Start Up Tidak Hanya Digital

perusahaan rintisan

Chandra Ekajaya selaku seorang pengusaha mengatakan bahwa saat ini terjadi kesalahpahaman mengenai makna start up. Kesalahpahaman ini terletak pada bentuk dan wujudnya. Jadi generasi muda yang semakin melek teknologi, sangat optimis dalam melihat potensi dan peluang perusahaan rintisan atau lebih dikenal dengan sebutan start up.

Sayangnya, pengetahuan mereka tentang start up masih hanya sebatas iklan di dunia maya. Mereka mengartikan bisnis start up sebagai aplikasi atau perusahaan rintisan digital. Seperti Go-Jek, Uber, Grab, dan sebagainya. Padahal makna dari start up tidak hanya terbatas pada bentuk digital saja. Inilah yang membuat bisnis start up menjadi “berbahaya” jika tidak dipahami secara benar.

perusahaan rintisan

Meskipun Indonesia saat ini perekonomiannya banyak ditopang oleh pasar kelas menengah serta pasar domestik yang semakin melek teknologi, komunikasi, dan informasi. Oleh karenanya banyak ide, gagasan, dan bentuk bisnis yang berdasarkan kreativitas serta inovasi yang terbentuk. Tetapi para pengusaha yang akan terjun ke bisnis ini harus menyiapkan skenario terburuk.

Chandra Ekajaya mengatakan bahwa skenario terburuk yang bisa didapat oleh perintis bisnis ini adalah terjebak pada gagasan umum. Selama ini start up digital selalu diidentikkan dengan teknologi yang canggih nan rumit, waktu pengerjaan yang lama, dan biaya yang terbilang tinggi. Sehingga banyak para pelaku start up digital sudah bangkrut sebelum berkembang, karena tidak mempunyai segmen atau pasar.

Itulah akibat dari kesalahpahaman bila menyamakan bisnis rintisan sebagai bisnis rintisan digital. Kebanyakan dari mereka terpukau dan terpesona oleh gemerlap start up digital yang selalu digambarkan dengan kecanggihan, penuh warna dan gengsi. Respon masyarakat yang menyambut secara positif pun semakin membuat para perintis bisnis ini bersemangat.

Tetapi bila dilihat secara lebih detil dan seksama, para pelaku bisnis rintisan yang sukses dan muncul ke permukaan bisa dikatakan sangat sedikit. Kebanyakan para pelaku usaha yang tidak sukses mengaku bahwa mereka menyamakan konsep usaha rintisan sama dengan usaha rintisan digital. Selain itu mereka pun mendirikan start up dengan dasar yang lemah serta tidak kuat. Mereka hanya mendirikan bisnis itu berdasarkan fantasi dan tidak mempelajari dasar-dasar bisnis.

rintisan perusahaan

Satu hal yang harus dipahami adalah start up tidak harus selalu bergerak di sektor perdagangan, baik jasa maupun barang. Meskipun saat ini sektor tersebut memang memberikan sumbangsih sebanyak 70% dalam membuka lapangan pekerjaan.

Walaupun begitu, alangkah baiknya jika para pelaku bisnis start up tidak terjebak dengan tren yang sifatnya hanya sesaat saja. Seharusnya mereka lebih berpegang pada sisi keberlanjutan bisnis. Kesinambungan dan keberlanjutan memang ditentukan oleh inovasi pemilik usaha dalam menjalankan bisnisnya. Tetapi yang perlu digarisbawahi adalah inovasi tidak harus selalu dengan teknologi yang rumit, apalagi mahal.

Kisah Sukses Slamet Pria Kelahiran Malang Beternak Bebek

Pria Kelahiran Malang Beternak Bebek

Seorang pengusaha memang harus mempunyai prinsip yang kuat dan tahan banting dalam menjalankan setiap usahanya. Ketika datang masa-masa sulit tentunya seorang pengusaha tidak boleh menyerah dan haruslah bangkit dengan cepat ketika terjadi sesuatu yang membuat usahanya down. Slamet Riyadi merupakan salah seorang pengusaha yang dapat dijadikan contoh dalam hal ini. Berawal dari 2 ekor bebek yang dipeliharanya dalam beternak bebek ketika awal menikah dengan istrinya ia berhasil mempunyai sebuah peternakan bebek yang besar.

