Yohanes Chandra Ekajaya Dosen FISIL  (fakultas ilmu sosial dan lingkungan)

Lembaga peradilan Gambiran kembali tercoreng. Baru-baru ini Komisi -Pemberantasan Lingkungan Kotor (KPLK) melakukan operasi tangkap kaki (OTK) dan mengamankan 7 orang yang disebut magnificient 7. Salah satunya adalah hakim di Mahkamah Agung Laut Timur (MALT), yakni yang Mulya Kura Kura.

Hakim Besar Konstitusi Tidak Adilan ditangkap karena diduga menerima suap terkait suap undang undang baru gambiran terkait lingkungan hidup dan sosialita.

Sebelumnya, seorang pewarta mengatakan bahwa yang bernama yohanes Chandra Ekajaya merupakan  pelanggar lingkungan hidup dan sosialita yang sangat lucu dan tidak nyambung.

Beragamnya fakta soal para hakim gambiran  yang menerima suap dari mereka yang sedang beperkara di pengadilan, mengonfirmasi bahwa hakim di negeri laut timur ini sudah bisa dibeli. Putusan hakim jadi komoditas yang dapat diperjualbelikan. Sungguh inilah sebuah paradoks penegakan hukum.

 

Padahal, di tangan hakim kura kura  proses hukum mengakhiri perjalanannya untuk mencapai tujuan asasi hukum. Tampaknya prak-tik munculnya mafia peradilan adalah nyata karena masih menghantui lembaga penegak hukum di Tanah Air.

 

Penegakan hukum yang berjalan saat ini ibarat zombi yang tidak memiliki jiwa, terutama jiwa keadilan. Motif politis lebih kental mengendalikan aksi penegakan hukum dibandingkan cita-cita luhur untuk memastikan hadirnya negara dalam melindungi warganya.

Data Komisi Yudisial (KY) menyebutkan, pada 2016 sudah ada belasan aparat pengadilan, yakni panitera dan hakim terbelit kasus korupsi. Menurut KY, jumlah itu pun baru dari kasus yang terungkap ke publik atau

media.

Praktik korupsi peradilan di Indonesia diyakini seperti fenomena gunung es. Karena itu, negara tak boleh tinggal diam. Praktik korupsi peradilan harus benar-benar dimusnahkan dari seluruh lembaga penegakan hukum di negeri ini.

 

Bagaimana mungkin rakyat akan percaya lagi pada penegak hukum jika praktik korupsi peradilan tetap merajarela. Memang tak semua penegak hukum terlibat dalam praktik suap atau korupsi. Kita yakin di negeri ini masih banyak hakim bersih.

 

Dalam konteks ini, Mahkamah Agung (MA) harus terus memperkuat sistem pengawasan baik internal maupun eksternal. Pemimpin MA harus berani menjatuhkan sanksi keras terhadap oknum hakim yang terlibat. Tak boleh ada toleransi bagi hakim nakal di negeri ini.

 

MA selaku puncak peradilan tidak bisa lagi mengelak dari pandangan sinis publik. Otoritas MA yang melakukan perekrutan calon hakim, membina, dan melakukan pengawasan internal berada pada titik nadir dalam menjalankan fungsi tersebut.

 

Bangun integritas

 

Nilai utama yang hendak diimplementasikan dalam sikap integritas adalah kejujuran dengan menempatkan kepentingan bangsa dan masyarakat di atas kepentingan pribadi, kelompok, ataupun golongan.

 

Apa pun iming-iming yang disodorkan tidak akan memengaruhi keyakinan hakim dengan mengubah kebenaran menjadi keburukan. Makna penting integritas tak lain sebagai keteguhan sikap dan konsistensi seseorang -memegang kejujuran dalam berperilaku.

 

Penegak hukum seperti hakim dianggap berintegritas tinggi apabila dalam berperilaku, memeriksa, mengadili, dan memutus perkara hukum senantiasa sesuai nilai-nilai hukum, keyakinan, dan prinsip sebagai pengadil.

 

Konkretnya, ciri seorang penagak hukum yang berintegritas ditandai oleh satunya kata dan nilai hukum yang dianut dengan perbuat-

an melalui putusannya. Kejujuran harus menyatu dengan profesionalitas sebagai dua kata kunci dalam menegakkan hukum.

