Chandra Ekajaya Kagumi Bandung

Ridwan kamil

Dok.Chandra Ekajaya

Pengusaha Chandra Ekajaya menerangkan bahwa Ridwan Kamil sebagai walikota Bandung memberikan pesan resistensi gaya politik bersih dalam pengejawantahan nilai-nilai yang anf. Tanpa saling sikut dalam mencapai misi tertentu. Berpolitik perlu mengedepankan nalar tanpa mengesampingkan rasa, nilai dan budaya saling memanusia kan masih tertanam dalam diri. Namun era politik sekarang hanya menjadi panggung sandiwara dan menjadikannya senjata pemutus hasrat politiknya.

Gemuruh politik kembali mengguncang panggung demokrasi Indonesia Kampanye hitam dan persaingan politik tidak sehat kian menguak setelah para tokoh politik di negen ini saling tuding dan curiga kepada lawan politiknya. Hingga, mereka saling lempar wacana yang dapat mengancam demokrasi di negeri ini.

Dok.Chandra Ekajaya

Pengusaha Chandra Ekajaya menjelaskan bahwa pilkada serentak yang dimulai tanggal 15 Februari 2017 lalu semakin menambah suasana panas dunia politik Indonesia. Proses pilkada tahun itu cukup penting sebagai bagian dan investasi dan manifestasi kekuatan politik untuk persiapan di tahun 2019.

Hingga, setiap calon kepala daerah baik tingkat bupati atau walikota dan gubernur bersaing ketat memperebutkan kursi jabatan di daerah masing-masing. Kepala daerah disinyalir dapat menjadi roda awal partai politik dalam menggalang suara untuk para bakal calon pemilih negeri ini yang akan bertarung dalam pilpres.

Urusanan hukum dan agama saat ini tampak dicampuradukkan dengan urusan politik. Hingga semua kalangan ikut berpolemik dalam masalah ini. Dan turut menyeret para pemuka agama dan akademisidi negeri ini larut dalam pusaran politik.

Pengusaha Chandra Ekajaya mengatakan bahwa karut marut politik berindikasi mencederai proses demokrasi di Indonesia dengan menyakiti ideologi tertentu. Indonesia tampak kehilangan arah. Bangsa ini terlalu disibukkan dengan urusan politik dan hukum yang terus bergejolak tanpa muara. Pemerintah tidak boleh berlarut-larut dalam masalah ini. Ancaman global perlu menjadi perhatian utama pemerintah saat ini agar negara asing tidak ikut bermain dibalik kegaduhan hukum dan politik di dalam negeri Indonesia.

Info terbaru tentang Pengusaha Chandra Ekajaya

Yohanes Eka Jaya Chandra Perluas Bisnis Property

Dok.Yohanes Eka Jaya Chandra

Dok.Yohanes Eka Jaya Chandra

Yohanes Eka Jaya Chandra saat ini menjadi pengusaha muda dengan pendapatan perbulan mencapai ratusan juta rupiah. Pria kelahiran Malang Jawa Timur 30 tahun yang lalu ini, menjadikan bisnis merupakan hidup bagi dirinya. Bisnis sudah menjadi keluarga kedua dan tujuan hidup yang harus digeluti saat ini.

Berbagai macam bisnis sudah Yohanes Eka Jaya Chandra dirikan dan kembangkan. Mulai dari bisnis kuliner, bisnis fashion, dan juga bisnis property. Untuk bisnis fashion dan kuliner, Yohanes Eka Jaya Chandra menjadikan bisnisnya ini sebagai bisnis keluarga, ada beberapa anggota keluarga yang sengaja di beri tanggung jawab oleh dirinya untuk mengembangkan bisnisnya tersebut.

Saat ini Yohanes Eka Jaya Chandra sedang fokus dengan bisnis barunya di dunia property. Bisnis property sendiri saat ini merupakan bisnis yang sangat menjanjikan dari segi keuntungan yang dihasilkan. Perusahaan yang diberi nama Eka Jaya Group ini bergerak di bidang penjualan asset tanah dan bangunan, mulai dari perumahan, apartemen dan juga hotel.