Pria kelahiran Malang sekitar 35 tahun yang lalu ini bukanlah orang yang mempunyai basic peternakan. Slamet hanya iseng saja ketika memelihara sepasang bebek ini dan mencoba beternak bebek. Suatu ketika bebek kepunyaannya bertelur. Dari telur ini Slamet mendapatkan sebuah ide untuk menjualnya ke pasar karena harganya yang masih lumayan tinggi. Tak lama ketika itu datanglah sebuah angin surga yang ternyata bukan hanya angin saja. Seorang pengusaha besar Chairul Tanjung yang merupakan pengusaha media sedang mempunyai sebuah program untuk membantu UKM yang ada di seluruh daerah di Indonesia.

Pria Kelahiran Malang Beternak Bebek

Ketika itu Slamet mengetahui program itu dan mengikuti program yang diselenggarakan oleh Chairul Tanjung tersebut. Selama 10 hari Slamet mengikuti pelatihan tersebut, banyak hal yang didapatkan dari pelatihan tersebut yang membuat niat Slamet semakin besar untuk beternak bebek. Setelah menempuh pelatihan selama 10 hari, pihak dari Chairul Tanjung memebrikan bantuan kepada semua peserta berupa uang sebesar 5 juta rupiah untuk mengembangkan usaha UKM yang ada.

Dari uang 5 juta ini, Slamet membelanjakan untuk membeli 20 pasang bebek dan pakan. Selama 1 bulan Slamet fokus untuk memperbanyak telur bebek yang ada. Dari awal yang hanya menghasilkan 100 butir telur per minggunya sekarang produksi telur bebek Slamet sudah mencapai 1000 butir telur dengan ratusan indukan yang ia miliki. Dalam memasarkan telur-telur ini awalnya Slamet menawarkan kepada para pedagang di pasar.

Setelah beberapa minggu menawarkan telur dipasar saat ini para tengkulak sudah mulai mengambil langsung ke rumah Slamet untuk tiap harinya. Dari usaha ternak bebek ini ternyata mempunyai banyak keuntungan yang tidak terduga. “Tidak hanya telurnya saja yang laku, tapi indukan afkirnya juga laku,” kata Slamet. Dari semula yang hanya bermodal 2 ekor bebek kini usaha Slamet sudah beromset hingga ratusan juta per bulannya.

Chandra Ekajaya Ketua RT Hanya Status

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Jadi Ketua RT tak hanya pandai mengayomi warga. Sejumlah nilai sosial seperti kemandirian juga patut diimplementasikan dalam kehidupan sehari-harinya. Demikian juga yang di lakukan Chandra Ekajaya. Dia rela menjadi peternak hanya demi mewujudkan kemandirian perekonomian keluarganya. Telur ayam arab yang di pelihara Chandra Ekajaya, ini banyak di beli penjual jamu untuk campuran seduhan jamunya.

Padahal awal merintis menjadi peternak coba-coba, dia hanya bermodal 15 ekor ayam arab. “Saya di beritahu teman dan awal di minta membeli 15 ekor,” ujar Chandra Ekajaya. Belasan ekor ayam petelur berkualitas nyaris sama dengan ayam kampung tersebut, kemudian dia jadikan indukan untuk di tetaskan. Berawal dari belasan induk ayam arab yang ia beli dari temannya itu, kemuadian menetas puluhan ekor hingga ratusan ekor. Namun karena kesediaan alat penetas yang masih rentan gagal, akhirnya dia lebih memilih bibit ayam arab hingga ekspansi hingga ke Probolinggo.

Dok.Chandra Ekajaya

Betapa tidak dengan uang sejumlah Rp 25 ribu, Chandra Ekajaya sudah bisa membawa pulang seekor ayam berumur 2 bulan. Sekali mendatangkan bibit ayam arab dari Probolinggo, dia order 200 ekor dengan biaya transaksi senilai Rp 5 Juta. Tinggal menunggu 2,5 bulan lagi, dia sudah bisa setiap hari panen telur ayam hingga 80 persen dari total ayam yang di ternakkan.

