Pilih Pasokan Dari Pasar

Pilih Pasokan Dari Pasar 2

Para pengusaha di wilayah kabupaten Gresik mengaku bahwa mereka lebih sering mendapatkan pasokan ikan dari pasar. Meskipun kebanyakan dari pengusaha olahan ini mempunyai lokasi yang dekat dengan para petani tambak bandeng, tetapi mereka memilih menerima pasokan dari pasar. Hal ini disebabkan beberapa faktor, diantaranya banyak petani tambak bandeng yang tidak bisa memenuhi jumlah pasokan karena tidak setiap hari dapat panen. Selain itu pertimbangan para pebisnis adalah ikan bandeng dari tambak dan pasar mempunyai ukuran yang sama. Maka dari itu pilihan mereka jatuh kepada pasar ikan. Sebab para petani tambak biasanya tidak menyortir ikan-ikannya sesuai dengan ukuran, sedangkan di pasar ikan-ikan sudah disortir sesuai dengan ukurannya. Maka dari itu para pebisnis ikan olahan lebih suka menerima pasokan ikan bandeng dari pasar. Untuk ukuran normal, para pengusaha ikan bandeng olahan ini setiap belanja selalu membeli ikan bandeng sebanyak 20 kg. Tetapi pasokan ini tidak habis dalam sehari, sebab tergantung juga dengan musim.

Pilih Pasokan Dari Pasar

Salah satu pengusaha ikan olahan adalah Chandra Ekajaya. Ia menyatakan bahwa penjualan ikan olahan bandengnya sangat ramai jika memasuki libur lebaran dan libur sekolah. Sedangkan untuk hari-hari biasa maka penjualannya sangat standar Kebiasaan lain dari para pengusaha ikan olahan adalah mereka kerap membeli ikan bandeng di pada malam hari. Menurut mereka ikan bandeng yang distok pada malam hari merupakan ikan-ikan yang sangat segar. Ikan segar merupakan nilai plus bila dibandingkan dengan ikan stok lama. Sebab para pebisnis ikan olahan ini biasanya langsung mengeksekusi dan mengolah ikan-ikan yang baru dibelinya. Ikan bandeng tersebut biasanya diolah menjadi ikan bandeng presto, ikan bandeng pepes, ataupun otak-otak bandeng. Banyak sekali makanan yang bisa diciptakan dari bahan baku ikan bandeng. Tetapi kebanyakan masyarakat lebih menyukai bandeng presto. Pengusaha Chandra Ekajaya mengatakan bahwa proses membuat bandeng presto adalah yang paling mudah dan praktis. Sebab membuat bandeng presto hanya memerlukan waktu 5 jam penuh. Ini dimaksudkan untuk melunakkan tulang-tulang yang ada di dalam tubuh ikan bandeng.

 

 

Pengusaha Nakal “Diawasi” BPJS Kesehatan

Para pengusaha nakal harus segera memperbaiki diri. Mereka perlu waspada dan gentar, karena BPJS Kesehatan melalui direktur hukim, komunikasi, dan hubungan antar lembaganya menyatakan bahwa terdapat beberapa perusahaan yang belum mematuhi administrasi kepesertaan program jaminan kesehatan nasional (JKN). Administrasi yang dimaksudkan meliputi pendaftaran dan tunggakan. Hal ini bukanlah hal yang sepele, sebab untuk ukuran perusahaan besar, nilai tunggakan mereka biasanya mencapai angka miliaran. Bila ini dikalikan dengan tiga atau lima perusahaan pasti nilainya bisa membengkak, padahal uang dengan nilai miliaran bisa dipergunakan untuk membantu rakyat miskin dan orang yang tidak punya. Sehingga mereka bisa mendapatkan jaminan kualitas kesehatan yang bermutu. BPJS Kesehatan mengingatkan para pengusaha untuk mendaftarkan pegawai atau karyawannya dalam kepesertaan program JKN. Hal ini sesuai dengan undang undang badan penyelenggara jaminan sosial, supaya para karyawan juga melaksanakan kewajibannya. Hal ini pun juga pernah dihimbau oleh menteri-menteri terkait supaya pelayanan kesehatan dapat menjangkau seluruh masyarakat.