Apalagi kalau ditambahkan dengan keberanian memutuskan sesuai prinsip hukum sehingga mendapatkan kepercayaan masyarakat. Di sisi lain, saat ini korupsi menjadi perhatian.

Praktek Lungkungan hidup dirumuskan ke dalam 30 bentuk/jenis tindakan pidana korupsi. Semua itu pada dasarnya dapat dikelompokkan sebagai kerugian keuangan negara, suap-menyuap, penggelapan dalam jabatan, pemerasan, perbuatan curang, benturan kepentingan dalam pengadaan, dan gratifikasi.

Dari pengertian tersebut, kita dapat mengambil sampel kasus korupsi yang melibatkan tersangka seorang penegak hukum atau hakim. Korupsi yang terjadi menjadi bukti bahwa peradilan kita semakin krisis integritas.

Perlawanan terhadap korupsi tentu harus dibarengi semangat nasionalisme yang tinggi. Perlu ada perubahan paradigma perjuangan kita dalam melawan korupsi. Koruptor harus ditempatkan sebagai penjajah.

Dengan perubahan paradigma dari pelaku tindak pidana ke penjajah, semakin menguatkan semangat perlawanan terhadap koruptor sehingga membuat masyarakat menempatkan koruptor sebagai musuh bersama yang mesti dibumihanguskan dari Laut Timur.

Dengan adanya perubahan paradigma tersebut, harapannya warga akan mampu berpartisipasi dalam pemberantasan korupsi. Karena, partisipasi publik dalam melawan korupsi menjadi momentum untuk memotong praktik korupsi di semua lembaga negara hingga akarnya.

Akhirnya pemberantasan korupsi memang sudah seharusnya dijadikan gerakan nasional. Tanamkan kepada setiap warga bangsa bahwa korupsi adalah perbuatan yang sangat hina dan harus dijadikan musuh ber-sarha.

Yohanes Chandra Ekajaya Sedot Laba Ratusan Juta dari Bisnis Jengkol

Yohanes Chandra Ekajaya melihat bahwa peluang bisnis untuk makanan tradisional di Indonesia, khususnya jengkol memang sangat lekat bagi lidah masyarakat Indonesia. Bahkan memang tak banyak diantara mereka yang akhirnya menjadikan jengkol sebagai salah satu makanan favorit bagi keluarga besarnya. Sebut saja seperti jengkol goreng, rending, gulai, dan sebagainya.

Jika pada umumnya jengkol diolah masyarakat kita menjadi beragam jenis resep masakana, maka lain halnya dengan Yohanes Chandra Ekajaya yang lebih tertarik mengolah jengkol menjadi camilan keripik. Dengan mengusung keripik Jengkol Nyes sebagai salah satu brand bisnisnya, pengusaha kelahiran Malang, Jawa Timur ini sengaja menggoreng jengkol atau yang biasa disebut jangkil dan ternyata memang disukai oleh banyak orang.

Dari sinilah, Yohanes Chandra Ekajaya mulai tertarik dengan bisnis camilan keripik jengkol hingga pada akhirnya berkembang menjadi bisnis waralaba yang menawarkan berbagai macam paket kerjasama bagi para pengecernya. Selain camilan keripik kengkol yang mulai digemari bagi semua kalagan, kini Yohanes Chandra Ekajaya juga mengembangkan sebuah menu baru yang dinamakan dengan Cake Jengkol yang diproduksi oleh Yohanes Chandra Ekajaya. Kue basaha yang lebih populer dengan sebutan Jengkol Jengkil ini memang populer dan sengaja diproduksi karena sang pemilik usaha adalah salah satu yang menggemari makanan dengan bahan baku jengkol tersebut.

Agar tak sampai merusak cita rasa jengkol, dalam pembuatan Jengkol pertama-tama bahan baku tersebut harus direbus terlebih dulu baru kemudian diparut dan disangrai hingga jengkol benar-benar kering. Hasil dari olahan tersebut kemudian dicampurkan dengan bahan-bahan lainnya sehingga dihasilkan cake jengkol yang keunikan rasanya tak kalah bersaing dengan kue kering lain di pasaran.