Dok.Yohanes Eka Jaya Chandra

Eka Jaya Group sendiri berdiri sejak tahun 2014 dan sudah memilki karywan hingga ribuan orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Kantor pusatnya berada di Jakarta dan memiliki beberapa cabang di kota-kota besar di Indonesia.

Yohanes Eka Jaya Chandra juga bersama-sama dengan pemerintah mewujudkan rumah hunian layak dan murah untuk masyarakat Indonesia melalui program KPR. Program KPR sendiri adalah merupakan Kredit Perumahan Rakyat yang digagas oleh pemerintah untuk memberikan hunian yang layan dan murah bagi masyarakat golongan menengah kebawah.

Pada tahun 2017 ini Yohanes Eka Jaya Chandra melalui Eka Jaya Group telah bekerjasama dengan pengembang apartement ternama dari Singapura untuk mengembangkan bisnis property nya di mancanegara. Salah satu agenda pada tahun 2017  adalah ikut dalam pembangunan apartement di Singapuran dan beberapa negara Asia Tenggara lainya. Proyek ini merupakan langkah maju yang diambil oleh Yohanes Eka Jaya Chandra untuk memajukan perusahaan agar mampu dikenal di kancah bisnis propert global.

Bagi Yohanes Eka Jaya Chandra, potensi dan peluang bisnis harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Bagi dirinya kesempatan tidak akan datang untuk kedua kalinya, untuk itulah kesempatan yang baik tersebut tidak disia siakan oleh Yohanes Eka Jaya Chandra.

Uji Kualitas Asap PT Chandra Ekajaya Oil Belum Keluar

asap

Dok.Chandra Ekajaya

Sudah lebih satu bulan hasil uji kualitas asap PT Chandra Ekajaya Oil yang dijanjikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota dan Provinsi, sampai Rabu (22/2) belum keluar. Hal itu diakui owner PT Chandra Ekajaya Oil, Chandra Ekajaya saat ditemui di kantornya. Chandra Ekajaya menyatakan, DLH menjanjikan mengeluarkan hasil uji kualitas asap pabrik satu bulan lalu terhitung tanggal 17 Februari 2017, baik di dalam bangunan maupun di luar. “Namun, sampai sekarang hasil uji kualitas asap pabrik juga belum keluar,” tambahnya.

Ia berharap, hasil uji kualitas asap yang dilakukan dinas terkait segera keluar. Menurutnya, jika nanti hasil pengujian mengungkapkan asap PT Chandra Ekajaya Oil sudah sesuai baku mutu, maka sudah tidak ada yang perlu dipersoalkan oleh masyarakat. “Namun bila memang belum sesuai standar baku mutu, pihaknya akan meminta saran lagi dari DLH untuk melakukan pembenahan lebih lanjut.” Papar Chandra Ekajaya.

Dok.Chandra Ekajaya

Saat ini, pihaknya juga telah melakukan perbaikan dan pembenahan agar asap tak sampai ke pemukiman warga. Filter bag pada dust collector (mesin penghisap asap dan debu) yang sebelumnya terbakar, sudah diganti. “Kami juga sudah mengoperasikan dua mesin dust collector,” jelas Chandra Ekajaya. Diungkapkan, saat ini asap pabrik industri PT Ria terkadang masih mencemari lingkungan, terutama pada pagi dan sore hari. “Namun jika dibandingkan sebelumnya, sudah jauh berkurang,” jelas Chandra Ekajaya.

Sementara itu, PT Chandra Ekajaya Oil saat dikonfirmasi membenarkan, hasil uji kualitas asap, PT Chandra Ekajaya Oil belum keluar dan masih menunggu hasil yang terbaik. Dan semoga dengan adanya hasil uji kualitas ini dapat membuat hubungan antara masyarakat, pegawai, dan PT Chandra Ekajaya Oil menjadi lebih baik kedepannya.

Info lain tentang Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya Peduli Sampah

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Memperingati hari peduli sampah nasional, Chandra Ekajaya dan Badan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BLH Hut) Kendari menggelar kegiatan bersih-bersih, yang difokuskan di teluk Kendari, termasuk sepanjang hutan tracking manggrove depan Hotel Grand Clarion Kendari, Minggu (19/2).