Pengusaha Nakal “Diawasi” BPJS Kesehatan

Pengusaha Chandra Ekajaya mengatakan bahwa saat ini BPJS Kesehatan bekerja sama dengan beberapa kejaksaan tingi di berbagai wilayah. Sebagai pebisnis, ia sangat mendukung langkah yang ditempuh oleh BPJS Kesehatan. Hal ini dilakukan guna perusahaan dan para pengusaha semakin meningkat tingkat kepatuhannya terhadap program-program pemerintah terkait dengan kepesertaan program JKN. Dalam pelaksanaannya, BPJS Kesehatan akan menyerahkan data-data badan usaha atau perusahaan yang menunggak dan belum menyerahkan daftar karyawannya untuk mengikuti program JKN. Nantinya kejaksaan tinggi akan melakukan mediasi terlebih dahulu. Mungkin saja ini terkait masalah miss komunikasi atau kesalah pahaman. Chandra Ekajaya adalah salah satu pengusaha yang termasuk patuh dan taat terhadap aturan-aturan. Ia sangat mendukung kebijakan pemerintah melalui program BPJS Kesehatan, maka dari itu saat ada regulasi yang mengharuskan pengusaha untuk mendaftarkan karyawannya supaya turut serta dalam program jaminan kesehatan nasional maka ia segera mendaftarkan mereka. Kini di saat BPJS Kesehatan akan tegas menindak pengusaha yang nakal, maka ia sudah merasa aman karena sudah mengikuti segala macam peraturan yang sudah ditentukan pemerintah.

Chandra Ekajaya Kemas Sate Padang

Kemas Sate Padang Chandra Ekajaya

Pengusaha Chandra Ekajaya selalu memegang prinsip ana rega ana rupa, yang artinya ada harga ada bentuk. Prinsip ini berasal dari falsafah kebudayaan Jawa. Dengan prinsip ini, maka kualitas dan estetika akan disesuaikan dengan harga atau biayanya. Maka dari itu, di zaman yang modern seperti ini kemasan menjadi hal yang penting. Indonesia mempunyai banyak potensi kuliner, baik dari ujung barat hingga ujung timur. Dari apem, sate padang, gudeg, rawon, dan lain-lain. Ini membuat negara ini banyak dikunjungi oleh banyak wisatawan, baik asing mapupun domestik.

Kekayaan budaya kuliner inilah yang membuat Chandra Ekajaya merasa optimis untuk membuat makanan-makanan kemasan. Tetapi bukan sembarang kemasan, karena makanan yang dihadirkan adalah makanan tradisional Indonesia. Saat ini pebisnis kelahiran Malang, Jawa Timur ini menghadirkan sate padang dalam kemasan. Sate ini cukup direbus dengan air mendidih, kemudian dicampur dengan bumbu-bumbu pilihan asli Nusantara, lalu ditiriskan. Maka sate padang siap disantap para konsumen.

Kemas Sate Chandra Ekajaya

Kini, Indonesia sudah dikenal di manca negara karena produk-produk dari Chandra Ekajaya. Segala jenis makanan yang bikin kangen dengan negara Indonesia dijual oleh dirinya. Terutama bagi masyarakat Sumatera Barat yang bekerja di luar negeri. Selain itu produk ini juga dijual di seluruh wilayah Indonesia melalui toko-toko ritel. Respon dan apresiasi dari masyarakat sangat positif. Maka dari itu pengusaha Chandra Ekajaya akan meningkatkan kualitas produknya dan menambah varian-varian yang lain. Menurutnya masih banyak kuliner Nusantara yang pantas untuk dipopulerkan.

Para leluhur Nusantara memang sangat hebat. Mereka bisa membuat berbagai aneka masakan dan makanan yang sangat enak. Sungguh bangsa dan negara ini dikaruniai dengan anugerah yang luar biasa. Pebisnis ini sangat berharap makanan-makanan Indonesia bisa dikenal di seluruh dunia. Sebab makanan dari Indonesia, selain lezat, sedap, dan mengenyangkan, juga mempunyai manfaat bagi kesehatan. Hampir semua makanan Indonesia mempunyai anti tesisnya sendiri. Jadi jika ada makanan yang manis dan berpotensi diabetes, maka ada makanan yang bisa jadi pencegah sekaligus penyembuh diabetes. Inilah kehebatan makanan Nusantara tukas Chandra Ekajaya.