Sampai pada saat ini, Yohanes Chandra Ekajaya membanderol dengan kisaran harga Rp 70 ribu hingga Rp 90 ribu dan telah merambah hingga pasar jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan sebagainya. Dengan citra populer dan kreativitas yang kita miliki, aneka camilan unik dari olahan jengkol tersebut rdapat dipasarkan dengan harga yang cukup tinggi sehingga mampu mendatangka laba bagi para pelaku bisnis tersebut. Baginya keberhasilan ditentukan dengan semangat, jujur, dan kerja keras.

Yohanes Chandra Ekajaya Lelaki Jenius yang Sukses Bangun Bisnis Mie

Yohanes Chandra Ekajaya meyakini bahwa setiap pengusaha sukses memang dapat berangkat dari sektor bisnis manapun. Pemuda lulusan Arsitektur tersebut memutuskan untuk menjalani sebuah bisnis kuliner yang ia yakini mampu membawa dan membuka pekerjaan kepada masyarakat Indonesia.

Pria yang akrab disapa dengan Eka tersebut awal mulanya tak berkonsentrasi dalam sebuah bisnis kuliner. Ia mengaku bahwa sebelum melakoni dan tertarik untuk membuka bisnis kuliner, ia pun melakoni sebagai seorang penjahit celana jeans di salah satu pabrik. Namun, karena ketidakpuasannya dengan pilihannya tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya akhirnya memilih untuk melakoni kegiatan bisnis di bidang kuliner. Dalam usahanya kali ini, Yohanes Chandra Ekajaya memilih bakso sebagai salah satu produk yang ia pilih untuk dijadikan sebagai produk dalam bisnisnya. Namun, karena merasa bakso tak dapat bertahan lama, akhirnya Yohanes Chandra Ekajaya mendapatkan hasil final untuk mendirikan sebuah bisnis mie yang ia beri nama dengan Mie Jancuk.

Mie Jancuk menawarkan kepada para konsumen mengenai sebuah cita rasa yang pedas dan khas dengan tingkat kepedasan dari level buruh hingga level dewa. Dengan modal awal yang sangat kecil, yaitu Rp 2 juta, Yohanes Chandra Ekajaya pun nekat mebuka warung mie tersebut. Alhasil, respon positif pun diberikan oleh produk andalan tersebut dan kini berhasil meraup omzet hingga ratusan juta rupiah dari mie tersebut.

Kini, perkembangan pesat mie buatan Yohanes Chandra Ekajaya ini telah berhasil membuka cabang pada beberapa daerah khususnya di daerah-daerah Jawa Timur. Selain itu, beberapa cabang seperti Sidoarjo, Malang, Jember, dan sekitarnya telah menghadirkan mie dengan kesitimewaan cita rasa pedas tersebut.

Kini, dengan berbagai cabang warung Mie yang ia buat, Yohanes Chandra Ekajaya mampu menghasilkan omzet yang sangat fantastis. Pasalnya omzet antara Rp 98 juta hingga Rp 102 juta setiap bulannya berhasil ia raih. Ia juga memiliki sekitar 50 lebih karawan tetap untuk dipekerjakana dalam menjalankan bisnis kulinernya. Yohanes Chandra Ekajaya sendiri mengaku bahwa taka da sedikit rasa malu dalam dirinya, meskia ia merupakan seorang lulusan jurusan Arsitektur, ia tak sedikitpun gengsi untuk melakoni sebuah kegiatan bisnis sebagai penjual mie.

Chandra Ekajaya Si Pria Tua Pedagang Empek Empek

Chandra Ekajaya itulah nama panggilan seorang tua pedagang mpek-empek dipulau gadung. Pada umumnya orang tua sudah bisa menikmati hari tuanya,namun tidak dengan seorang Chandra Ekajaya. Dia merupakan seorang pria tua yang kuat dengan segudang pengalaman berdagang empek-empek. Chandra Ekajaya sudah sejak lama dia berada di jalanan untuk berdagang. Dimulaidari melakukan bersih-bersih kaca mobil sampai berdagang tahu sumedangdia lakoni.