Kepala BLH Hut Kendari, Ir Hj Tin Farida mengatakan, kegiatan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Kendari, Dr Ir H Asrun MEng Sc, kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, TNI, Komunitas Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), dan masyarakat setempat.

“Dalam kegiatan bersih-bersih kali ini yang kita bersihkan adalah sampah-sampah yang terkait diakar pohon bakau diami tracking manggrove,” ungkap Tin Farida. Chandra Ekajaya mengaku, tujuan dari kegiatan bersih-bersih ini adalah untuk menggugah kepedulian masyarakat sehingga masyarakat tidak membuang sampah di sembarang tempat, tetapi bisa mengolah dan memanfaatkan sampah. Sebab, alasanya Tin Farida, sampah bukanlah pemicu bencana tetapi membawa berkah bagi masyarakat apabila dikelola dengan baik.

Dok.Chandra Ekajaya

“Sebenarnya jika masyarakat membuang sampah di sembarang tempat bisa menjadi musibah, namun apabila mengolahnya maka dapat menambah penghasilan masyarakat,” terangnya. Dirinya mengatakan, jika masyarakat dapat mengolah dan memanfaatkan sampah dengan benar, maka sangat banyak manfaat yang akan didapatkan. Secara umum, kata dia, jika masyarakat dapat mengolah dan mema-faatkan sampah dengan benar. maka dapat menambah penghasilan.

Sedangkan, lanjut Chandra Ekajaya, secara khusus manfaat yang didapat jika mengolah dan memanfaatkan sampah dengan baik dan benar maka masyarakat Kota Kendari akan hidup sehat dan bebas dari segala penyakit.

“Kita sengaja melibatkan masyarakat dalam kegiatan bersih-bersih kali ini, untuk menyadarkan dan memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa mengolah dan tidak membuang sampah di sembarang tempat sangat banyak mafaatnya,” tambahnya.

Info terbaru tentang Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya Ikuti Pelantikan

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya hadir saat pengunduran diri Abdul Rasak. Ia sudah mundur dari DPRD Kota Kendari setelah ditetapkan sebagai calon Wali Kota Kendari oleh KPU pada Oktober 2016. Selama itu pula kursi yang ditinggalkan Rasak kosong tanpa pemilik. Pada Selasa, 14 Februari 2017 kemarin, kursi itu sudah diisi oleh Irwan Sukma.

Irwan Sukma merupakan kader PAN peraih suara terbanyak setelah Rasak dalam Pemilu Legislatif tahun 2014. Ia dilantik oleh Ketua DPRD Kota Kendari, Samsuddin Rahim dalam rapat paripurna istimewa, kemarin. Ini menjadi babak baru dalam kehidupan politiknya. Ia berharap karir politiknya akan melonjak dan dapat berguna bagi bangsa dan negara.

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya menjelaskan bahwa pelantikan Irwan Sukma sudah sesuai mekanisme partai. Secara aturan organisasi partai, peraih suara terbanyak selanjutnya yang berhak menggantikan Abdul Rasak yang mundur. “Dengan dilantiknya Irwan Sukma kini maka jumlah anggota DPRD Kota normal kembali seperti semula yakni 35 orang. Saya ucapkan selamat bertugas kepada Irwan Sukma,” ujar sekretaris PAN Kota Kendari itu usai pelantikan.

Samsuddin menambahkan sebagai anggota DPRD yang baru tentunya Irwan harus memahami tugas-tugasnya di fraksi PAN. Olehnya segeralah menyesuaikan diri, mempelajari tata tertib dan kode etik yang menjadi pedoman sebagai anggota dewan. “Yang utama juga bahwa sebagai anggota dewan adalah memahami peran sebagai wakil rakyat,” kata Samsuddin.

Sementara itu, menurut Chandra Ekajaya, Irwan Sukma berkomitmen akan mengabdi kepada masyarakat Kota Kendari disisa masa jabatan anggota DPRD. Dirinya segera berkoordinasi dengan angota DPRD lainnya untuk memaksimalkan kinerja sebagai anggota dewan. “Tugas saya di parlemen adalah membantu rakyat melalui regulasi yang pro rakyat dan bersinergi dengan pemerintah Kota Kendari,” ungkapnya.