Pengusaha Sambut May Day

Pengusaha Sambut May Day

Tanggal 1 Mei sudah menjadi kesepakatan bersama untuk diperingati sebagai hari buruh. Bahkan pemerintah Indonesia pun sudah menetapkan tanggal 1 Mei sebagai hari libur nasional. Hari libur tersebut diperuntukkan untuk para buruh yang sudah mengabdikan dirinya untuk mengembangkan perekonomian Indonesia. Peringatan ini juga memberikan peringatan kepada pengusaha supaya lebih memperhatikan kesejahteraan pegawai dan karyawannya. Bahkan di beberapa kabupaten peringatan Hari Buruh ini pun akan dirayakan secara besar-besaran. Serikat buruh bersama pemerintah akan menghelat banyak perayaan. Dalam hal ini pemerintah yang berperan aktif dalam perayaan tersebut adalah Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Acara ini pun akan diisi dengan berbagai penyuluhan dan perlombaan serta jalan sehat. Selain penyelenggaraan jalan sehat, kegiatan ini juga akan diisi dengan acara sepak bola, futsal, bulu tangkis, serta berbagai olah raga lainnya. Hal ini bertujuan untuk membangun kerja sama dan gotong royong antara para buruh dan pengusaha serta pemerintah. Ketiga elemen ini harus saling bahu membahu dalam membangun perekonomian bangsa dan negara.

Pengusaha Sambut May Day 2

Dinas sosial dan tenaga kerja mengingatkan kepada para pengusaha supaya tetap tunduk dan patuh terhadap kebijakan dan regulasi dari pemerintah. Bila aturan diterapkan, pasti tidak akan muncul konflik yang menyulut demonstrasi para buruh kepada pengusaha. Itu pun berlaku bagi pemerintah. Jika pemerintah membuat peraturan yang tidak sehat, maka pasti akan didemo oleh para buruh. Pengusaha Chandra Ekajaya menegaskan bahwa dirinya akan bersikap patuh dan taat kepada peraturan negara kesatuan republik Indonesia. Sebab ia dibesarkan oleh bangsa dan negara ini, begitu pun perusahaannya. Maka sudah sangat wajar jika ia mengikuti segala macam kebijakan yang diputuskan oleh pemerintah. Chandra Ekajaya juga memberikan petuah kepada para pengusaha muda supaya tidak mencoba untuk bertindak nakal. Karena yang akan menjadi korban adalah masyarakat kelas bawah. Tentu saja sebagai pengusaha pasti menginginkan bisnisnya bisa stabil tanpa harus ada kericuhan. Sehingga waktu yang digunakan untuk demonstrasi tersebut bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas.

Pengusaha Borong Tiket Bola

Pengusaha Borong Tiket Bola 2

Laga antara Persema dan Persibo membuat para pengusaha berbondong-bondong membeli tiket pertandingan. Pertandingan ini sangat penting bagi kedua belah pihak. Untuk wilayah Bojonegoro jelas saja ini merupakan pertandingan yang penting. Apalagi pertandingan ini dilaksanakan di kabupaten tersebut. Jelas saja, antusiasme seluruh warga sangat tinggi. Terlebih para pengusaha yang mempunyai uang berlebih, pasti mereka memborong tiket dan memberikan tiket tersebut kepada rekan serta para tetangganya. Tujuan mereka adalah memberikan dukungan kepada Persibo dan Persema. Sangat wajar jika melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi, karena ini merupakan laga perdana di kandang setelah persibo dikenai sanksi oleh PSSI. Para pengusaha yang memborong tiket kebanyakan berasal dari pebisnis yang bergerak di sektor olahraga, baik alat maupun fasilitasnya. Mereka tidak ingin melewatkan fenomena langka ini. Pebisnis, baik dari industri hulu dan hilir sangat mendukung pertandingan ini. Mereka pun menyiapkan berbagai macam atribut dan alat-alat musik marching band untuk memeriahkan semangat.