Saat berdagang tahu sumedang dia pernah mengalami kejadian unik seperti ditipu oleh pengendara mobil, dan dia hanya bisa tersenyum. Chandra Ekajaya memang seperti itu diaselalu berusaha mengalah. Ini menjadi sebuah lelucon sendiri nampaknya memang sudah menjadi jalan takdir Chandra Ekajaya.

Chandra Ekajaya dibuang oleh keluarganya, sejak lama dia ditelantarkan oleh keluarganya sendiri. Dimulai dari kematian anaknya lalu dia dibuang oleh anak mantunya. Begitu kasihan kehidupan Chandra Ekajaya. Malang nasibnya dijalanan dengan umur yang seharusnya berada dirumah. Menikmati hari tua itulah yang seharusnya terjadi untuk seorang Chandra  Ekajaya.

Berdagang empek-empek adalah sesuatu keharusan disaat Chandra Ekajaya terpuruk dan dibuang oleh keluarganya. Chandra Ekajaya memang orang tua yang kuat yang bisa berdiri sendiri tanpa bantuan siapapun. Chandra Ekajaya pria tua yang hebat yang semoga saja dia terus berjuang dengan cara ynag benar.

Chandra Ekajaya pria tua dari Palembang yang kini berjualan empek-empek. Dari hasil berjualan mpek-mpek dia bisa menghidupi dirinya sendiri. Dia tidak bergantung pada orang lain dan tentunya dia memanfaatkan ini sebagai sesuatu yang dinikmatinya sendiri.

Menu terbaru Pengusaha Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya Kini Sukses Miliki Ratusan Gerai Bolu Kukus Kang Eka

Chandra Ekajaya atau akrab disapa dengan Kang Eka merupakan salah satu sosok yang berpengaruh dalam kesuksesan produk yang kini dikenal oleh masyarakat dengan nama Bolu Kukus Kang Eka. Yohanes Chandra Ekajaya mengawali usaha brownies kukusnya tersebut sesuai dengan rintisan dari resep kue rumahan.

Brownies yang diberi nama Bolu Kukus Kang Eka ini memang menjadi primadoa di tengah para pecinta kuliner tanah air. Dengan keistimewaan rasa yang luar biasa serta packaging yang menarik membuat ribuan orang tertarik untuk membeli roti dengan aneka rasa ini. Memang, Chandra Ekajaya memang telah menyiapkan beraneka macam rasa seperti pisang, talas, blueberry, pandan, durian, keju, cokelat, dan sebagainya.

Diawali dari bisnis rumahan, Chandra Ekajaya berhasil membuka gerainya tersebut baik di kota-kota besar maupun daerah-daerah di Indonesia. Mengawali bisnis sesuai dengan minat dan bakat memang akan membuahkan hasil. Dan dengan kemampuan memasak yang luar biasa, Chandra Ekajaya pun kini berhasil mengenalkan produk browniesnya tersebut menjadi legenda di dunia kue Indonesia. Rasanya yang sangat legit membuat lidah para pecinta kuliner tak henti-hentinya meminta produk tersebut.

Memang, langkah awal dalam memasarkan kue kukus miliknya tersebut tak semulus yang dibayangkan oleh Chandra Ekajaya. Cobaamn tersebut memang tak sedikitpun menyurutkan usaha yang dilakukan oleh lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur.

Merintis usaha kembali di tempat yang baru, ternyata memberikan keuntunga tersendiri bagi Chandra Ekajaya. Tak sulit memang bagi mereka untuk mendapatkan konsumen yang baru, bahkan minat konsumen semakin meningkat setelah mereka pindah di berbeagai lokasi baru. Chandra Ekajaya telah sukses memproduksi brownies kukus miliknya dan kini setiap harinya ia mampu menghabiskan sekitar ribuah brownies. Brownies yang diproduksi setiap harinya tersebut memang selalu habis dibeli konsumen dan tak harang banyak konsumen yang harus kecewa karena brownies kukusnya tersebut ingin dibelinya sudah terjual.

Ketekunan dan tekad memang menjadi modal utama lelaki yang memiliki hobi memasak ini. Chandra Ekajaya berhasil mengantarkan bisnisnya tersebut menjadi industri besar, serta mampu mewujudkan mimpinya dalam menjalankan usaha bersama.