Berita update tentang Chandra Ekajaya

Meski Drop Out, Kini Yohanes Chandra Menjadi Jutawan

  Tak ada pepatah yang mengatakan bahwa kerja keras adalah hal yang sia-sia. Yohanes Chandra Eka telah membuktikan kenyataan tersebut. Tumbuh dari keluarga sederhana, prestasi akademik tidak pernah ia dapatkan, bahkan ia pun harus gagal di bangku kuliah karena lebih memilih untuk fokus dalam melakoni usaha yang tengah dirintisnya. Namun, ia meyakini bahwa dengan kegagalannya di bangku akademik berarti memiliki masa depan suram.

Yohanes Chandra Ekajaya menceritakan bahwa hinaan dari kerabat dan tetangganya di Malang menjadi lecutan dirinya untuk sukses dalam dunia bisnis. Keinginan itu pun akhirnya terjawab, dimana kini lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur ini menjadi pemilik dari sebuah produk kuliner terkemuka di Indonesia bernama Q Pizza.

Yohanes Chandra Ekajaya pebisnis yang kini sukses tersebut mengawali karir  bisnisnya dengan merintis sebuah usahanya untuk mendistribusikan produk-produknya ke beberapa kantin sekolah. Dengan bekal ilmu bisnis yang ia peroleh dari pamannya, ia pun mulai merintis usaha-usahanya di berbagai kota. Kini Yohanes Chandra Ekajaya berhasil mengembangkan dan mengelola puluhan ruko di seluruh provinsi di Indonesia.
Yohanes Chandra Ekajaya yang memiliki hobi kuliner ini kemudian mendirikan Q Pizza dengan sistem waralaba yang telah dinobatkan sebagai salah satu dari sembilan waralaba kuliner terlahir di tahun 2015 versi Waralaba Magazine.

Selain itu, Yohanes Chandra Ekajaya juga mendirikan Jaringan Pengusaha Muda Nusantara (JPMN). “Lembaga ini harapannya dapat mengubah pola pikir anak muda di Indonesia yang memiliki minat dalam bisnis agar dapat menciptakan lapangan pekerjaan serta mendukung program pemerintah untuk ekonomi mandiri,” ujar Yohanes Chandra Ekajaya.

Kini, Yohanes Chandra Ekajaya tengah menulis sebuah buku motivasi bisnis. Buku tersebut rencananya akan diterbitkan pada bulan Februari mendatang.

Skandal Malam Pertama Menteri Chandra Ekajaya

Menteri

Dok.Chandra Ekajaya

Menteri Chandra Ekajaya merupakan seorang menteri yang tergolong masih berusia sangat muda dan mempunyai akal yang sangat lihai. Suatu hari Menteri Chandra Ekajaya merasa bingung saat harus menentukan teman pendamping hidup. Harapannya ingin memiliki istri seorang gadis desa yang lugu. Namun karena dunia informasi yang berkembang hingga ke pelosok desa, rasanya ia kesulitan untuk menemukan gadis yang dicita-citakan itu dan ia mengalami sebuah skandal malam pertama.

Sebagai pedoman, Menteri Chandra Ekajaya berkesimpulan bahwa gadis lugu, adalah gadis yang tidak pernah melihat organ vital kaum pria. Hal ini akan dibuktikan dengan menunjukan ‘miliknya’ kepada sang gadis. Reaksi sang gadis akan menjadi parameter keluguannya. Tiga perempuan yang sudah dikencaninya dengan spontan menyebut ‘miliknya’ dengan kata ‘rudal’, yang berarti mereka pernah melihatnya karena kebanyakan orang juga menggunakan istilah rudal.