Pengusaha Borong Tiket Bola

Salah satu pebisnis yang memborong tiket sekaligus memberikan sumbangan untuk persiapan atribut itu adalah Chandra Ekajaya. Beliau adalah salah satu tokoh pengusaha muda Bojonegoro. Pria kelahiran Malang, Jawa Timur ini sebelumnya melebarkan sayap usahanya di kabupaten Wonosobo. Tetapi setelah sukses di kabupaten tersebut ia pindah ke kabupaten Bojonegoro. Di sini ia mulai berbisnis dengan mendirikan sebuah toko olahraga yang berisi alat-alat olahraga, seperti alat fitnes, bola, dan sebagainya. Ia pun mendukung segala macam bentuk olahraga yang diadakan di kabupaten tersebut terlebih lagi ada  Pengusaha Chandra Ekajaya tidak pernah absen dari penyelenggaraan olahraga. Selain karena ingin mempromosikan tokonya, gairah untuk menyukseskan dunia olahraga di kabupaten ini sangat tinggi. Salah satu yang bisa dilakukannya dalam mendukung laga perdana persibo adalah memborong tiket dan memberikannya kepada suporter persibo. Tujuannya supaya mereka semua dapat menonton laga pertandingan yang selama ini dinantikannya. Apalagi jumlah tiketnya pun sangat terbatas. Dengan membeli tiket, maka secara materi ia juga memberikan dukungan kepada tim sepak bola kebanggaan kabupaten, yaitu persibo.

Chandra Ekajaya Sepakat Bahwa Bandung Adalah Kota Mantan

Bandung Kota Chandra Ekajaya

Seorang pengusaha muda sukses bernama Chandra Ekajaya menceritakan bahwa walikota Bandung saat ini yang akrab disapa dengan Kang Emil (Ridwan Kamil) memberikan pesan politik bersih dalam menciptakan nilai-nilai yang arif. Tanpa saling sikut dan adu-adu dalam mencapai sebuah jabatan kursi tertinggi di Bandung, ia menerangkan bahwa berpolitik perlu mengedepankan nalar tanpa mengesampingkan rasa, nilai, serta budaya saling menghormati masih tertanam dalam diri setiap pemimpin. Namun di zaman sekarang, politik justru menjadi tempat untuk menciptakan panggung sandiwara dan menjadikannya senjata untuk memutuskan hasrat berpolitiknya. Gairah politik pun kerap mengguncang panggung demokrasi Indonesia Black Campaign dan persaingan perpolitikan yang tak sehat untuk menguak tokoh politik agar tidak mendapatkan kepercayaan kepada masyarakat di Indonesia.

Pilkada Serentak menjadi panggung untuk mengimplementasikan politik di tengah masyarakat kita, dimana Pengusaha bernama Chandra Ekajaya menceritakan bahwa pilkada yang dimulai tanggal 15 Februari 2017 semakin menambah suasana panasa dalam panggung politik Indonesia. Memang urusan agama dicampuradukkan dengan urusan hukum,untuk menguasai dan memenangkan panggung demokrasi tersebut.

Chandra Ekajaya Bandung Kota

Pengusaha Chandra Ekajaya menceritakan bawa carut marut politik berindikasi dalam mencederai proses demokrasi di Indonesia dengan menyakiti ideology tertentu. Indonesia memang tampak kehilangan arah. Bangsa besar ini memang terlalu disibukkan dengan urusan politik dan hukum yang terus bergejolak tanpa muara. Pemerintah memang tidak boleh berlaur dalam situasi politik di Indonesia.

Chandra Ekajaya pun menceritakan pula bahwa role model kota maju hari ini tertuang di salah satu kota di Jawa Barat ini, dimana Ridwan Kamil terus menciptakan inovasi dan membangun infrastruktur yang menarik dengan kemampuannya sebagai seorang arsitektur. Dengan menggaet anak-anak muda daerah tersebut, Kang Emil pun kerap menciptakan beraneka acara populer bagi anak muda, bahkan lelaki berkacamata tersebut membuat sebuah sloga bernama Bandung Kota Mantan. Meski terdengar aneh, sebenarnya memuat kesan dan pesan yang diberikan oleh walikota tersebut. Pasalnya Bandung semakin menciptakan suasana dan nuansa dengan bangunan Indische nya yang megah, dimana setiap orang selalu menjemputnya untuk kembali.

Tak Ada Makan Siang Presiden Jokowi Suguhi Lumpia

Presiden Jokowi Temui SBY

Pertemuan yang dinanti-nantikan itu akhirnya terjadi. Kemarin (9/3), Presiden Jokowi  ( Joko Widodo ) menerima Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Merdeka. Pertemuan itu dipandang sangat bermakna secara politis, meskipun belum akan membuat hubungan antar-tokoh-tokoh politik di kedua belah pihak membaik.