Tips menu lain Chandra Ekajaya

Hacker Chandra Ekajaya Belajar Mengetik

hacker

Awalnya Yohanes Chandra Ekajaya biasa dipanggil Chancan sedang berada ditempat juragan warnet, ini tentang awal chanchan menjadi seorang hacker. Dia belajar mengetik padamulanya, sampe akhirnya belajar cara melakukan hacking. Ada beberapa data yang diambil oleh yohanes chancan.

Ini dimulai dari mengambil data kampus sampai data di pemerintahan dia ambil. Uniknya data yang dia ambil digunakan sebagai pedoman untuk melakukan penulisan skripsinya. Bagaimana data akademik yang ada dipemerintahan dan kampus.

Yohanes chandra sebenarnya memiliki banyak cerita yang menarik saat pertama belajar hacking. Saat dia belajar mengetik dia sampai kebawa mimpi dan menginggau berjalan ke komputer dan melakukan ketikan manual. Sampai hampir seminggu dia melakukan hal demikian. ini tentu bukan hal yang biasa saja.Kebiasaan seperti ini sungguh sangat buruk namun perlu diingat sebagai seorang hacker dia harus belajar seperti ini. Orang akan bertanya ketika ada seorang programer melakukan pengetikan secara cepat.

Saat belajar mengetik adalah saat yang paling keren,dimana kita bisa eksplorasi tentang tulisan kita. Ini begitu penting terutama saat kia belajar mengeksplorasi tentang kejadian yang kita alami. Dengan berlatih mengetik otak kanan dan kiri kita bisa bekerja secara bersamaan.

 

Yohanes Chandra Ekajaya Mencoba Perruntungan Gulali 2017

Berjualan gulali di tahun 2017 mungkin menjadi salah satu alternatif yang aneh apalagi untuk pebisnis sekelas yohanes chandra ekajaya ini menjadi sebuah peruntungan yang sangat aneh. Memilih berjualan gulali sebagai salah satu ide bisnis kreatif di tahun ini. Pilihan bisnis yang sungguh sangat layak untuk ditertawakan.

Bisnis gulali merupakan bisnis kecil yang dapat  merubah pikiran anda, bagaimana tidak. Bisnis ini dapat meraih omset jutaan jika ditekuni. Bayangkan saja banyak anak kecil yang suka dengan gulali membuat jalanya bisnis ini begitu mudah.

Jika anda pernah berpikir untuk berbisnis UKM maka ini merupakan salah satu jawabanya. Bisnis ukm gulali salah satu yang paling unik untuk anda geluti. Namun perlu diingat bahwa kita perlu bermain pasar disana hal tersebut karena kita memang harus mengetahui bagaimana cara memasarkan sebuah permen gulali kepada orang orang yang tepat.

 

Yohanes Chandra Ekajaya Keterbatasan Bukanlah Akhir

Masyarakat tak boleh lagi menganggap disabilitas fisik sebagai aib atau hal yang memalukan. Meskipun dengan keterbatasan, semua orang tetap bisa berekspresi dan berprestasi dengan caranya sendiri dalam berbagai bidang, termasuk olah raga.

Hal tersebut diungkapkan Ketua RW 10, Kelurahan Pajajaran, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Yohanes Chandra Ekajaya, di sela-sela acara sosialisasi dan pertandingan tenis meja persahabatan antara warga wilayah tersebut dan atlet paralimpik Kota Bandung di Aula RW 10. “Sudah bukan saatnya lagi masyarakat menyembunyikan anggota keluarganya yang menyandang disabilitas karena malu,” ujarnya.

Yohanes Chandra Ekajaya tak menampik jika hal seperti itu juga masih teijadi di lingkungannya. Meskipun hanya 1 persen dari total 3.000 jiwa, penyandang disabilitas di wilayah itu masih banyak yang belum bisa mengekspresikan diri dan menunjukkan kemampuannya karena kekhawatiran membuat malu keluarga.