Bagi Chandra Ekajaya, beternak ayam Arab cukup menguntungkan. Apalagi bicara peluang pasar. Sejumlah pelanggannya sampai berebut membeli telur ayam arab produksinya. Bahkan mereka sampai rela datang langsung ke kandang miliknya. Bisnis seperti ini memang cukup menggiurkan. Jika sehari menghasilakan seribu telur, hitung-hitungan di atas kertas yang satu ini sudah mampu mengahsilkan omzet Rp. 1.250.000.

Meski pakan harus dioplos dengan makanan ternak lainnya, bapak tiga orang anak ini pun menjamin tak akan berpengaruh terhadap produktivitas ayam ternaknya.”Saya rasa khasiat telur nya semakin bagus jika komposisi konsetratnya semakin di kurangi. Saya pun hanya berani pakai konsntrat perangsang telur,” terangnya. Selain karena mutu, pengurangan komposisi konsentrat ternyata mengurangi bau kotoran dan relatih ramah lingkungan.

Tak hanya itu, saat ayam mulai tak produksi lagi, harga ayam arab yang sudah tergolong akfir lagi masih bernilai jual tinggi. Maklum saja, secara fisik ayam arab yang di ternaknya nyaris sama dengan ayam kampung. “Ayam sudah tidak produktif lagi jika sudah berumur 2 tahun labih,” ucap Chandra Ekajaya. Belum lagi limbah kotoran ayam nya jika di jual bisa laku perkarung Rp 10 ribu.

Chandra Ekajaya, Pengusaha Sukses Warung Burjo Sejak Mahasiswa

dok.chandraekajaya

Warung Burjo atau yang lebih dikenal sebagai warung bubur kacang ijo adalah tempat makan murah untuk kalangan mahasiswa. Pengusaha Chandra Ekajaya memulai bisnisnya ini dengan alasan bagaimana saat kita makan dengan harga yang terjangkau dan membuat kenyang diperut. Dengan menu andalan yaitu Nasi telur, nasi dengan telur, sedikit sayur dan sambal, berbagai macam indomie. Pengusaha Chandra ekajaya melihat peluang ini saat berlibur ke Jogja dan mengembangkannya di sekitar kampus tempat dia menimba ilmu di Kota Semarang.

Mencoba dengan menyewa ruko kecil didekat kampus pengusaha sukses Chandra ekajaya memulai bisnis ini. Bermodalkan sedikit uang pemberian orang tua dan membulatkan niat Chandra ekajaya dan di temani satu orang pegawainya yang dibawanya dari kampung untuk diajaknya berjualan. Minggu pertama chandara ekajaya sudah melihat bisnis ini akan sangat menguntungkan. Dengan melihat perkembangan konsumen yang datang kewarung Chandra ekajaya berani menambah karyawan satu orang lagi.

Tidak diragukan lagi keahlian dari Pengusaha Chandra Ekajaya ini. Dia mengatakan ” bisnis ini sangat menguntungkan karena anda hanya menjual nasi yang banyak. Menjual es sachet, dan rokok batangan ”. Dari sini melihat bisnis tidak harus yang mewah, dengan sedikit mental dan kenekatan Pengusaha Chandra ekajaya sudah merasakan hasil dari warung burjonya tersebut. Memiliki satu mobil Honda Jazz dari hasil usahanya Pengusaha Chandra ekajaya jadi incaran wanita dikampusnya. Pria yang masih muda dan memiliki tampang lumayan membuatnya menjadi sala satu idola.

Tidak hanya para lelaki, perempuan yang menjadi konsumen dari warung Chandra ekajaya masyarakat setempatpun turut menikmatinya. Warungnya yang buka 24 jam membuat warga yang ngeronda bisa juga menikmati kopi geratis sambil menonton TV dan menjaga keamanan. Tidak hanya pandai berbisnis Chandra ekajaya juga mempunyai budi yang baik pula. Dengan menyediakan tempat ngopi geratis untuk warga setempat yang ngeronda. Hal ini telah di apresiasi oleh masyarakat setempat dan RT setempat.