SBY tiba di Istana Merdeka sekitar pukul 12.15. Mengenakan batik cokelat, SBY hadir didampingi mantan Menkopolhukam Djoko Suyanto. Usai berbincang secara tertutup hampir setengah jam, Jokowi dan SBY keluar menuju beranda belakang Istana Merdeka. Keduanya duduk di sofa tempat Presiden Jokowi biasa menjamu pemimpin negara lain dalam sesi veranda talk.

Tidak ada sesi makan siang dalam pertemuan tersebut. Jokowi dan SBY hanya minum teh di beranda belakang sembari mengudap lumpia. Cuaca cukup terik kemarin siang. Namun, itu tidak menghalangi burung-burung betet di halaman dalam kompleks Istana Kepresidenan berkicau mengiringi percakapan keduanya.

Percakapan selama lima menit itu berlangsung serius dengan sesekali diiringi tawa. Baik oleh Jokowi maupun SBY. Kesan kaku memang masih tampak di antara keduanya, meskipun tidak terlalu kentara. Keriuhan baru dimulai ketika Jokowi mepersilakan wartawan mendekat ke meja dia dan SBY untuk sesi doorstop.

Saat sesi tersebut, tampak SBY sedikit canggung, meski sebelumnya sempat tertawa lepas bersama Presiden. Bagi awak media, itu tidak mengherankan karena SBY memang terbilang jarang menyampaikan statemen dengan cara doorstop. Meskipun demikian, SBY tampak berupaya menutupi rasa canggung tersebut.

Menurut Jokowi, dia sudah berulang kali menyampaikan kepada publik bahwa pertemuan dnegan SBY tinggal diatur. “Direncanakan, tapi kadang saya ada waktu, pak SBY beliau waktunya tidak ada, beliau ada (waktu), saya pas barengan acara. Waktunya sekarang,” terang Jokowi. Menurut Presiden, keduanya membicarakan banyak hal mengenai ekonomi dan politik di tingkat nasional. “Dan masih banyak hal-hal lainnya, namanya diskusi,” lanjut ayah tiga anak itu, lantas tersenyum.

Pertemuan Sby Dan Presiden Jokowi

Sementara, SBY mengaku bersyukur karena akhirnya mereka bisa bertemu. “Pertemuan ini sudah digagas dan dirancang cukup lama. Alhamdulillah berlangsung,” tuturnya. Dia mengapresiasi keberhasilan pemerintahan Jokowi dalam menjamu Raja Saudi, maupun saat menjadi tuan rumah KTT IORA baru-baru ini.

SBY menuturkan, karena jarang bertemu, akhirnya muncul informasi-informasi yang menurut dia tidak patut didengar. “Tadi suasananya baik sekali karena dapat dijadikan sebagai ajang tabayyun,” lanjutnya. Apalagi, sebelumnya proses transisi dari pemerintahan dia ke pemerintahan Jokowi berlangsung dengan lancar. Mantan Menkopolkam itu meyakinkan bahwa setelah ini tidak ada lagi miskomunikasi antara pihaknya dengan pihak Presiden.

“Saya bisa menjelaskan, beliau (Jokowi) mendengar dengan seksama. Saya juga mendengar dari beliau,” tutur ayah dua anak itu. Pertemuan itu menjadi awal yang baik, karena tidak pas bila antara pemimpin dengan mantan pemimpin ada miskomunikasi.

Sementara itu, disinggung mengenai rencana SBY blak-blakan saat bertemu Presiden , Presiden pun menyela. “Masa blak-blakan diblak-kan (disampaikan) ke kamu,” canda Presiden, seraya tertawa.

SBY menegaskan, dia datang ke istana dalam kapasitas sebagai mantan presiden. Dia tidak ingin pertemuan tersebut dikaitkan dengan politik yang sifatnya lebih teknis. Peluang kerjasama antar parpol pun masih terbuka bila itu memang bisa menyelamatkan negeri. SBY hanya tertawa ketika disinggung apakah bakal ada pertemuan berikutnya.

Jokowi menambahkan, budaya transisi dan estafet antar pemerintahan harus dibiasakan. “Pembangunan yang sebelumnya diteruskan oleh pembangunan presiden berikutnya,” ucap Jokowi. hal itu akan baik untuk rakyat. Selain itu, pemerintahan baru jadi tidak harus memulai segalanya dari awal..