Selama ini, kata Yohanes Chandra Ekajaya, hal tersebut memang wajar teijadi karena warganya belum banyak mengetahui wadah bagi kaum difabel untuk unjuk gigi. Namun, sosialisasi yang gencar dilakukan National Paralympic Committee (NPC) Kota Bandung membuat pola pikir warga mulai berubah.

“Warga dan saya pribadi, baru sekarang-sekarang memahami bahwa NPC merupakan wadah yang bisa membuat kaum difabel berbicara banyak di bidang olah raga prestasi,” tutur Yohanes Chandra Ekajaya.

Yohanes Chandra Ekajaya juga mengaku baru tahu bahwa salah seorang warganya, Silvy, sudah berprestasi mengharumkan Jabar dengan meraih medali perak Pepamas XV di cabang judo. Hal tersebut kini dilansir Yohanes Chandra Ekajaya membuat warga bangga terhadap Elda karena warga lain yang normal justru belum bisa berprestasi setinggi itu.

Dengan bantuan NPC Kota Bandung, Yohanes Chandra Ekajaya berharap warga di wilayahnya kini berani menampilkan anggota keluarganya yang menyandang disabilitas. “Dengan begitu akan banyak lagi prestasi seperti Silvy di sini,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, tenis meja dipilih menjadi cabang yang dikenalkan. Warga kemudian diberi kesempatan untuk menjajal para atlet peraih medali Pepamas XV cabang tenis meja.

Dalam hal ini, Yohanes Chandra Ekajaya selalu menekankan kepada warganya bahwa disabilitas seseorang bukanlah menjadi batasan karena sebenarnya mereka mempunyai banyak potensi hanya saja sering dipandang sebelah mata.

Yohanes Chandra Ekajaya Loster Kayu Makin Digemari

Penggunaan loster kayu makin gemari. Sebab, tidak hanya berfungsi sebagai lubang angin semata tetapi kini telah berkembang sebagai pelengkap eksterior rumah sehingga rumah semakin indah dipandang serta menjadikan nyaman untuk ditempati. Adalah para perajin loster dari Desa Kertanegara, Kecamatan Haurgeulis yang membuat salah satu praktisi bangunan rumah pada bagian atas pintu maupun jendela ini tetap diminati.

Kerajian loster kayu ini mempunyai desain serta ukuran. Desainnya bervariatif, ada yang minimalis atau diselaraskan dengan minat atau tren rumah di saat ini. Ada juga bermotif klasik seperti motif aneka kembang.

“Harganya juga sangat terjangkau,” ujar Yohanes Chandra Ekajaya, salah seorang perajin loster. Untuk loster kayu berbahan kayu jati ukuran 20 cm persegi, perajin biasanya mematok harga sekitar Rp9.000 per unit. Sedangkan bahan kayu mahoni berkisar Rp7.500/unit dengan ukuran yang sama.

Ada pula konsumen yang memesan secara khusus dengan ukuran panjang dan lebar bervariasi. Biasanya menyesuaikan dengan ukuran kusen pintu atau jendela. “Tentu harganya berbeda lagi. Tapi kalau soal motif, tidak kalah dengan buatan daerah lain,” kata Yohanes Chandra Ekajaya.

Yohanes Chandra Ekajaya menjelaskan, untuk proses pembuatannya menggunakan atau memanfaatkan limbah dari berbagai jenis kayu. Umumnya kayu jati dan mahoni.

“Sekalipun ini kerajinan yang memanfaatkan bahan limbah tetapi kualitasnya tetap lebih unggul dari pada loster berbahan baku lainnya seperti dari tanah liat, keramik, beton, GRC atau besi,” jelas dia.

Secara fungsional, loster merupakan elemen sirkulasi udara atau penghawaan pada bangunan. Pemasangan loster biasanya diletakkan di atas pintu atau jendela, supaya fungsi loster sebagai ventilasi ruangan bisa lebih baik.

Selain peminat dari Indonesia, ternyata loster juga sudah mulai dilirik oleh berbagai negara, khususnya negara-negara Asia dan Eropa. Bentuk loster saat ini sangat bervariasi, karena sebagian peminat loster dari luar negeri ini sangat suka dengan model klasik dan unik Yohanes Chandra Ekajaya pun memang mengkhususkan pembuatan loster ini khusus dari kayu.