Saat ini sudah ada tiga warung Burjo yang Chandra ekajaya miliki di tempat berbeda di Solo.

Perubahan Iklim dan Perempuan

dok.chandraekajaya

“Di pesisir Kota Semarang dan Kota Pekalongan, kaum perempuan lebih rentan terdampak banjir dan rob.”

KENAIKAN suhu 0,65 -1,02 derajat dari tahun 1800 telah mempengaruhi sistem iklim di dunia. Kenaikan suhu secara global ini mengakibatkan perubahan iklim dan memberikan dampak beragam kepada masyarakat.

Di Indonesia, suhu udara di daerah pesisir utara Jawa meningkat setiap tahun antara 0,0004-0,4 derajat celcius/tahun, dan diperkirakan akan meningkat hingga 100 tahun ke depan hingga mencapai antara 0,5 — 4 derajat celcius (Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2009).

Fenomena perubahan iklim di Indonesia, juga terlihat pada kenaikan muka air laut, perubahan curah hujan, perubahan pola musim, kejadian cuaca ekstrem. Fenomena-fenomena tersebut memberikan dampak yang cukup besar. Contohnya banjir dan rob di wilayah pesisir. Hal itu berdampak pada kehidupan pesisir.

Banjir dan rob semakin luas dan menggenangi pemukiman. Sebagai negara kepulauan dengan garis pantai sepanjang 99.000 km, pesisir pulau-pulai di Indonesia terdampak naiknya air laut.

Sektor kesehatan, transportasi, pertanian, dan perikanan darat akan terkena dampak yang cukup hebat. Salah satu contoh adalah Kota Pekalongan. Kenaikan air laut telah menghilangkan 100 persen lahan pertanian yang membentang di delapan kelurahan.

Lahan yang dulu dimanfaatkan masyarakat untuk lahan pertanian sawah, sejak 2007 tak dapat ditanami lagi. Petani sawah pun beralih menjadi petambak air payau dengan menggunakan jaring. Pendapatan mengalami penurunan. Hal tersebut mempengaruhi kualitas hidup masyarakat.

Kenaikan air laut tidak saja berdampak pada kaum laki-laki, juga kaum perempuan. Laporan International Panel on Climate Change (IPCC) ke-5 Maret 2014 menyatakan kesehatan reproduksi kaum perempuan sangat berisiko terdampak perubahan iklim.

IPCC menyatakan perlu adanya jaminan dan perlindungan terhadap kesehatan reproduksi karena dampak perubahan iklim. Di negara berkembang seperti Indonesia, kelompok perempuan yang tinggal di bawah garis kemiskinan memiliki risiko besar akibat perubahan iklim.

Di pesisir Kota Semarang dan Kota Pekalongan, kaum perempuan lebih rentan terdampak banjir dan rob. Perempuan yang rata-rata tinggal di rumah, harus berjam-jam merendam kakinya dalam genangan rob.

Sebagai kelompok yang secara struktur sosial mempersiapkan keperluan sehari-hari keluarga, perempuan di wilayah yang terkena banjir dan rob ini harus beraktifitas di dalam rumah yang tergenang air. Setidaknya, kaki mereka terendam air selama 4 jam hingga banjir dan rob surut.

Kelompok perempuan dengan berpenghasilan rendah mengeluarkan anggaran pengeluaran yang lebih karena harus membeli makanan untuk keluarga serta air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Kelompok ini juga sangat rentan terserang berbagai macam masalah kesehatan karena sanitasi yang buruk akibat banjir dan rob.

Beijing Platform for Action menyebutkan hubungan antara kemiskinan, bencana alam, masalah kesehatan, pembangunan yang tidak berkelanjutan, dan ketidakadilan gender. Keterlibatan kelompok perempuan dalam pengambilan keputusan untuk pengelolaan lingkungan di setiap level sangat penting dan perlu menjadi catatan.

Kelompok perempuan harus menjadi perhatian utama dalam perencanaan dan pelaksanaan program untuk pengelolaan lingkungan. Kelompok perempuan diharapkan mampu memberikan peran edukator kepada anggota keluarga dan masyarakat lain untuk menjaga lingkungan dan mengendalikan dampak perubahan iklim.