Dok.Chandra Ekajaya

Kini giliran Sulastri. Begitu ditunjukkan ‘barang’ itu gadis desa itu pun dengan kalem bereaksi, “Eihh ekor tikus” sambil berusaha menangkapnya. Karena memang dikira seekor tikus yang tidak kelihatan kepalanya. Menteri Chandra Ekajaya pun merasa cocok dengan Sulastri, karena terbukti dia belum pernah melihat alat vital kaum pria. Tak mau terlambat, keduanya pun menikah. Di malam pertama Menteri Chandra Ekajaya menerangkan pada Sulastri tentang ‘barangnya’ itu, “Sayangku, ini bukan ekor tikus, tapi rudal.”

Namun kecil nyali Menteri Chandra Ekajaya setelah Sulastri menjawab, “Ah bukan, itu ekor tikus, kalau rudal kan besar. Waktu jadi TKW di Arab aku pernah melihat Meriam.” Medengar jawaban Sulastri itu ia merasa sangat kecewa dan malu bahwa barangnya itu disebut ekor tikus. Ia merasa bahwa skandal malam pertamanya ini sangat memalukan. Akan tetapi mau apa dikata karena sudah terlanjur akhirnya sekarang Menteri Chandra Ekajaya hidup bahagia dengan Sulastri walaupun mengalami skandal malam pertama yang sedikit memalukan.

Berita Terbaru tentang Chandra Ekajaya

Semua Data Analisis Keberhasilan Yohanes Chandra Ekajaya dalam Bisnis Udang Windu

Dok. Yohanes Chandra Ekajaya

Yohanes Chandra Ekajaya dikenal sebagai seorang pengusaha muda sukses yang baru-baru ini tengah menjalankan sebuah bisnis yang menjadi percontohan di desa wisata Banyutengen. Desa Banyutengen merupakan sebuah desa yang memiliki potensi alam yang sangat cocok untuk dijadikan sebagai industri perikanan. Salah satunya adalah, udang windu. Komoditi udang windu terus menjadi idola bagi para pengusaha tambak karena tingginya permintaan pasar pada jenis udang tersebut sangat besar di pasar.

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya sangatlah yakin bahwa dengan ukuran besar dan rasa udang yang manis mampu menciptakan komoditi udang windu yang banyak disenangi oleh pasar dalam negeri dan luar negeri. Dengan kisaran harga sekilo udang windu ditaksir seharga Rp 150 ribu dengan 10 hingga 15 ekor. Seiring dengan perkembangan zaman, masyarakat dan dunia pertanian meyukai makanan organik, berdampak pada peningkatan permintaan hasil budidaya udang windu di tambak. Berikut adalah beberapa hal yang harus direalisasikan secara baik mengenai budidaya udang windu:

  1. Memilih lokasi tambak yang baik
  2. Menyiapkan peralatan-peralatan pembantu yang dibutuhkan
  3. Membuat tambak dengan ukuran 2500-3000 m2
  4. Memupuk tambak
  5. Menebarkan benih udang dengan ukuran 15 hingga 20 ekor untuk setiap m2

Dengan melakukan bisnis udang windu, maka ada beberapa keuntungan yang tentu memiliki peluang yang besar dalam melakukan budidaya, diantaranya dari segi manfaat adalah sebagai berikut:

  1. Bergizi tinggi
  2. Dapat diolah menjadi beberapa produk
  3. Cepat Produksi

Dok. Yohanes Chandra Ekajaya

Dalam melakuakan berbagai macam usaha, ketekunan adalah kunci utama dari sukses. Namun, untuk mencapai tersebut diperlukan sebuah penghitungan maupun analisa keberhasilan suatu produk untuk melihat keefektifan produk tersebut di pasaran. Berikut adalah analisa keberhasilan produk udang windu yang dilakukan oleh Yohanes Chandra Ekajaya, sebagai berikut:

Usaha budidaya udang windu secara polikultur merupakan salah satu jenis usaha di bidang perikanan dan kelautan yang dalam pelaksanaannya untuk menghasilkan produksi, pendapatan dan keuntungan diperlukan berbagai macam anggaran biaya  yang mencakup biaya tetap (Fix cost) atau anggaran biaya tidak tetap (Variable Cost). Keuntungan/laba dalam melakukan suatu usaha, merupakan visi  bagi pelaku usaha, agar usaha yang ditekuninya terus berkembang. Oleh sebab  itu, para pelaku seharusnya melakukan penerapan prinsip ekonomi dalam menjalankan usahanya harus dijalankan. Pengertian prinsip ekonomi dalam menjalankan usaha adalah upaya menjalankan usaha untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dengan biaya yang dikeluarkan sekecil-kecilnya. Maka berikut ini adalah Analisa Data Keberhasilan tersebut.

