasi dan tidak mempelajari dasar-dasar bisnis.

rintisan perusahaan

Satu hal yang harus dipahami adalah start up tidak harus selalu bergerak di sektor perdagangan, baik jasa maupun barang. Meskipun saat ini sektor tersebut memang memberikan sumbangsih sebanyak 70% dalam membuka lapangan pekerjaan.

Walaupun begitu, alangkah baiknya jika para pelaku bisnis start up tidak terjebak dengan tren yang sifatnya hanya sesaat saja. Seharusnya mereka lebih berpegang pada sisi keberlanjutan bisnis. Kesinambungan dan keberlanjutan memang ditentukan oleh inovasi pemilik usaha dalam menjalankan bisnisnya. Tetapi yang perlu digarisbawahi adalah inovasi tidak harus selalu dengan teknologi yang rumit, apalagi mahal.

Artikel lain tentang Pengusaha Chandra Ekajaya