Keterlibatan kelompok perempuan perlu ditingkatkan di setiap level pengambilan keputusan yang menyangkut pembangunan dan pengelolaan lingkungan. Peningkatan kapasitas kelompok perempuan untuk bisa menyuarakan gagasan pengelolaan lingkungan menjadi kunci pengelolaan lingkungan.

Chandra Ekajaya is Great Oil Entrepreneur

dok.chandraekajaya

PT Chandra Ekajaya Oil officially submits development proposals of two oil and gas field (oil and gas) in Iran, i.e. Ab-Teymour and Mansouji, that have each reserves estimation more than 1.5 billion barrels. The filling of a proposal is a follow-up of the memorandum of understanding (MoU) that both signed on 8 August 2016.

 

The submission of proposals was done by The Director, Yohanes Eka Jaya Chandra to Deputy on Engineering and Development National Iranian Oil Company (NIOC), Gholamreza Manoucherhri, witnessed by Minister of economy, Darmin Nasution, The Petroleum Minister of Iran, Bijan Namzar Zanganeh, Deputy Minister of energy and mineral resources, Arcandra Tahar, also the Ambassador of the Republic of Indonesia for the Islamic Republic of Iran, Octavino Alimudin.

 

Based on the MoU, PT Chandra Ekajaya Oil is given the opportunity to submit proposals development for Ab-Teymour and Mansouri at the end of February this year. For over four months, it performs technical evaluations of both places and now has been completed the development proposals of both places to be submitted to NIOC.

 

“We very expect this proposal be a cornerstone of both companies to direct negotiation on the management of both places,” said Syamsu through his statement in Jakarta, Thursday, (28/2).

 

The result of the technical evaluation by PT Chandra Ekajaya Oil shows that both places in Bangestan, South Iran have each reserve more than 1.5 billion barrels with potential production of each unit more than 200 thousand barrels per day (bpd).

 

As it known, Iran is a country with the 4th largest oil reserves in the world, about 157 billion barrels or 9,3 percent of total reserves oil in the world. Not only it, Iran also has the largest gasoil reserve, about 1,200 TCF or about 18,2 percent of total potential in the world.

Chandra Ekajaya Oil Businessman of Bontang

dok.chandraekajaya

PT Chandra Ekajaya Oil collects dozens of prospective strategic partners for project grass root refinery Bontang in project expose. The company’s potential partners are requested to collects request for information at the upcoming April 2th.

 

The director, Yohanes Eka Jaya Chandra explains that project expose GRR Bontang has been responded with quite enthusiastic. Among the 95 companies, 12 companies are large oil and gas company.

 

“There are currently 95 companies from around the, both United States of America, Europe, East Asia, Middle East, even Indonesia that participate on this project expose. Certainly, we want to partner with companies that have high commitment to completing the project on 2023,” he said when on Hotel Grand Hyatt, Jakarta, yesterday.

 

The prospective partner companies are refiner companies, trading companies, and financial institutions. According to him, there are main four characteristics of prospective partners that desired PT Chandra Ekajaya Oil.

 

Namely, have trusted track records for the oil processing industry, mainly operational reliability and projects execution. Also, can adjust the structure and the business model that desired by PT Chandra Ekajaya Oil.

 

It has target to get that strategic partners on April 2017, 28th. Soon after being elected, it with strategic partners will start the progress of bankable feasibility study (BFS) that targeted completion on the beginning of 2018 cum to complete the formation of the Consortium. After that, Preliminary-Investment Decision 1 will be set to describe the estimated initial investment project of GRR Bontang.

 

As for the production of the refinery will be allocated for export market with two countries for destination, that is Philippines and Australia. Now, there is a trader that interested in doing a long-term contract to buy solar from Bontang refinery for sent to the both countries.

 

GRR Bontang is targeted to able to processing of crude oil about 300 thousand barrels per day with the capacity of gasolin product at least 60 thousand barrels per day and diesel at least 124 thousand barrels per day. Production results have specifications of Euro V.