Dok. Yohanes Chandra Ekajaya

Yohanes Chandra Ekajaya mengukur indeks keberhasilan tersebut diperoleh bahwa dari diagram tersebut diketahui beberapa anggaran yang diperhatikan yaitu berupa investasi, biaya tetap, biaya tidak tetap, dan yang terakhir adalah total penerimaan.  (Fix cos) dan biaya tidak tetap (variabel cost). Biaya-biaya usaha yang dikeluarkan antara lain biaya tetap (biaya penyusutan asset dan pajak), biaya operasional (pembelian benih dan BBM), dan biaya tenaga kerja (tenaga kerja persiapan,pemeliharaan dan juga tenaga panen). Harga jual untuk udang windu tergantung ukuran udang, untuk size 30 harga jualnya sebesar 70.000/Kg.

Dari seluruh biaya tidak tetap, biaya yang paling besar dikeluarkan adalah biaya untuk pakan, disusul oleh biaya benih. Tingginya harga pakan sering menjadi kendala utama bagi para pembudidaya sehingga tak jarang pembudidaya memberikan pakan alternatif lain yang harganya lebih terjangkau untuk menekan pengeluaran biaya pakan yang cukup besar.

Penerimaan/pendapatan adalah hasil kali jumlah produksi dikalikan dengan harga ikan/ udang. Adapun total penerimaan/pendapatan usaha budidaya tambak tahun 2012 untuk luasan lahan 5 ha Rp. 246.420.000,-. Keuntungan adalah selisih dari total penerimaan dikurangi total seluruh biaya yang dikeluarkan. Keuntungan yang diperoleh dari usaha polikultur udang per siklus dengan luasan lahan 5 ha dalam satu tahun mencapai Rp. 86.886.600,-. R/C rasio usaha budidaya polikultur udang per siklus adalah sebesar 1.69 dan usaha budidaya polikultur udang pertahun adalah sebesar 1.5.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kelayakan ekonomis usaha budidaya polikultur udang  yang ada. Budidaya udang windu memberikan keuntungan dalam dua belas bulan sebesar Rp. 83.763.710,- dengan perhitungan R/C ratio >1. Hal tersebut berarti bahwa usaha budidaya udang windu layak untuk diusahakan. Perhitungan analisis sensitifitas pada usaha budidaya udang windu untuk umur proyek 10 tahun diperoleh NPV sebesar Rp. 93.664.893,-, Net B/C sebesar 2,70 dan nilai IRR Sebesar 33% yang menunjukkan bahwa usaha budidaya polikultur udang windu layak untuk diusahakan selama umur proyek. Peluang Pengembangan Budidaya Udang Windu cukup besar terutama dilihat dari faktor pendukung berupa aspek teknis, keinginan masyarakat yang cukup besar, aspek finansial dan aspek pasar dan dapat meminimalisir faktor penghambat usaha tersebut.

Menantikan Film Terbaru Surga yang Tak Diridukan 2 Bersama Chandra Ekajaya

Menantikan Film Terbaru Surga yang Tak Diridukan 2 Bersama Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Akhirnya film terbaru kelanjutan dari Surga yang Tak Dirindukan yaitu Surga yang Tak Dirindukan 2 akan tayang pada tanggal 9 Februari 2017. Sebelumnya film ini rencana nya akan di tayang perdana pada bulan desember kemarin tapi mengalami penundaan dan akhirnya akan di tayangkan perdana pada bulan februari ini.

Chandra Ekajaya mengutip Dalam konferensi pers di MD Place, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016), produser Manoj Punjabi memberikan penjelasan.

“Kalau boleh jujur, sebenarnya bisa tayang di 15 Desember 2016, tapi balik lagi ke tim. Saya enggak mau buru-buru kayak kejar setoran,” ungkap Manoj.