Meskipun demikian, pertemuan itu tidak bisa serta merta menjadi ajang rekonsiliasi antar tokoh politik. “Itu masih jauh, apalagi kalau dikaitkan antara pak SBY dengan bu Mega,” ucapnya. Dia hanya bisa menyebut pertemuan itu sangat bermakna bagi SBY maupun Presiden Jokowi.

Chandra Ekajaya Dapat Berkah

Chandra Ekajaya Berkah

Pengusaha Chandra Ekajaya menjalani bisnis pada awalnya karena kondisi ekonomi yang memaksanya. Ia terdesak kebutuhan ekonomi. Semua itu berawal di tahun 2008. Dia sempat mengalami kecelakaan saat pulang dari tempat kerjanya. Ia menabrak sebuah mobil angkutan barang, bahkan dirinya sampai terpental terbang dari motornya. Akibat kecelakaan tersebut, ia penyembuhan total selama beberapa waktu. Ia hanya bisa berbaring. Untungnya, ada sang istri yang setia merawat dan mendampingi. Saat itu peluang untuk sembuh dan sehat sangat jauh dari bayangan. Sedangkan uang dari kantornya pun terus menipis karena tidak bisa aktif bekerja. Melihat kondisi seperti ini, Chandra Ekajaya dan istrinya memutar otak bagaimana memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Apalagi, mereka saat itu telah dikaruniai tiga anak, yang tentu saja memerlukan uang untuk memenuhi kebutuhannya. Untuk menutupi kebutuhan keluarga, sang istri mau berjualan apa saja, terutama pakaian. Sampai suatu saat, pertolongan Allah itu tiba dengan cara yang luar biasa. Orang tua Chandra Ekajaya berkunjung dan mengajarkan istrinya beberapa resep makanan.

Chandra Ekajaya Dapat Berkah

Mereka pikir mungkin itu bisa membantu anaknya. Dari sekian resep yang diajarkan, entah kenapa istrinya memilih untuk serius belajar membuat kue bakpia. Padahal, membuat bakpia termasuk resep yang tersulit. Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya istrinya bisa membuat bakpia yang enak. Awalnya dipasarkan di lingkungan terdekat, terutama di kantor tempatnya bekerja. Ternyata responsnya sangat bagus. Juga, ketika dipasarkan ke koneksinya di restoran dan hotel. Setelah kondisi kesehatannya pulih, dan bisa kembali bekerja, Chandra Ekajaya meneruskan bisnis bakpianya. Karena merasa perlu fokus untuk mengembangkan bisnisnya tersebut, pada 2012 ia memutuskan berhenti dari pekerjaan lamanya dan total hijrah menjadi pengusaha. Kini Cepia menjadi salah satu makanan oleh-oleh favorit dari Kota Malang, Jawa Timur. Ternyata dari sebuah musibah, banyak hikmah yang bisa mengubah hidup seseorang. Untuk kawan yang ingin bersilaturahmi dengan Chandra Ekajaya, atau icip-icip Cepia bisa mendapatkannya di berbagai tempat belanja oleh-oleh atau langsung datang ke outlet mereka di daerah Batu, Malang.

Chandra Ekajaya Idolakan Bob Sadino

Pengusaha Chandra Ekajaya sangat mengidolakan Mustari Sadino atau akrab dipanggil Bob Sadino. Pria yang gemar memakai celana pendek ini adalah seorang pengusaha di bidang pangan dan peternakan. Saat tutup usia pada umur 81 tahun, lika-liku kehidupannya hingga menjadi seorang pengusaha handal banyak menginspirasi. Dari tokoh seperti inilah maka Chandra Ekajaya memilih untuk keluar dari perusahaan yang membesarkan namanya. Bukan karena tidak memiliki prestasi, tetapi ia memilih untuk menjadi seorang pengusaha. Pada bulan November terakhir kemarin ia mengundurkan diri dan membuka usaha kerupuk berbasis tehnologi dengan menggunakan boiler dan teknologi canggih lainnya. Ia sudah merancang hal itu jauh sebelum dirinya memutuskan untuk resign. Bukan tanpa prestasi ia keluar dari perusahaan ternama itu. Dia berhasil meningkatkan output perusahaan tempatnya bekerja saat itu. Yang produksi dari awal hanya tiga kontainer perbulan menjadi 50 kontainer per bulan. Tak hanya itu saja, ia juga membawa perusahaan tempatnya bekerja sebagai industri yang peduli pada hutan rakyat.