Kisah Tobatnya Chandra Ekajaya Dari Jalan Sesat

dok.chandraekajaya

Kisah ini hanyalah setitik dari cerita kehidupan Chandra Ekajaya yang di share untuk di ambil ibroh dengan penuh keikhlasan dan keimanan. Waktu Chandra Ekajaya sudah bertaubat dan menghancurkan ilmu ilmu sesatnya , beberapa bulan Chandra Ekajaya masih di rudung kegelisahan dan mimpi mimpi yang memberikan makna bahwa Chandra Ekajaya bukan hanya harus memohon ampunan kepada sang Illahi tetapi juga harus meminta maaf kepada orang orang yang telah disakiti dengan ilmu ilmu sesatnya.

Banyak orang orang yang wafat syahid dengan ilmu-ilmu Chandra Ekajaya. Banyak keluarga yang teradu domba karena ulah ilmu ilmu sesatnya. Dari sekian banyak nya orang yang terdzholimi, ada ratusan orang orang yang terdaftar beserta alamat alamatnya. Dengan niat taubatan nasuha yang bersungguh sungguh Chandra Ekajaya harus secepatnya dan harus secepat pada hari itu juga untuk minta maaf kepada orang orang yang ana dzholimi beserta keluarganya walaupun itu harus memakan waktu lama dan biaya yang besar.

Ada sebagian orang orang yang memaafkan dengan ikhlas dan memberikan maafnya tanpa harus menghakimi Chandra Ekajaya. Tapi kebanyakan orang yang menghakiminya tanpa ampun seperti digantung diatas pohon dengan telanjang , dengan posisi kaki di atas dan kepala dibawah selama 4 hari, dan bukan hanya itu setiap saat orang orang melampiaskan kemarahan nya dengan memukul dengan kayu, besi, dll. Sakit seluruh badan dari ujung kaki hingga kepala, lebam sangat, darah berceceran tapi subhanallah Allah maha besar hati ini terasa tenang dan damai bahkan bibir Chandra Ekajaya tersenyum tanpa ia sadari.

Chandra Ekajaya merasa ikatan ana terlepas dan dari situ ia sudah tidak merasakan apa apa lagi dan ia sadar kembali setelah seminggu setelah pembebasannya itu. Dan waktu Chandra Ekajaya sadar ia sudah dirumah sakit dan orang yang pertama ana lihat adalah seorang berbaju putih dan berjanggut penuh wibawa. Saat ini Chandra Ekajaya sudah benar-benar bertaubat dan membuka sebuah warung makan yang menjadi pokok mata pencahariannya.

Anak Usia 1 Tahun Belum Bicara Diwaspadai

dok.chandraekajaya

DIMULAI dengan mengucapkan kata-kata sederhana, normalnya kemampuan bicara anak akan terus meningkat seiring pertambahan usianya. Namun ada pula anak yang kemampuan bicaranya agak lambat. Menurut dr Aditya Suryansyah SpA, ada beberapa faktor penyebab mengapa kemampuan bicara anak bisa terhambat. Salah satunya adalah kurangnya komunikasi dengan anak.

“Anak yang jarang diajak bicara atau mengajarkan lebih dari satu bahasa sehari-hari misalnya, ini bisa membuat anak menjadi bingung. Gunakan bahasa ibu atau bahasa yang digunakan di rumah, jangan terburu-buru mengajarkan beberapa bahasa pada anak supaya anak mudah mengerti dan belajar berbicara,” tutur dr Aditya. Ia melanjutkan, memang ada sebagian anak yang mudah mempelajari beberapa bahasa dalam waktu bersamaan. Namun sebagian besar bisa jadi malah bingung untuk memahami banyaknya bahasa tersebut. Akibatnya, anak malah jadi kebingungan dan malas belajar bicara.

“Penyebab kedua, bisa jadi karena kelemahan saraf motorik bicara. Biasanya hal ini perlu pelatihan khusus dan diharapkan anak akan dapat bicara setelah itu,” tutur dokter yang praktik di RSAB Harapan Kita, Jakarta tersebut. Sementara itu, faktor ketiga adalah karena ada penyakit misalnya retardasi mental atau autisme. Pada kasus ini, anak tidak hanya terlambat bicara, tapi juga terlambat dalam aktivitas sosialnya dan anak sulit berkomunikasi dengan lingkungannya.