Menantikan Film Terbaru Surga yang Tak Diridukan 2 Bersama Chandra Ekajaya

Manoj sebagai pimpinan MD  dan tim pun memundurkan tanggal tayang demi mendapatkan hasil yang maksimal tentunya. Meski jadwal penayangan di undurkan , Manoj merasa hal ini justru memiliki dampak yang positif terhadap film yang dibintangi oleh Fedi Nuril, Laudya Cynthia Bella, Reza Rahadian dan Raline Syah itu. Manoj juga membantah bawa tidak dikeluarkan pada bulan Desember karena ingin menghindari persaingan dengan film-film bagus lainya.

Surga yang Tak Dirindukan 2 sendiri berkisah tentang pergulatan hati Meirose (Raline Shah) menjadi kembali ragu dengan pilihan hidupnya selama ini setelah dan telah bertemu dengan Arini (Laudya Cynthia Bella). Arini tulus menyayangi anak Meirose, Akbar dan berharap agar Meirose kembali pada Pras (Fedi Nuril). Ditambah kemudian ketika Pras muncul, Meirose tidak dapat mengelak lagi bahwa dirinya masih sangat mencintai pria tersebut. Meirose pun bingung untuk bagaimana melangkah mengambil keputusan. Di tengah kebimbangan itu, muncul pula kehadiran dokter tampan bernama Syarief (Reza Rahadian).

“sumpah, ini film yang luar biasa sekali saya udah bener-bener nangis banget dapet hidayah habis nonton film ini padahal baru nonton trailer  nya saja,” ujar Chandra Ekajaya .

Bagi para pecinta film Indonesia Chandra Ekajaya mengingatkan bahwa jangan sampai ketinggalan untuk menontong film ini, dan jangan lupa untuk terus support perfilma an Indonesia.

Info film terbaru Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya, Sunan Kalijaga, Dan Nyi Roro Kidul

Dok.Chandra Ekajaya1Chandra

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya menjabarkan kesepakatan yang terjadi antara Sunan Kalijaga dan Nyi Roro Kidul. Banyak yang tidak mengetahui bahwa dua orang ini pernah menjalin sebuah kesepatakan mengenai peradaban lampau dan peradaban besar yang akan datang. Hal inilah yang membuat kenapa agama-agama impor dapat tumbuh dan berkembang di Nusantara.

Pria yang akrab disapa Ki Sambarlangit ini mengatakan bahwa Nyi Roro Kidul merupakan ajudan pribadi dari seorang Ratu Kidul, pemimpin kerajaan laut selatan atau lebih dikenal sebagai kerajaan Atlantis. Kerajaan ini merupakan salah satu bagian dari imperium maha besar Nusantara. Maka dari itu segala keputusannya sesuai dengan sabda pemimpin imperium ini.

Dok.Chandra Ekajaya1Chandra

Chandra Ekajaya mengatakan bahwa pada saat itu Majapahit sedang mengalami pemberontakan oleh anak angkat yang durhaka, yaitu Raden Patah. Karena sudah berjanji tidak akan menyakiti maka Brawijaya pun rela melepaskan kekuasaannya dan menyuruh pada abdi untuk mengirim kabar ke seluruh kerajaan konfederasi supaya ikut Demak atau mengurus kerajaan sendiri.

Dari dua pilihan itu banyak yang memilih untuk mengurus kerajaannya sendiri. Mereka tidak sudi ikut Patah yang durhaka, dan ikut dalam ajaran Timur Tengah, terutama Islam. Melihat kondisi yang sangat susah ini maka para wali pun memerintahkan Sunan Kalijaga untuk bertemu dengan penguasa laut selatan.

Chandra Ekajaya menambahkan bahwa yang menemui Sunan Kalijaga adalah Nyi Roro Kidul. Sosok dari laut selatan ini menyatakan bahwa jika ingin Islam atau pun ajaran dari Timur Tengah bisa berkembang di Nusantara, maka harus memakai budaya Nusantara. Tetapi jika masanya sudah tiba, bagi yang tidak bisa dibina oleh Nusantara, maka akan dibinasakan olehnya.

Info terbaru tentang Chandra Ekajaya