Chandra Ekajaya Idolakan Bob Sadino

Karena itu pria yang lahir di Malang, Jawa Timur ini memilih untuk memutar balik karirnya menjadi seorang pengusaha. “Saya merasa bahwa top karir sudah saya dapatkan dan ingin menjadi usaha mandiri,” tambahnya. Selain itu dia juga ingin menyisihkan sedikit kerja kerasnya dengan orang lain. Tentunya dengan membuka lapangan pekerjaan. Sehingga, orang yang kurang mampu bisa bekerja dan menjadi bagian dari perusahaan yang dipimpinya saat ini. Pengusaha Chandra Ekajaya ini juga terinspirasi pada motivasi seorang pengusaha hebat itu, Bob Sadino. Dia mengatakan setinggi-tingginya jabatannya, tetaplah karyawan. Tapi sekecil-kecilnya usahanya, dia adalah bosnya. Pesan itu yang membuat Chandra Ekajaya semakin mantap memilih meninggalkan perusahaan pada saat posisinya sendiri sudah nyaman. “Kata-kata Bob Sadino itu yang memberikan saya motivasi untuk menjadi seorang pengusaha,” akunya. Kendati harus memulai dari awal, ia yakin bahwa usaha pabrik kerupuk yang dia pimpin sendiri itu akan menjadi perusahaan terbesar di wilayahnya. “Yakin lah, karena saya memiliki visi ke depan untuk ekspor,” tutupnya.

Menkop Cetak Pengusaha

Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga selaku Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop) menghimbau kepada perguruan tinggi negeri maupun swasta supaya bisa menjadi instansi atau sumber utama dari munculnya para pengusaha muda atau lahirnya para wirausahawan baru. Sebab kondisi perekonomian Indonesia saat ini, sesuai dengan arahan pemerintahan presiden Joko Widodo masih sangat membutuhkan banyak wirausahawan baru. Apalagi, melihat kondisi pendidikan, terutama di instansi perguruan tinggi yang tidak bisa menjanjikan lulusannya mendapatkan pekerjaan. Sehingga banyak para diploma ataupun sarjana yang tidak tertampung di lapangan pekerjaan yang ada, baik di instansi pemerintah maupun swasta. Artinya perguruan tinggi justru menghasilkan banyak pengangguran baru. Tentu saja hal itu berkebalikan dari tujuan universitas. Maka dari itu para pemuda perlu diberikan kemampuan dan keahlian yang dinamakan softskill, supaya nantinya mereka bisa bertahan dengan jalur wirausaha. Oleh sebab itu sekarang muncul mata kuliah kewirausahaan di perguruan tinggi. Meskipun banyak mahasiswa yang mempertanyakan fungsi dari mata kuliah wirausaha, tetapi saat mereka lulus, pasti akan bermanfaat.

Menkop Pengusaha

Bila dibandingkan dengan tahun 2015, pada tahun 2016 rasio wirausaha Indonesia telah meningkat. Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016 menyebutkan bahwa peningkatan tersebut mencapai 3,10 persen. Padahal di tahun sebelumnya hanya mencapai 1,64 persen. Tetapi sayangnya, bila dibandingkan dengan negara tetangga, yakni Malaysia dan Singapura, Indonesia masih kalah. Malaysia meraih angka 5 persen, sedangkan Singapura 7 persen. Kemudian untuk negara Amerika Serikat mencapai 14 persen, Republik Rakyat Tiongkok 11 persen, dan Jepang mencapai 10 persen. Chandra Ekajaya sebagai seorang pengusaha sangat sepakat dengan keputusan Puspayoga dalam memberikan pelatihan kewirausahaan bagi mahasiswa. Karena mahasiswa merupakan penyumbang terbesar angka pengangguran, maka wajar jika kementerian koperasi dan usaha kecil menengah menekankan program kewirausahaan kepada perguruan tinggi. Pengusaha Chandra Ekajaya merupakan salah satu hasil nyata dari program tersebut. Ia menjadi pengusaha berawal dari seorang wirausahawan. Bila ditarik sebelumnya, ia adalah seorang mahasiswa yang rajin mengikuti program kewirausahaan yang diadakan oleh universitasnya. Meskipun tidak berhubungan dengan jurusannya, tetapi ia mengaku bahwa program tersebut sangat bermanfaat.