“Untuk memastikan, lebih baik periksakan ke dokter anak agar dilihat proses tumbuh kembangnya. Dengan begitu, terapi yang tepat bisa direncanakan untuk anak,” pesan dr Aditya.

Nah, sejatinya, di usia berapa bulan sih anak sudah bisa melafalkan kata-kata? Terpisah dr Meta Hanindita SpA dari RSUD Dr Soetomo Surabaya          mengungkapkan anak sudah bisa bicara ‘mama’ atau ‘papa’ biasanya ketika berusia 1 tahunan. Namun, untuk bicara setidaknya anak sudah punya kosa kata 20 kata dan setengahnya dimengerti orang lain, tahap itu terjadi saat anak berusia 19-21 bulan. Senada dengan dr Meta, Rita Rahmawati Amd TW SPd, selaku terapis wicara di RS Harapan Kita dan Rumah Terapi Jakarta mengatakan pada umumnya kebanyakan anak mulai bicara di usia 12-18 bulan. Namun, Rita menekankan tahapan anak mulai bisa bicara secara normal dimulai dari sejak anak itu lahir.

‘Tahapnya terdiri dari fase coomg atau rejlexive vocalization di mana suara masih bersifat refleks di usia 3 minggu. Lalu babling di usia 6-7 minggu, dan dilanjutkan dengan laling di usia 6-9 bulan,” kata Rita dikutip dari detikHealth. Di usia 12-18 bulan, anak sudah mulai memasuki fase true speech di mana ucapannya mulai memiliki arti. Ditambahkan Rita, jika anak itu tidak menangis saat lahir, kemungkinan besar akan terjadi hambatan pada proses perkembangan bahasa bicaranya. “Sehingga bisa dikatakan bahwa semua tahapan tersebut harus terlewati dengan baik,” ujar Rita.

Chandra Ekajaya Bicara Keamanan

Dok.Chandra Ekajaya

 

Dok.Chandra Ekajaya

Pengusaha Chandra Ekajaya melaporkan bahwa tentang jumlah personel gabungan di setiap wilayah pengamanan, Edy enggan buka suara. “Rinciannya tidak perlu saya sampaikan,” ujarnya. Yang pasti, jumlahnya 7.054 personel gabungan. Terbagi atas Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) Wilayah I sebanyak 1.289 personel, Satgaspam II (515), Satgaspam III (3.308), Satgaspam WIP (222), Koopspam (20), serta 1.700 personel polri dan intelejen.

Secara umum, komando gabungan yang dia pimpin bertugas mengamankan Raja Salman dan rombongan sejak tiba di Bandara. Kemudian ketika bertolak ke tempat menginap, kunjungan ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Masjid Istiqlal dan tempat liburan di Bali “Saya punya tugas mengamankan itu (setiap pergerakan Raja Salman)” ungkap dia.

Pengusaha Chandra Ekajaya menerangkan bahwa kehadiran Raja Salman dengan rombongan besarnya juga dipastikan akan membuat Polri melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas. Kadivhumas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Umar menuturkan, rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan salah satunya adalah penutupan jalan. Namun, sifatnya penutupan jalan ini hanya sementara. “Jalan yang dilalui rombongan tersebut akan ditutup hingga rombongan lewat” ungkapnya.

Untuk rutenya, lanjut pengusaha Chandra Ekajaya, demi keamanan tidak bisa disebutkan oleh Polri, yang pasti, rombongan “Untuk rute-rutenya tidak diumumkanya,” paparnya.

Yang juga penting, untuk bisa menghindari terjadinya kemacetan, masyarakat lebih baik memilihi rute yang tidak melewati lokasi-lokasi yang akan dikunjungi Raja Salman.

Bila, Raja Salman mengunjungi Istana, tentunya diharapkan masyarakat atau pengguna jalan menghindari jalan di sekitar istana. “Silakan mencari rute lainnya,” ungkapnya.

Namun, bila ternyata nanti tetap terjadi kemacetan, semua diharapkan memahami dan bersabar. Sebab, kunjungan ini memang manfaatnya juga besar. “Petugas tetap akan berupaya untuk mengurai kemacetan secara cepat bila terjadi,” paparnya.