Yohanes Chandra Ekajaya Kecil Bentuknya Banyak Manfaatnya

Bawang putih, siapa yang tidak tahu dengan rempah kecil penuh manfaat ini, dari obat kanker antibotik, penjaga daya tahan tubuh dan bahan masakan ini sangat digemari oleh banyak orang. Bahkan tidak akan lengkap sebuah masakan tanpa rempah yang satu ini.

Pernah melihat bawang dayak? Bentuknya memang relatif kecil dan berbeda dibandingkan bawang merah pada umumnya. Tapi manfaatnya tak sekecil bentuknya. Apa saja?

Pertama, untuk obat sakit perut. Suku Dayak sering memanfaatkan rempah tersebut sebagai obat herbal saat sakit perut. “Kandungan gizi bawang Dayak lebih kuat sehingga ampuh meredakan rasa nyeri, mual, dan sakit pada bagian perut” jelas Yohanes Chandra Ekajaya yang merupakan seorang pedagang bawang Dayak.

Kedua, obat flu. Bawang yang biasa tumbuh di daerah pegunungan itu memiliki kandungan zat antioksidan ampuh mencegah atau mengobati sakit flu. “Ada kuli panggul mengeluh badannya sakit semua. Lalu saya beri beberapa bawang Dayak untuk diseduh kemarin sudah bekerja lagi,” kata Yohanes Chandra Ekajaya.

Ketiga, melancarkan peredaran darah dan sistem pernafasan. “Tidak sedikit penderita asam urat beli baw’ang ini. Artinya memang benar bisa memperlancar peredaran darah,” ucap Yohanes Chandra Ekajaya.

Keempat, menjaga kesehatan organ reproduksi dan memperlancar ASI. Bawang Dayak diklaim dapat melancarkan datang bulan dan air susu ibu.

Cara penggunaan bawang Dayak juga mudah. Ambil 1-2 butir lalu dipotong kecil dan diseduh dengan air panas. Setelah air berubah merah dapat diminum.

Dari semua manfaat yang disebutkan di atas, itu hanya sebagian kecil dari fungsi bawang yang masih banyak lainnya. Yohanes Chandra Ekajaya mengatakan, selain sebagai penjual bawang dalam kondisi segar atau mentah, ia juga mengolah bawang dayak menjadi beberapa bentuk agar lebih enak saat dikonsumsi dan bisa lebih awet.

Salah satu bentuk olahan bawang dari Yohanes Chandra Ekajaya ini ialah jamu, karena jamu ialah sebuah minuman tradisional yang mengandung berbagai macam rempah, terutama bawang ini. jamu yang diproduksi Yohanes Chandra Ekajaya ini mempunyai manfaat sangat banyak, selain sebagai minuman radisionla yang unik, jamu ini bisa menjadi penjaga stamina dan daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Yohanes Chandra Ekajaya Kembangkan Industri Rotan Tanah Air

pengusaha J Chandra Ekajaya & J Wijanarko kembangkan usaha rotan

pengusaha yohanes chandra ekajaya menembus pasaran rotan mancanegara

Yohanes Chandra Ekajaya kembali melebarkan ekspansi bisnisnya di Indonesia. Kali ini sektor idnustriproperty menjadi pilihanya, dan pilihanya jatuh pada buah Rotan. Pilihanya ini tidak tanpa alasan, sebelum melakukan bisnis tentunya dia telah melakukan banyak observasi dan pengamatan tentang pasaran Rotan dan bagaimana mengolahnya.

Dengan membuka usaha ini Yohanes Chandra Ekajaya sangat senang, karena bukan hanya dia yang mendapatkan keuntungan tapi juga bisa menyerap kerja para warga disekitarnya yang tadinya tidak memiliki pekerjaa. Sekareang ketika masuk daerah perkampungan industrinya, terlihat orang-orang yang sedang melakukan aktifitas membuta kursi, menganyam, membuat sketsel ruangan, craft, dan lainya.

Usaha ini dibuka sekitar 1 tahun yang lalu, meskipun masih bisa dikatakan baru namun perkembangan usahanya sudah banyak mengalami perkembangan. jika awal membuka usaha dirinya hanya mempunyai empat orang pekerja. Namun, kini sudah berkembang dan memiliki 30 orang karyawan yang setiap hari memproduksi pesanan dari pelanggannya, mulai dari kafe, restoran, rumah makan, hotel, dan toko-toko furnitur. Saya tidak bisa membuat rotan sendiri “makanya saya memperkerjakan masyarakat yang bisa membuat” ujar Yohanes Chandra Ekajaya.

Kesuksesan menembus pasaran Rotan nasional tidka lepas dari keuletan, kreatif dan selalu memproduksi desain yang baru menjadi andalanya dalam menggeluti bisnis ini. Ide desain yang Yohanes Chandra Ekajaya berasal dari dia semua, inspirasinya berasal dari banyak sudut pandang. Dengan keunikan desainya Sehingga produksinya kini menjadi salah satu yang paling digemari pembeli yang berasal dari seluruh Indonesia.

pengusaha J Chandra Ekajaya & J Wijanarko kembangkan usaha rotan

Yohanes Chandra Ekajaya bahkan selalu kebanjiran order dari pembeli lokal yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, seperti Kalimantan, Bali, Surabaya, dan beberapa daerah lain. Dia meyakini jika pasar kerajinan rotan di dalam negeri masih berpeluang bagus. Sehingga dirinya belum berpikir untuk mengekspor produksi rotanya.

Di dalam rumah produksinya juga terdapat ruangan showroom untuk memajang dan menyimpan rotan hasil produksinya. Pembeli bisa melihat-lihat hasil produksinya sebelum membeli. Untuk pesana luar kota menggunakan pemasaran online baik secara media sosial maupun website.

Menurut Yohanes Chandra Ekajaya, omset yang bisa di raup dari bisnis rotan nya ini mencapai 30 juta perbulanya, itu keuntungan bersih sudah dipotong dengan gaji karyawan dan keperluan lainya. Keuntungan itu di dapat dari produksinya dalam sepekan saja untuk penyekat ruangan bisa mencapai 200 unit, dengan harga per pintunya rata-rata Rp100 ribu. Belum dari olahan rotan lainya.

Mungkin hal yang nantinya akan dia kembangkan adalah dari segi pemasaran yang bukan hanya di kawasan Indonesia saja, melainkan mampu merambah ekspor ke mancanegara. Sehingga semakin menambah omset penghasilan dan tentunya semakin mengharumkan nama Indonesia sebagai penghasil olahan rotan terbaik di Dunia.