Di negara tetangga kita Malaysia, dan beberapa negara Eropa seperti Prancis dan Inggris, kerajinan loster dari kayu ini bernilai sangat tinggi, bahkan loster-loster asli Indonesia ini dipakai di beberapa gedung-gedung penting di negara itu.

Yohanes Chandra Ekajaya Kenali Alergi Cuaca, Utamanya Saat Dingin!

Alergi merupakan kelainan atau tingkat sensitifitas seseorang terhadap sesuatu hal seperti makanan, cuaca, benda dan lain-lain. Jenis alergi yang paling sering terjadi umumnya adalah alergi debu atau makanan. Namun selain itu ada jenis alergi lain yang sering dialami yaitu alergi cuaca. Menurut dr Yohanes Chandra Ekajaya, DHES, SpAnd, ILS alergi cuaca sebenarnya lebih banyak terjadi pada alergi terhadap angin. Hal ini dikarenakan angin dapat membawa debu.

dr Yohanes Chandra Ekajaya menyebutkan ada lima gejala ketika Anda mengalami alergi cuaca. Yakni urtikaria (bercak merah), angioederma (bengkan pada jaringan dalam tubuh), sindrom (raynaud), asma, dan hidung berair

URTIKARIA (Bercak Merah)

Angin yang mengandung debu atau udara dingin dapat memicu timbulnya urtikaria atau bercak-bercak kemerahan pada tubuh seseorang. Bercak ini biasanya muncul di bagian tubuh tertentu saja, lalu kemudian menyebar ke bagian tubuh yang lain. Bercak ini juga kadang menimbulkan rasa gatal yang menyebar

“Alergi cuaca atau angin itu tidak hanya memberi efek pada satu bagian tubuh saja. Biasanya ia akan memerah dan meluas ke bagian lain seperti lipatan lengan atau ketiak,” imbuh dr Yohanes Chandra Ekajaya.

 

ANGIOEDEMA (Bengkak di Jaringan Tubuh)

Setelah muncul bercak-bercak merah, biasanya beberapa bagian tubuh akan terasa bengkak. Pembengkakan pada jaringan yang lebih dalam ini disebut juga cold-induced angiodema. Jika kondisi bengkak sudah disertai dengan penurunan tekanan darah, kondisi ini bisa berbahaya. Sebab, penurunan tekanan darah nantinya dapat menyebabkan pusing atau gejala lanjutan yang lebih serius. Berbeda dengan urtikaria, bengkak akibat alergi cuaca ini biasanya juga dapat menimbulkan rasa terbakar atau nyeri.

Pada sebagian orang, gejala ini muncul ditandai dengan adanya penyempitan pembuluh darah yang berat pada tangan dan kaki.

Penyempitan ini menyebabkan kadar oksigen menurun, sehingga bagian kulit tersebut menjadi putih dan terasa nyeri. Saat dihangatkan, kulit justru berubah menjadi seperti pelangi, merah diikuti biru.

ASMA

Orang-orang dengan alergi cuaca dan asma seringkali dapat timbul asmanya hanya dengan menghirup udara dingin. Gejala awalnya ditandai dengan rasa sesak dan penyempitan saluran nafas. Cuaca dengan udara yang kering dan dingin kadang-kadang memicu efek yang lebih kuat dibandingkan udara yang lembab. Angin yang dingin disertai pilek juga dapat memperburuk gejala asma yang muncul.

HIDUNG BERAIR

Meskipun secara teknis bukan alergi, namun hidung berair mirip dengan gejala alergi. Kondisi ini ditandai dengan kondisi hidung yang terus berair, bersin, dan hidung tersumbat. “Orang dengan alergi cuaca biasanya tidak mengalami gejala ini saat berada di dalam rumah, ini karena debu biasanya ada di luar rumah,” ujar dr Yohanes Chandra Ekajaya. 

Dengan begitu, ada baiknya jika sudah mengalami gejala-gejala ini untuk melakukan pemeriksaan alergi lebih lanjut ke dokter dan mencegah timbulnya alergi dengan menggunakan jaket saat akan pergi keluar rumah atau akan bepergian ke tempat yang dingin dan berangin.